BusinessUpdate – Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatakan perbaikan eskalator di Stasiun Manggarai yang sempat menyebabkan penumpang terjatuh diprediksi selesai dalam sepekan.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Jakarta DJKA Kemenhub Ferdian Suryo mengatakan, pihaknya membutuhkan waktu seminggu untuk mengganti komponen eskalator yang perlu diganti yaitu switch brake. “
Ia menjelaskan, komponen switch brake perlu diganti karena terjadi anomali yang menyebabkan eskalator bergerak ke arah yang sebaliknya. Berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan bahwa sistem eskalator menonaktifkan diri secara otomatis karena kelebihan beban.
Padahal pada pukul 17.00 WIB eskalator masih berfungsi dengan baik. Lalu karena eskalator ini tidak segera dimatikan secara manual dan masih tetap digunakan penumpang untuk naik ke peron dengan berjalan kaki, maka muncul anomali berupa eskalator mendadak nyala tapi bergerak ke arah sebaliknya.
Ia menegaskan perbaikan eskalator membutuhkan waktu seminggu lamanya bukan karena DJKA perlu melakukan impor komponen terlebih dahulu. Melainkan karena perbaikan eskalator harus melalui beberapa proses dan pengetesan sebelum dipastikan eskalator benar-benar bisa dioperasikan kembali. Kendati demikian, ia berharap proses perbaikan eskalator ini tidak akan memakan waktu sampai sepekan.
Sebagai informasi, insiden terjadi pada Rabu (21/2/2024) pukul 18.06 WIB salah satu eskalator Stasiun Manggarai di hall lantai 1 yang mengarah ke peron 11 dan 12 yang normalnya mengarah ke atas menuju peron secara tiba-tiba bergerak berbalik arah ke arah bawah.
Kejadian tersebut membuat beberapa pengguna yang pada saat itu sedang berada di eskalator menuju ke arah peron menjadi terjatuh. Namun demikian dipastikan tidak ada korban dalam insiden tersebut.
Agar tidak terjadi hal serupa, KAI Commuter menutup eskalator tersebut dan berkoordinasi dengan DJKA dalam hal ini Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas 1 Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan dan perbaikan eskalator. (pa/jh. Foto: Dok. Detik)


