HomeCORPORATE UPDATEBUMNASDP Siapkan Langkah Hadapi Kenaikan Trafik Penyeberangan

ASDP Siapkan Langkah Hadapi Kenaikan Trafik Penyeberangan

BusinessUpdate – PT ASDP Indonesia Ferry menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kenaikan trafik kendaraan yang mencakup peningkatan kapasitas dermaga, optimalisasi pola operasi kapal, hingga penambahan kapal.

“Dalam tiga tahun terakhir itu menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan di lintasan Ketapang dan lain-lain,” ujar Corporate Secretary ASDP Indonesia Ferry Windy Andale dikutip dari Kompas, Jumat (11/9/2026).

Ia melihat penambahan trafik ini dampak dari adanya pembangunan jalan tol sehingga arus lalu lintas menjadi lebih cepat. Akhirnya penyeberangan yang menjadi gerbang terakhir.

Windy mengatakan, peningkatan trafik kendaraan menjadi salah satu tantangan bagi pengelola pelabuhan dan operator kapal. Kenaikan jumlah kendaraan perlu diimbangi kapasitas dermaga dan armada. Langkah tersebut diperlukan agar permintaan tidak melampaui kapasitas layanan.

Pada 30 Agustus hingga 5 September 2026, ASDP mencatat lonjakan kendaraan sekitar 16% dibandingkan bulan sebelumnya. Pada periode tersebut, ASDP mengoperasikan sekitar 176 kapal dengan 1.210 perjalanan. Namun, peningkatan jumlah kendaraan tidak selalu bisa langsung diimbangi kapasitas yang tersedia.

Sejumlah faktor operasional turut memengaruhi daya serap pelabuhan. Salah satunya kondisi rute alternatif yang mengalami penurunan daya serap. Berkurangnya jumlah kapal di lintasan alternatif membuat sebagian kendaraan logistik beralih ke Ketapang Gilimanuk. Beban di lintasan tersebut pun meningkat.

Windy menilai kondisi tersebut merupakan efek berantai dari sejumlah faktor yang terjadi secara bersamaan. Penanganan kepadatan pun tidak cukup dilakukan ASDP sendiri. Koordinasi diperlukan dengan seluruh ekosistem transportasi dan penyeberangan.

“Ini memang multiplier effect dari beberapa hal yang mungkin terjadi yang nantinya juga butuh kolaborasi, tidak hanya dari kami selaku pengelola pelabuhan dan operator kapal, tapi dari seluruh ekosistem yang ada di pelabuhan dan penyeberangan,” katanya.

Untuk menambah kapasitas, ASDP secara bertahap meningkatkan fasilitas dermaga. Program tersebut ditujukan untuk memperbesar daya tampung dan mempercepat pelayanan kendaraan di pelabuhan. Namun, pengerjaan peningkatan dermaga dalam jangka pendek turut mengurangi kapasitas operasional. Sebagian fasilitas harus digunakan secara terbatas selama proses pembangunan.

ASDP juga menyiapkan optimalisasi pola operasi kapal. Salah satu strategi yang telah diterapkan adalah TBB dengan dukungan KSOP dan BPTD terhadap sejumlah kapal di lintasan Ketapang Gilimanuk.

ASDP juga menyiapkan kapal perbantuan untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan. Salah satunya KMP Jatra I yang disiapkan untuk membantu layanan di lintasan Ketapang Gilimanuk. Kapal perbantuan juga disiapkan untuk mendukung rute Tanjung Wangi Lembar. (pa/jh. Foto: Dok. ASDP)

Must Read