BusinessUpdate – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (National Food Agency/NFA) mengimpor Gula Kristal Putih (GKP) sebanyak 215 ton untuk mengamankan ketersediaan gula konsumsi pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri.
Kepala Bapanas (NFA) Arief Prasetyo Adi mengatakan, stok gula untuk memenuhi kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini aman. Saat ini pemenuhan gula masih memaksimalkan hasil panen dalam negeri.
“Kita telah lakukan penugasan, dengan menyampaikan surat permohonan penugasan Menteri BUMN kepada BUMN Pangan dalam hal ini ID FOOD dan PTPN Holding Perkebunan untuk melakukan pengadaan gula konsumsi luar negeri. Prosesnya sudah berjalan dan ditargetkan sudah ada yang masuk pada Maret-April ini untuk menambah stok dan menjaga harga di tengah puasa dan lebaran,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (24/3/2023).
Melalui penugasan tersebut, BUMN Pangan ID FOOD dan PTPN Holding Perkebunan akan mengimpor sekitar 215.000 ton gula kristal putih (GKP) secara bertahap.
“Seluruh proses perizinan dari Kementerian BUMN dan Kementerian Perdagangan sudah dipenuhi. Kedatangan dilakukan secara bertahap. Pada Maret-Mei ini ditargetkan masuk sekitar 99 ribu ton GKP,” ujar Arief.
Untuk pemerataan, kedatangan GKP pada Maret-Mei 2023 ini dilakukan di tiga pelabuhan, yaitu pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Perak Surabaya, dan Belawan Medan. “Kedatangannya kita sebar di tiga pelabuhan agar pendistribusiannya lebih cepat dan merata,” tambahnya.
Sementara itu, berdasarkan Prognosa Neraca Pangan yang disusun NFA, stok awal gula nasional di Januari 2023 sebesar 1,1 juta ton. Sedangkan, kebutuhan gula nasional per bulan sebesar 283.000 ton.
“Berdasarkan penghitungan kebutuhan gula nasional tersebut, maka untuk mengamankan kebutuhan sampai dengan Idul Fitri kita sudah siapkan penambahan pasokan gula. Mengingat saat hari raya kerap terjadi lonjakan permintaan dan konsumsi, sementara musim giling tebu baru akan mulai sekitar bulan Mei,” jelasnya.
Arief mengatakan, gula konsumsi merupakan salah satu komoditas pangan strategis yang ketersediaannya masih harus ditunjang pasokan dari luar. Mengingat, produksi dalam negeri belum bisa menutupi kebutuhan nasional.
Berdasarkan Prognosa Neraca Pangan Nasional Januari-Desember 2023, diperkirakan pada tahun ini produksi gula dalam negeri sekitar 2,6 juta ton, sedangkan angka kebutuhan gula nasional 2023 sekitar 3,4 juta ton. (pa/jh)


