BusinessUpdate – Kawasan Industri Kendal (KIK) telah menyerap 17.353 tenaga kerja di sepanjang 2024. Angka ini melampaui target yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu 15.100 tenaga kerja. Atau mencapai 115% dari target yang ditetapkan pemerintah.
“Pemerintah pada tahun ini mentargetkan penyerapan 15.100 tenaga kerja. Hingga kuartal III sudah terealisasi 115%,” kata Direktur Pemasaran Kawasan Industri Kendal, Juliani Kusumaningrum, melalui siaran pers, Selasa (5/11/2024).
Menurutnya, terdapat 18 pelaku usaha baru yang mulai menjalankan bisnisnya di kawasan ekonomi khusus tersebut pada tahun ini.
Adapun realisasi investasi yang masuk selama 2024 mencapai Rp40,2 triliun, lebih tinggi dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp17,7 triliun. Hingga saat ini terdapat 116 pelaku usaha dari berbagai negara yang telah membuka pabrik di kawasan ekonomi khusus tersebut.
Total nilai investasi kawasan ekonomi yang resmi beroperasi sejak lima tahun lalu itu mencapai Rp141,7 triliun. Secara keseluruhan telah terserap sebanyak 62.702 tenaga kerja.
Ia menjelaskan, Kawasan Industri Kendal menjadi salah satu penyumbang perekonomian Jawa Tengah pada umumnya dan Kabupaten Kendal pada khususnya. Salah satu pendorong pertumbuhan kawasan industri ini yakni ketersediaan fasilitas fiskal yang dapat dinikmati oleh pelaku usahanya.
“Fasilitas fiskal seperti pengurangan pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai, hingga pembebasan bea masuk dan pajak impor,” katanya. Selain itu, kemudahan perizinan menjadi daya tarik perusahaan dari dalam dan luar negeri dalam berinvestasi di kawasan industri tersebut. (pa/jh. Foto: Dok. Jababeka)


