BusinessUpdate – PT Bank Danamon Indonesia Tbk menggandeng Universitas Prasetiya Mulya dan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia menghadirkan layanan Danamon Prasmul EduWealth yang menggabungkan perencanaan pendidikan, pendanaan, dan perlindungan dalam satu ekosistem.
Consumer Funding & Wealth Business Head Danamon Ivan Jaya mengatakan biaya pendidikan yang terus meningkat membuat keluarga perlu mempersiapkan dana pendidikan sejak dini agar tidak membebani kondisi keuangan di masa mendatang.
“Pendidikan merupakan salah satu investasi terpenting bagi masa depan keluarga. Seiring meningkatnya biaya pendidikan dari tahun ke tahun, perencanaan yang dilakukan sejak dini, termasuk perencanaan keuangan, menjadi semakin penting agar orang tua dapat mempersiapkan kebutuhan pendidikan anak secara lebih terarah,” kata Ivan dalam keterangannya, dikuti Selasa (14/7/2026).
Melalui Danamon Prasmul EduWealth, Danamon ingin membantu nasabah mempersiapkan kebutuhan dana pendidikan mereka secara bertahap dan terencana dengan solusi keuangan holistik yang sesuai dengan kebutuhan keluarga.
Berdasarkan data Statistik Penunjang Pendidikan Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata biaya pendidikan jenjang SMA meningkat dari sekitar Rp4,6 juta pada 2018 menjadi sekitar Rp10,2 juta pada 2024. Sementara itu, rata-rata biaya pendidikan tinggi yang sempat menurun kembali naik menjadi sekitar Rp19 juta pada 2024.
Melihat tren tersebut, perencanaan keuangan pendidikan dinilai tidak lagi sekadar menabung, tetapi juga perlu mempertimbangkan perlindungan terhadap berbagai risiko yang dapat mengganggu keberlanjutan pendidikan anak.
Ivan menilai kolaborasi antara sektor pendidikan, perbankan, dan asuransi dapat membantu keluarga menyusun rencana pendidikan secara lebih komprehensif, mulai dari penetapan tujuan pendidikan, pengelolaan pendanaan, hingga perlindungan atas risiko yang mungkin terjadi.
“Sebagai mitra keuangan terpercaya, Danamon berkomitmen menghadirkan solusi yang membantu nasabah mencapai berbagai tujuan finansial jangka panjang,” lanjutnya. Ia berharap kolaborasi ini dapat mendorong lebih banyak keluarga Indonesia membangun kebiasaan perencanaan keuangan yang disiplin demi mewujudkan cita-cita pendidikan anak.
Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia Lauren Sulistiawati mengatakan perencanaan pendidikan yang berjangka panjang juga membutuhkan perlindungan agar keluarga tetap memiliki kesiapan finansial ketika menghadapi risiko yang tidak terduga. “Pendidikan anak merupakan salah satu tujuan penting bagi banyak keluarga,” katanya.
Namun, rencana jangka panjang seperti ini perlu disiapkan secara lebih menyeluruh, termasuk melalui perlindungan yang dapat membantu keluarga tetap memiliki kesiapan finansial saat menghadapi risiko kehidupan.
Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Prasetiya Mulya Prof. Dr. Djisman S. Simandjuntak mengatakan pendidikan yang berkualitas memerlukan persiapan yang matang agar keputusan pendidikan anak tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan finansial keluarga pada saat tertentu.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk membantu keluarga menyusun perencanaan pendidikan yang lebih terarah di tengah meningkatnya tantangan biaya pendidikan dan kebutuhan kompetensi di masa depan. (pa/jh. Foto: Dok. Danamon)


