BusinessUpdate – PT PAL Indonesia memastikan perbaikan KMP Mahkota Nusantara akan mampu menjaga serta mendukung keandalan armada penyeberangan dan konektivitas antarpulau. Perbaikan kapal tidak hanya ditujukan untuk memenuhi target waktu tetapi juga mengembalikan performa kapal agar siap melayani mobilitas masyarakat.
“Kami memastikan perbaikan KMP Mahkota Nusantara tidak hanya selesai sesuai target, tetapi benar-benar mengembalikan kapal dalam kondisi siap beroperasi dengan performa terbaik, sehingga konektivitas dan mobilitas masyarakat dapat terus terjaga,” jelas Direktur Pemasaran PT PAL Indonesia Wiyono Komodjojo dalam keterangan resmi, Rabu (7/10/2026).
KMP Mahkota Nusantara merupakan kapal jenis Ro-Ro yang mengangkut penumpang dan kendaraan serta dioperasikan PT Jembatan Nusantara sebagai anak usaha PT ASDP Indonesia Ferry.
PT PAL mengerahkan fasilitas, tenaga ahli, teknologi, dan kapabilitas maintenance, repair and overhaul (MRO) terintegrasi untuk memastikan proses perbaikan kapal memenuhi standar waktu dan kualitas.
Wiyono mengatakan penguatan kapasitas MRO menjadi bagian dari upaya PT PAL mengonsolidasikan kemampuan industri maritim nasional karena kemandirian sektor tersebut tidak hanya ditentukan oleh kemampuan membangun kapal baru, tetapi juga menjaga keandalan armada yang telah beroperasi.
Sementara itu, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo menilai kolaborasi dengan PT PAL menjadi langkah strategis untuk menjaga kesiapan armada ASDP yang kebutuhannya diperkirakan terus meningkat.
Menurutnya, penambahan dan pemeliharaan armada dibutuhkan untuk memperkuat layanan penyeberangan sekaligus mendukung penurunan biaya logistik sekaligus menjamin keselamatan masyarakat.
Heru berharap sinergi kedua perusahaan terus diperkuat melalui komunikasi dan kolaborasi intensif untuk mendukung kebutuhan armada sekaligus memperkuat industri maritim nasional.
Perbaikan KMP Mahkota Nusantara menjadi salah satu bentuk sinergi operator dan galangan nasional dalam memastikan armada penyeberangan tetap andal sehingga konektivitas dan mobilitas masyarakat antarpulau dapat terus terjaga. (rn/jh. Foto: Dok. PAL)


