BusinessUpdate – Kementerian Pertanian (Kementan) mengatakan stok bawang merah dan cabai menjelang ramadan dan lebaran 2023 cukup aman menyusul panen raya di Temanggung dan Wonosobo.
“Alhamdulillah setelah saya melihat di lokasi, ada panen luar biasa di Temanggung-Wonosobo,” kata Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Andi Muhammad Idil Fitri, usai panen dan meninjau gudang pascapanen milik Koperasi Produsen Tawon Sindoro Sumbing di Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (10/2/2023).
Ia mengatakan panen bawang merah, bawang putih dan cabai, cukup untuk mensuplai kebutuhan di Jabodetabek bahkan sampai ke Sumatra.
“Hal ini untuk stabilisasi harga dan ketersediaan bawang merah, bawang putih dan cabai sehingga menjelang bulan puasa dan Lebaran 2023 Insyaallah persediaan aman,” katanya.
Ia menyampaikan selain Temanggung dan Wonosobo, juga ada di beberapa sentra yang lain, khusus untuk cabai ada di 11 lokasi, kemudian bawang merah ada di 17 lokasi termasuk Temanggung dan Wonosobo.
Ia mengakui di sejumlah tempat memang ada fluktuasi harga, tetapi sekarang cenderung menurun. “Harapannya akan menurun terus sehingga terjangkau daya beli masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Kelompok Tani Agrapana Jaya Bansari Kabupaten Temanggung, Siswanto, mengatakan hasil panen bawang merah cukup stabil meskipun curah hujan tinggi, yakni di angka 12 hingga 13 ton per hektar.
Ia menyebutkan harga bawang merah dalam satu pekan terakhir cenderung turun. Di tingkat petani, harga bawang merah basah saat ini berkisar Rp14.000-Rp15.000 per kilogram yang sebelumnya sampai Rp22.000 per kilogram.
Menurut Siswanto, turunnya harga bawang merah karena telah memasuki masa panen, khususnya di sentra “food estate” (FE) Temanggung. Sampai Maret 2023, petani akan panen lebih banyak lagi.
Siswanto menuturkan rencana panen dari mitra Koperasi Produsen Tawon Sindoro Sumbing sekitar 47 hektar. Kemudian dari petani yang tanam secara mandiri lebih banyak ada sekitar 200 sampai 300 hektar di Kabupaten Temanggung. (pa/jh)


