BusinessUpdate – Kian berubahnya zaman, dunia teknologi pun kian dinamis, PT Bank Nagari terus memantapkan eksistensinya sebagai institusi perbankan daerah yang bergerak maju, adaptif, dan berdaya saing global.
Hal tersebut dibuktikan dengan keikutsertaan PT Bank Nagari dalam ajang Indonesia Digital Technology and Innovation (IDTI) Awards 2026 pada Rabu (23/09/2026).
Dalam sesi penjurian yang berlangsung interaktif, dihadiri langsung oleh delegasi PT Bank Nagari terdiri dari:
1. Zilfa Efrizon selaku Direktur Operasional
2. Yunasrul selaku Pemimpin Divisi Teknologi & Digitalisasi
3. Yosviandri Asril selaku Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan
4. Decky Suandy selaku Pemimpin Group Perencanaan & Quality Assurance
Lebih lanjut, menghadapi tantangan industri perbankan modern, bank kebanggaan masyarakat Sumatra Barat ini senantiasa mengikuti tren pasar dan siap berkompetisi dalam ekosistem bisnis digital yang sehat.
Transformasi ini bukan hanya menyoroti produk, melainkan telah tertuang secara komprehensif di dalam cetak biru (blueprint) Human Capital Bank Nagari. Salah satunya yakni membangun dan membudayakan digital culture bagi setiap insan Bank Nagari. Seluruh proses operasional yang sebelumnya konvensional didorong untuk beralih ke platform digital guna efisiensi dan produktivitas secara signifikan.
Di hadapan dewan juri, PT Bank Nagari memperkenalkan Arsitektur Ekosistem Inovasi yang menopang seluruh lini bisnis dan operasional bank. Arsitektur ini dibagi menjadi 4 (empat) pilar strategis:
Pilar 1 (Ritel): SuperApp & Self-Service
Fokus pada peningkatan pengalaman nasabah ritel melalui inovasi digital unggulan seperti aplikasi Ollin, TPE, CRM, hingga layanan perbankan tanpa kartu (Cardless).
Pilar 2 (Korporasi): Solusi Pembayaran & B2B
Menghadirkan solusi finansial yang oke bagi segmen korporasi dan bisnis melalui platform NCM, perangkat EDC, perluasan adopsi QRIS, serta layanan Laku Pandai.
Pilar 3 (Sektoral): Ekosistem Khusus
Mengembangkan solusi digital yang menyasar sektor-sektor spesifik dan pelayanan publik, meliputi sistem N-HOSIN, digitalisasi klinik, Digital Masjid, hingga layanan N-Retribusi.
Pilar 4 (Internal): Akselerator Operasional
Memperkuat efisiensi kerja dari dalam melalui modernisasi sistem internal yang mencakup Back Office, LISS, NEO, dan SIM SDM.
Selanjutnya sesi penjurian kembali bergulir dengan agenda pendalaman materi yang interaktif antara tim redaksi bersama dewan juri dan jajaran manajemen PT Bank Nagari. Diskusi menarik ini menyoroti terkait bagaimana kesiapan SDM Bank Nagari menghadapi perubahan teknologi yang begitu cepat.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Direktur Operasional Bank Nagari, Zilfa Efrizon menyampaikan bahwa jajaran direksi, komisaris, hingga level operasional terbawah memiliki komitmen penuh dalam mendorong layanan berbasis digital.
Komitmen tersebut telah termaktub secara sistematis di dalam cetak biru (blueprint) Human Capital Bank Nagari. Fokus utamanya yakni membangun dan membudayakan digital culture bagi setiap insan perbankan, di mana seluruh proses manual dialihkan ke platform digital guna mendongkrak efisiensi serta produktivitas kerja.
Salah satu implementasi yang dilakukan secara individu yaitu terkait penggunaan sistem absensi digital, lewat sistem ini, pegawai diwajibkan menjawab sejumlah pertanyaan terkait bisnis dan literasi digital terlebih dahulu sebelum dapat melakukan absen pulang, sebagai bagian dari pembentukan budaya kerja yang adaptif.
Menjelang akhir sesi, perwakilan dewan juri yang melibatkan Pak Elvis, Prof. Yandra, Ibu Shelvie, Pak Haryono, dan Pak Djoharsjah memberikan berbagai masukan. Sesi tanya jawab ini sekaligus mencerminkan komitmen dan performa manajemen Bank Nagari dalam memaparkan progres kinerja yang selama ini dijalankan.
Menutup rangkaian penjurian, tim redaksi menyampaikan apresiasi dan harapan agar seluruh inovasi yang dihadirkan dapat membawa Bank Nagari kembali meraih pencapaian terbaik serta berjumpa di malam penganugerahan di Jakarta. (kiy)


