BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat jumlah penumpang yang berangkat dari Stasiun Sukabumi sepanjang Januari-September 2026 mencapai 613.678 orang, meningkat sekitar 7% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 574.151 penumpang.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan peningkatan sebanyak 39.527 penumpang tersebut menunjukkan tingginya pemanfaatan Stasiun Sukabumi sebagai titik keberangkatan perjalanan antardaerah.
“Konektivitas yang tersedia memberikan pilihan transportasi bagi masyarakat untuk menunjang aktivitas pekerjaan, pendidikan, perjalanan keluarga, hingga wisata,” kata Franoto dalam keterangan resmi, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, Stasiun Sukabumi memiliki posisi penting dalam mendukung mobilitas masyarakat melalui layanan kereta api yang menghubungkan sejumlah wilayah di Jawa Barat.
“Dengan adanya layanan perjalanan menuju Bogor serta Cianjur hingga Cipatat, masyarakat memiliki pilihan transportasi untuk mendukung aktivitas sehari-hari maupun perjalanan antardaerah. Pertumbuhan jumlah penumpang ini menjadi indikator positif terhadap pemanfaatan transportasi kereta api,” lanjutnya.
Berdasarkan data KAI Daop 1 Jakarta, sepanjang Januari hingga September 2026, total volume keberangkatan wilayah Bogor–Sukabumi mencapai 1.241.652 penumpang. Jumlah tersebut meningkat sekitar 6% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 1.171.257 penumpang.
Sementara itu, Stasiun Bogor Paledang berada di posisi kedua dengan 406.304 penumpang. Pertumbuhan penumpang juga terjadi di sejumlah stasiun lainnya. Stasiun Cigombong mencatat kenaikan sekitar 10%, dari 10.894 penumpang pada Januari–September 2025 menjadi 11.986 penumpang pada periode yang sama tahun 2026.
Peningkatan serupa terjadi di Stasiun Cicurug, dari 27.828 menjadi 30.575 penumpang. Sedangkan, Stasiun Cibadak melayani 64.848 penumpang, Stasiun Cisaat sebanyak 61.508 penumpang, serta Stasiun Parungkuda sebanyak 35.280 penumpang. Ketiga stasiun tersebut juga mencatat peningkatan volume keberangkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Kereta api tidak hanya menjadi sarana perjalanan, tetapi juga bagian dari konektivitas antardaerah yang mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pariwisata. KAI terus berupaya menjaga kualitas pelayanan agar masyarakat dapat menikmati perjalanan yang aman, nyaman, dan memiliki kepastian waktu,” tutup Franoto. (ip/jh. Foto: Dok. Pemkot Sukabumi)


