HomeECONOMICTiga Pengelola SPBU Swasta Buka Peluang Beli Base Fuel dari Pertamina

Tiga Pengelola SPBU Swasta Buka Peluang Beli Base Fuel dari Pertamina

BusinessUpdate – Tiga perusahaan swasta yaitu PT Vivo Energy Indonesia (Vivo), PT Aneka Petroindo Raya (APR) atau BP-AKR, dan PT AKR Corporindo membuka peluang untuk membeli base fuel dari Pertamina untuk mempercepat normalisasi pasokan bahan bakar agar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Terdapat beberapa poin kesepakatan Pertamina dengan ketiga badan usaha swasta tersebut. Terdiri dari kesepakatan dokumen pernyataan dalam rangka menjaga good corporate governance (GCG) dan regulasi seperti pernyataan anti monopoli, money laundering, penyuapan, dan lain-lain.

Kemudian, menyampaikan kebutuhan komoditas yang dibutuhkan dan membahas kesepakatan terkait spesifikasi produk, key terms, serta syarat dan ketentuan umum (general terms and conditions/GTC).

Selanjutnya, Pertamina akan menyampaikan kembali spesifikasi produk yang dapat memenuhi persyaratan semua badan usaha swasta dan key term, termasuk joint surveyor untuk dikonfirmasi oleh badan usaha swasta terkait.

“Apabila badan usaha swasta setuju, maka akan dilaksanakan proses pengadaan komoditas tersebut,” ucap Pj Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun, Senin (6/10/2025).

Setelahnya, pemenang pengadaan akan disampaikan kepada badan usaha swasta dalam lingkup penyedia kargo, best price, dan volume kargo. Jika sepakat, lanjut pembicaraan aspek komersial secara business to business (B2B) dan melakukan inspeksi bersama (joint inspection).

Tahap akhir yakni pengiriman kargo disepakati sekitar di minggu ketiga Oktober 2025. “Perlu ditekankan dan disepakati bahwa proses ini berjalan dengan kesepakatan dari tiga badan usaha swasta tersebut, karena pengiriman kargo dalam satu pengadaan yang sama tidak terpisah-pisah,” tambahnyanya.

Sementara itu, PT Shell Indonesia dan PT ExxonMobil Lubricants Indonesia belum dapat melanjutkan pembicaraan karena Shell perlu berkoordinasi dengan kantor pusat, sedangkan Exxon akan berdiskusi untuk kebutuhan November sebab masih memiliki stok yang memadai. (pa/jh. Foto: Dok. Shel)

Must Read