BusinessUpdate – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat hingga akhir September 2026 perseroan memiliki jaringan sebanyak 1,06 juta BRILink Agen yang menjangkau lebih dari 60 ribu desa atau sekitar 80% desa di Indonesia. Adapun, volume transaksi BRILink Agen pada periode tersebut mencapai Rp1.270 triliun, dengan jumlah transaksi sekitar 750 juta transaksi.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan bahwa kekuatan BRILink Agen bukan hanya terletak pada luasnya jaringan, melainkan juga pada kedekatan para agen dengan masyarakat.
Melalui hubungan yang terbangun sehari-hari, BRILink Agen turut menjadi jembatan bagi masyarakat untuk mengenal layanan keuangan formal dan semakin terbiasa memanfaatkan transaksi digital.
“BRILink Agen bukan sekadar mitra transaksi perbankan. Di banyak daerah, mereka menjadi pihak yang membantu masyarakat mengakses layanan keuangan, memahami cara bertransaksi, sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Akhmad dalam keterangan resmi, Selasa (13/10/2026).
Ia menambahkan bahwa perseroan berharap para agen terus tumbuh bersama masyarakat yang mereka layani, sehingga manfaat inklusi keuangan juga dapat menciptakan peluang ekonomi yang lebih besar.
Sebagai informasi, Oktober adalah Bulan Inklusi Keuangan sehingga perseroan memandang BRILink Agen tidak hanya menjadi perpanjangan layanan perbankan hingga ke pelosok desa melainkan juga turut berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan dan mendorong pemanfaatan layanan digital di tengah masyarakat.
Perseroan menyampaikan bahwa BRILink Agen membawa manfaat bagi masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses layanan perbankan, mulai dari membayar tagihan listrik, air, BPJS Kesehatan, telepon, hingga membeli pulsa dan melunasi cicilan.
Selain itu, BRILink Agen membuka akses terhadap layanan keuangan yang lebih luas, seperti referral pembukaan rekening tabungan dan pengajuan pinjaman, asuransi mikro, tarik tunai dari kiriman uang luar negeri, hingga pembelian tiket moda transportasi seperti tiket bus, shuttle, kereta dan penyeberangan menggunakan kapal.
Di sisi lain, menurut perseroan, kehadiran BRILink Agen turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Melalui kemitraan dengan BRI, pemilik warung dan pelaku usaha lokal dapat memperoleh tambahan penghasilan dari layanan transaksi perbankan, sekaligus mengembangkan usahanya menjadi lebih produktif dan berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar.
Peluang pertumbuhan usaha ini terus diperkuat melalui upaya perseroan dalam meningkatkan kapasitas dan produktivitas para agen, sehingga mereka dapat naik kelas ke kategori Jawara dan Juragan, yakni tingkatan agen dengan fee based income tertinggi. Per September 2026, perseroan mencatat bahwa sebanyak 59 ribu BRILink Agen berada pada kedua kategori tersebut.
Menurut perseroan, perkembangan ini memperlihatkan bahwa kemitraan BRILink Agen tidak hanya menjadi sumber pendapatan tambahan, tetapi juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperbesar skala bisnis dan memperkuat ketahanan ekonomi.
Perseroan juga mencatat, besarnya manfaat yang dihadirkan bagi masyarakat berjalan beriringan dengan kontribusi terhadap bisnis perseroan.
Hingga akhir September 2026, aktivitas BRILink Agen telah menghasilkan fee-based income sebesar Rp1,3 triliun serta mendukung penghimpunan dana murah atau current account savings account (CASA) sebesar Rp32 triliun.
“Kinerja bisnis yang positif ini kian memperlihatkan bahwa penguatan jaringan keuangan di tingkat desa tidak hanya membantu menggerakkan transaksi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat bisnis BRI yang berbasis ekonomi kerakyatan,” tutup Akhmad. (rn/jh. Foto: Dok. BRI)


