BusinessUpdate – PT Kimia Farma Tbk (KAEF) bersama RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) memperluas layanan terapi stem cell atau sel punca di Bandung. Mereka mengajak RSUP Dr Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menghadirkan layanan tersebut.
Sebelumnya, Kimia Farma dan RSCM telah menggandeng beberapa rumah sakit untuk memperluas pelayanan terapi stem cell seperti RSUP Dr Kariadi Semarang dan RSUD Siti Fatimah Palembang. B
Seluruh mitra rumah sakit yang telah bekerja sama memiliki pelayanan unggul dan menjadi salah satu rujukan di wilayahnya masing-masing. Dengan demikian, diharapkan dapat memperluas manfaat terapi stem cell bagi masyarakat di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Sumatera Selatan.
“Kami berbangga bahwa pengembangan stem cell yang awalnya dimulai oleh Kimia Farma dan RSCM, kini dapat diperluas aksesnya ke daerah untuk menghadirkan pengobatan modern berbasis bioteknologi. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Kimia Farma untuk terus melakukan inovasi kesehatan dalam rangka mendukung ketahanan kesehatan nasional,” ujar Djagad Prakasa Dwialam, Direktur Utama Kimia Farma dalam siaran pers, Selasa (14/10/2025).
Sementara itu, Direktur Utama RSCM dr Supriyanto Sp.B, FINACS menyatakan, kerja sama ini menjadi wujud komitmen dalam memperkuat kolaborasi antara RSCM, rumah sakit rujukan regional dan industri farmasi nasional untuk memperluas akses serta pemerataan layanan terapi stem cell bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
“Kami meyakini bahwa pengembangan terapi stem cell bukan hanya kemajuan di bidang teknologi medis, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi pasien dengan penyakit degeneratif. Kolaborasi ini kami pandang sebagai langkah awal bagi lahirnya lebih banyak inovasi dan jejaring layanan kesehatan berbasis riset di Tanah Air,” kata Supriyanto.
Djagad menjelaskan, stem cell hasil kolaborasi antara Kimia Farma, RSCM dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) telah memenuhi mutu, keamanan dan kualitas produk sesuai dengan standar yang berlaku.
“Untuk menjaga mutu dalam setiap proses produksinya, fasilitas produksi stem cell Kimia Farma dan RSCM telah memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan pada tahun 2024. Ini menjadi satu-satunya fasilitas produksi stem cell yang berada di rumah sakit,” jelas Djagad.
Selain mengembangkan pelayanan terapi stem cell, Kimia Farma dan mitra rumah sakit juga membuka peluang untuk mengembangkan penelitian dan menjalankan uji klinis stem cell dengan skema multicenter study. Kerja sama penelitian dan uji klinis ini diperlukan untuk membuktikan efikasi produk stem cell berdasarkan evidence-based yang kuat.
Sebagai informasi, stem cell bekerja dengan memperbaiki kerusakan di tingkat sel dan jaringan, sehingga memberikan potensi pemulihan jangka panjang. Terapi stem cell Kimia Farma dan RSCM telah digunakan untuk pengobatan di bidang orthopaedi dan traumatology, serta akan terus berkembang untuk dermatologi dan neuromuskuloskeletal. (rn/jh)


