HomeCORPORATE UPDATEBUMNProgram EA PLN Dorong Modernisasi Sektor Peternakan

Program EA PLN Dorong Modernisasi Sektor Peternakan

BusinessUpdate – PT PLN mendorong modernisasi di sektor peternakan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) melalui Program Electrifying Agriculture (EA) guna memperkuat ketahanan pangan.

Salah satu peternakan yang telah menerapkan Program EA adalah peternakan ayam petelur CV Cahaya Tiga Putri di Kabupaten Sidrap yang saat ini menggunakan daya listrik sebesar 555 kVA dengan tambahan daya 197 kVA untuk mendukung pengembangan kandang modern.

General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah menjelaskan, program Electrifying Agriculture ini merupakan salah satu program strategis PLN dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pemanfaatan energi listrik yang lebih efisien, andal, dan produktif di sektor agrikultur.

“Melalui Program Electrifying Agriculture, kami ingin membantu petani dan peternak meningkatkan hasil produksi, dengan menghemat biaya operasional,” ujar Edyansyah melalui keterangan resmi, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, PLN tidak hanya menghadirkan listrik sebagai kebutuhan dasar saja, tetapi juga sebagai energi penggerak produktivitas. Program itu juga menjadi bentuk dukungan PLN terhadap kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Direktur CV Cahaya Tiga Putri Usman Appas mengatakan pemanfaatan listrik PLN telah mendukung perkembangan usaha peternakan menjadi semakin maju.

Penggunaan listrik PLN diakui memberikan efisiensi biaya yang cukup besar. Sebelum menggunakan listrik PLN, kebutuhan energi di peternakan dengan menggunakan pembangkit diesel dengan biaya produksi listrik mencapai sekitar Rp4.500 per kWh.

Setelah beralih ke listrik PLN, biaya energi dapat ditekan menjadi sekitar Rp1.100 per kWh, yang artinya menghemat biaya operasional sampai dengan empat kali lipat dari sebelumnya.

Jika menggunakan diesel, ia bisa menghabiskan biaya sebesar Rp240 juta per bulannya dan setelah beralih ke listrik peternakan ayamnya hanya menghabiskan Rp60 juta per bulan.

“Dengan listrik PLN, kegiatan operasional peternakan menjadi jauh lebih hemat, mudah, dan efisien. Seluruh sistem kandang dapat berjalan secara otomatis sehingga pengelolaan ternak menjadi lebih optimal,” jelasnya.

Selain lebih hemat biaya operasional, ketersediaan listrik yang andal memungkinkan penerapan sistem peternakan yang lebih modern. Mulai dari sistem pemberian pakan, pengaturan suhu kandang, ventilasi, hingga pencahayaan dapat dioperasikan secara otomatis sehingga meningkatkan efisiensi kerja serta produktivitas ternak.

“Kami tidak lagi harus menyediakan dan mengelola stok bahan bakar diesel dalam jumlah besar untuk kebutuhan harian. Ini sangat membantu peningkatan produktivitas sekaligus pengembangan usaha kami,” ujar Usman.

Ia juga mengapresiasi komitmen PLN dalam menyediakan pasokan listrik yang andal untuk mendukung sektor agrikultur di Kabupaten Sidenreng Rappang.

Bupati Sidenreng Rappang Syaharuddin Alrif mengapresiasi upaya PLN dalam mendukung petani yang ingin beralih menggunakan pompanisasi listrik yang ada di Kabupaten Sidenreng Rappang.

“Kami sebagai perwakilan warga serta petani mengucapkan terima kasih atas upaya PLN dalam menghadirkan pompanisasi listrik. Kami optimis dengan adanya listrik, bisa meningkatkan produktivitas hasil panen petani di sini,” ujarnya. Ia juga optimistis dengan hadirnya elektrifikasi pompanisasi, bisa meningkatkan hasil panen sebanyak tiga kali dalam setahun. (pa/jh. Foto: Dok. PLN)

Must Read