BusinessUpdate – PT Bank KB Bukopin Tbk. alias KB Bank menyiapkan strategi ekspansi selektif pada 2025 dengan fokus menjaga kualitas aset di tengah ketidakpastian ekonomi global. Salah satunya dengan membidik sektor metal dan mining sebagai motor utama pertumbuhan, seiring hilirisasi sumber daya alam.
“Fokus kami tetap pada pertumbuhan aset berkualitas untuk meminimalkan potensi pembentukan NPL baru. Di tahun 2025, kami memprioritaskan pembiayaan pada sektor-sektor dengan daya saing kuat dan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional,” jelas manajemen KB Bank, Senin (10/11/2025).
Selain sektor metal dan mining, KB Bank juga memperkuat pembiayaan di consumer goods dan manufaktur, mengingat sekitar 55% PDB Indonesia masih disumbang konsumsi domestik.
Sektor lainnya adalah infrastruktur, terutama proyek jalan dan bandara yang memiliki efek berganda tinggi terhadap ekonomi, serta farmasi dan layanan kesehatan yang tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Sektor metal dan mining, yang memiliki potensi besar seiring dengan upaya hilirisasi sumber daya alam. Ketiga, sektor infrastruktur termasuk proyek jalan dan bandara, yang memiliki efek berganda tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.
KB Bank juga menilai telekomunikasi dan media memiliki prospek cerah di tengah percepatan transformasi digital nasional. Adapun, untuk mengantisipasi risiko, KB Bank menerapkan strategi selektif dengan fokus pada industri berfundamental kuat serta bermitra dengan pelaku usaha yang memiliki rekam jejak baik dan posisi kepemimpinan di sektornya.
Proses manajemen risiko diperkuat melalui analisis menyeluruh dan stress testing berkala, untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas aset secara berkelanjutan.
Adapun, KB Bank membukukan laba bersih non konsolidasi sebesar Rp265 miliar, berbalik arah dari posisi rugi Rp2,73 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan kredit menjadi salah satu pendorong utama kinerja positif tersebut.
Hingga akhir September 2025, total kredit yang disalurkan KB Bank mencapai Rp44,32 triliun, meningkat 10,83% dibandingkan Rp39,99 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kredit lancar juga tumbuh lebih tinggi, yakni 13,07% menjadi Rp34,12 triliun.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) KB Bank tumbuh kuat sebesar 14,48% yoy, didorong oleh peningkatan signifikan dana murah atau current account saving account (CASA) sebesar 38,02% yoy.
Secara segmentasi, kredit ritel menjadi kontributor pertumbuhan tertinggi dengan peningkatan 17,32% yoy mencapai Rp15,32 triliun hingga akhir September 2025. Sementara itu, kredit korporasi (wholesale) tumbuh 9,92% yoy menjadi Rp22,32 triliun. Segmen UKM mencatat pertumbuhan stabil sebesar 0,82% yoy menjadi Rp6,68 triliun, di tengah langkah selektif KB Bank menjaga kualitas aset pada segmen tersebut.
Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie menyatakan laba positif ini menjadi momentum untuk memperkuat fundamental, terutama melalui upaya menjaga kualitas aset, meningkatkan efisiensi secara berkesinambungan, serta senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik dalam setiap aktivitas bisnis. (rn/jh. Foto: Dok. KB Bank)


