BusinessUpdate – PT Bank KEB Hana Indonesia atau Hana Bank membukukan laba bersih pada kuartal I/2026 sebesar Rp200,78 miliar. Nilai tersebut tumbuh 23,84 persen secara tahunan (yoy). Seiring dengan pertumbuhan laba tersebut, aset Hana Bank tumbuh sebesar 5,64% yoy menjadi Rp54,60 triliun.
“Hana Bank mampu membukukan pertumbuhan laba meskipun ada tantangan ekonomi global, didukung oleh strategi bisnis yang penuh kehati-hatian,” kata Direktur Branch Business Hana Bank Hendri Setiawan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (21/5/2026). Ia menambahkan, perseroan masih melihat ruang pertumbuhan ke depannya, baik dari sisi penyaluran kredit maupun penghimpunan dana.
Kinerja intermediasi Hana Bank tetap solid dengan penyaluran kredit meningkat 3,63% yoy menjadi Rp39,67 triliun. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh 11,78% yoy menjadi Rp30,83 triliun, terutama ditopang oleh deposito.
Kualitas kredit pun terjaga dengan sehat, tercermin dari rasio non-performing loan (NPL) gross dan net masing-masing 0,72% dan 0,27%, membaik daripada periode yang sama tahun sebelumnya. NPL ini juga berada di bawah NPL gross dan NPL net perbankan secara nasional yang masing-masing sebesar 2,1% dan 0,8%.
Sedangkan ketahanan Hana Bank yang kuat tercermin dari capital adequacy ratio (CAR) yang berada di level 27,05%, di atas CAR perbankan secara nasional yang sebesar 25,09 persen.
Melihat pencapaian sampai dengan kuartal I/2026, Hana Bank menyatakan optimistis untuk dapat mencapai target tahun ini. Target laba bersih perseroan pada 2026 ditargetkan sebesar Rp650,11 miliar, sedangkan aset ditargetkan tumbuh menjadi Rp56,65 triliun.
Hana Bank terus mendorong pertumbuhan berkelanjutan melalui jaringan kantor cabang guna meraih target tersebut. “Kami fokus mendorong pertumbuhan aset, pertumbuhan pendapatan operasional bruto, efisiensi dan produktivitas, serta memperkuat tata kelola di cabang,” tutup Hendri. (pa/jh. Foto: Dok. Hana Bank)


