HomeFINANCEBankLaba Bank BJB Semester I/2023 Turun 24 Persen Secara Tahunan

Laba Bank BJB Semester I/2023 Turun 24 Persen Secara Tahunan

BusinessUpdate – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. atau Bank BJB (BJBR), bersama entitas anak usaha, membukukan laba bersih sebesar Rp908,7 miliar pada semester I/2023. 

Capaian tersebut turun 24% secara tahunan (yoy) dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar Rp1,19 triliun.  

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan pada Rabu (26/7/2023), penyusutan laba bank sejalan dengan penurunan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) 16% yoy menjadi Rp3,45 triliun pada semester I/2023. 

Bank BJB juga mencatatkan kerugian dari penjabaran transaksi valuta asing sebesar 333%, yaitu dari Rp1,63 miliar per Juni 2022 menjadi Rp7,08 miliar pada Juni 2023.  

Secara konsolidasi, beban promosi BJBR mengalami kenaikan 13%, dari Rp194 miliar pada Juni 2022 menjadi Rp219,91 miliar pada Juni 2023. 

Sementara itu, kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) bank only tercatat naik 6% yoy menjadi Rp153,7 miliar pada semester I/2023 ini. 

Rasio biaya operasional dan pendapatan operasional (BOPO) pun naik 656 basis poin (bps) menjadi ke level 84,97% pada semester I/2023 dari 78,41% pada periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). Semakin tinggi rasio BOPO, semakin besar proporsi pendapatan perusahaan yang harus dikeluarkan untuk biaya-biaya operasional.  

Bank BJB mencatatkan penurunan rasio imbal balik ekuitas (return on equity/ROE) 641 bps menjadi 14,09%. Lalu, rasio imbal balik aset (return on asset/ROA) BJBR juga turun 55 bps menjadi 1,33%.  

Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross meningkat dari 1,10% pada Juni 2022 menjadi 1,22% per Juni 2023. NPL nett pun turut meningkat dari 0,31% per Juni 2023 menjadi 0,56% per Juni 2023. 

Meski begitu, dari sisi intermediasi, Bank BJB mencatatkan peningkatan penyaluran kredit 5% yoy menjadi Rp121,2 triliun. Sementara, bank only membukukan Rp113 triliun.  

Dari sisi pendanaan, BJBR telah meraup dana pihak ketiga (DPK) secara konsolidasian sebesar Rp128,98 triliun. Sementara, dana murah atau current account savings account (CASA) naik tipis dari Rp54,7 triliun menjadi Rp54,9 triliun pada Juni 2023. (pa/jh)

Must Read