HomeNEWS UPDATENationalGempa NTT: 103 Orang Meninggal Dunia

Gempa NTT: 103 Orang Meninggal Dunia

BusinessUpdate – Sebanyak 103 orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026). korban meninggal dunia terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai sebanyak 41 orang, disusul Manggarai Timur 34 orang, serta Nagekeo dan sejumlah kabupaten lainnya.

“Pada hari ini kami mencatat ada ketambahan tiga jiwa meninggal, menjadi 103 untuk hari ini catatan kami,” kata Plt Kapusdatin dan Komunikasi BNPB Berton SP Panjaitan, dalam jumpa pers virtual, pada Selasa (25/8/2026).

Berton melaporkan, jumlah korban meninggal berdasarkan jenis kelamin, 55% korban meninggal dunia merupakan perempuan, sedangkan 45% lainnya laki-laki. Sementara berdasarkan kelompok umur, korban terbanyak merupakan lansia dengan persentase 45%, disusul kelompok dewasa 37%, anak-anak dan remaja 12%, serta sisanya balita dan batita.

Selain korban meninggal, BNPB mencatat 1.666 orang mengalami luka-luka. “Kami mendapat tambahan angka sebesar 63 orang yang luka-luka, sehingga total yang kami catat adalah sebesar 1.666 orang,” ungkap Berton.

Jumlah korban luka terbanyak tercatat di Manggarai Timur, yakni 239 orang mengalami luka berat dan 404 orang luka ringan. Selanjutnya di Kabupaten Manggarai, tercatat 58 orang mengalami luka berat dan 474 orang luka ringan.

Berton mengatakan, jumlah pengungsi juga masih bertambah karena gempa susulan yang memicu kepanikan dan trauma di tengah masyarakat. “Hingga hari ini kami sudah mencatat 185.113 orang yang saat ini mengungsi. Baik itu pengungsi yang ada mandiri maupun pengungsi yang ada terpusat,” ujarnya.

Pada Selasa, BNPB mencatat tambahan 4.804 orang yang mengungsi. Tambahan pengungsi tersebut paling banyak tercatat di Manggarai, Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sikka, Ende, dan Ngada. Berton mengatakan, gempa bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 tersebut masih diikuti gempa susulan.

“Saat ini gempa susulan sudah tercatat di BMKG sebanyak 7.029 kali. Magnitudo terbesar 6,2, yang terkecil 1,1,” jelasnya. Dalam sehari terakhir, tercatat 141 gempa susulan yang dirasakan masyarakat. Menurut Berton, gempa susulan masih berpotensi terjadi hingga tiga sampai empat minggu setelah gempa utama. (pa/jh. Foto: Dok.

Must Read