BusinessUpdate – Indonesia Battery Corporation atau IBC, holding BUMN di Indonesia yang mengintegrasikan seluruh ekosistem baterai kendaraan listrik (EV), ternyata telah melakukan pergantian Direktur Utama (Dirut) dari Toto Nugroho ke Aditya Farhan Arif sejak September 2025.
Informasi ini diketahui dari unggahan akun Instagram resmi Ketua Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, dengan nama akun @rosanroeslani, Selasa (13/01/2025).
“Bersama Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk, Bapak Untung Budiharto, dan Direktur Utama IBC, Bapak Aditya Farhan Arif, kami membahas tentang penguatan hilirisasi nikel, mulai dari peran PT Nusa Karya Arindo (NKA) sebagai pemegang IUP di sisi hulu, hingga konektivitas hulu-hilir sebagai fondasi ekosistem industri baterai nasional,” tulis Rosan.
Adapun, Aditya Farhan Arif adalah seorang pakar teknik kimia dan inovasi teknologi yang memiliki rekam jejak panjang dalam dunia riset, akademisi, hingga industri strategis nasional.
Aditya menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan meraih gelar Sarjana Teknik Kimia (2004–2009) dan melanjutkan ke jenjang Magister di bidang yang sama (2012–2013). Aditya selanjutnya meraih gelar Doctor of Engineering (D.Eng) dari Hiroshima University pada 2014–2017.
Di sana, dia mendalami penelitian mengenai chemical engineering dan material fungsional yang menjadi bekal penting bagi karir masa depannya. Sebelum menduduki posisi strategis di industri, Aditya banyak berkecimpung di dunia riset. Pengalamannya mencakup peran sebagai peneliti yang produktif, dengan kontribusi signifikan dalam publikasi ilmiah internasional bertema teknologi aerosol, penyimpanan energi, dan konversi material.
Aditya pernah menjabat sebagai vice president of corporate planning & new investment di PT Rekayasa Industri sepanjang 2021 hingga 2022. Dia kemudian bergabung dengan MIND ID pada 2023. Mulanya dia menjabat sebagai department head of corporate planning sepanjang Maret 2023 hingga Desember 2023.
Setelah itu, dia menjabat sebagai department head of technology hingga Januari 2024 dan kembali menjabat sebagai department head of corporate planning hingga Agustus 2025.
Karir Aditya meroket dan kini dia mengemban amanah sebagai direktur utama IBC sejak September 2025. Aditya dikenal bukan hanya sebagai praktisi industri, tetapi juga sebagai pemikir strategis. Dia memiliki indeks sitasi yang baik (H-index 12) dengan puluhan karya ilmiah yang telah diterbitkan. (rn/jh. Foto: Dok. Linked.in Arif)


