BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat kinerja angkutan barang non batu bara yang solid sepanjang 2026, dengan total volume mencapai 983.036 ton.
Capaian ini menegaskan peran kereta api sebagai salah satu tulang punggung distribusi logistik nasional di luar komoditas energi primer. Volume angkutan tersebut berasal dari beragam komoditas, mulai dari semen, petikemas, BBM, hasil perkebunan, hingga barang ritel yang tersebar di sejumlah koridor logistik utama.
“Adapun komoditas yang diangkut KAI meliputi semen, petikemas, BBM, hasil perkebunan, serta barang ritel,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan resmi, Senin (2/2/2026).
Menurut Anne, keragaman muatan tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan dunia usaha terhadap layanan angkutan barang berbasis rel yang dinilai mampu menjawab kebutuhan distribusi lintas sektor.
Anne mengatakan, layanan angkutan barang KAI dirancang untuk menghadirkan kepastian waktu tempuh, kapasitas angkut besar, serta pola operasional yang terukur, sehingga menjadi alternatif logistik yang kompetitif bagi pelaku industri.
Angkutan semen dan hasil perkebunan berkontribusi penting dalam menjaga kelancaran pasokan material pembangunan dan distribusi komoditas unggulan daerah.
Sementara itu, layanan petikemas dan ritel berperan dalam menjaga kesinambungan distribusi barang konsumsi, terutama di jalur yang menghubungkan pusat produksi dengan pasar. Keberadaan moda kereta api juga memungkinkan pengangkutan barang dalam volume besar secara konsisten, sehingga membantu pelaku usaha menjaga efisiensi rantai pasok.
Dari sisi energi, angkutan BBM yang dijalankan KAI mendukung ketahanan pasokan nasional melalui pola pengiriman yang terjadwal dan terkontrol. Moda kereta api dinilai mampu menjaga stabilitas distribusi energi bagi sektor transportasi, industri, hingga rumah tangga, dengan tingkat efisiensi yang relatif stabil.
Anne menambahkan, kinerja angkutan barang KAI turut berkontribusi mengurangi beban lalu lintas jalan raya. Peralihan distribusi ke jalur rel membantu menekan kepadatan angkutan darat sekaligus meningkatkan keselamatan transportasi.
“Pengembangan terminal, peningkatan keandalan rangkaian, dan integrasi antarmoda menjadi bagian dari strategi untuk menjaga kinerja yang berkelanjutan,” tutup Anne. (rn/jh. Foto: Dok. KAI)


