HomeNEWS UPDATENationalKebutuhan Rumah di IKN Capai 16.000 Unit, Swasta Diminta Ambil Bagian

Kebutuhan Rumah di IKN Capai 16.000 Unit, Swasta Diminta Ambil Bagian

BusinessUpdate – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan kebutuhan rumah di Ibu Kota Nusantara (IKN) diperkirakan mencapai 16.000 unit.

“Pemerintah sangat membuka peluang masuknya investasi di bidang perumahan dan properti di Ibu Kota Nusantara (IKN). Kebutuhan rumah di IKN sangat besar karena pusat pemerintahan akan pindah ke sana diikuti dengan para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan petugas Hankam serta masyarakat umum,” kata Iwan Suprijanto, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, melalui keterangan resmi, dikutip Selasa (14/11/2023). 

Ia mengatakan guna mendukung pembangunan perumahan di IKN, pada tahap I pemerintah akan membangun sebanyak 2.500 unit hunian yang dibangun dengan APBN dan 3.000 unit melalui skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). 

Selanjutnya, Pemerintah juga memberikan dukungan kemudahan berusaha berupa insentif fiskal dan non-fiskal kepada investor di IKN sesuai dengan ketentuan PP 12 tahun 2023, yang meliputi insentif perpajakan, fasilitas pajak khusus dan penerimaan khusus, fasilitasi penyediaan lahan, dan fasilitasi sarana prasarana. 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Rumah Umum dan Komersial Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Fitrah Nur, menerangkan bahwa pemerintah tetap optimistis bahwa sektor perumahan dan properti akan tetap tumbuh kuat dengan semakin masifnya pembangunan infrastruktur di IKN.  

Dalam rangka meningkatkan investasi di sektor properti di IKN, Pemerintah juga terus menggandeng berbagai mitra kerja baik asosiasi pengembang dan perbankan dengan berbagai kebijakan yang dapat memperkuat pertumbuhan perumahan dan properti di Indonesia. 

“Kami berharap pelaku usaha properti ikut berkontribusi secara aktif bukan hanya dalam membangun rumah, tetapi juga membangun berbagai fasilitas pendukung lainnya sehingga akan lebih terwujud sebuah ekosistem perkotaan yang lebih inklusif dan ini merupakan kesempatan emas dalam pembangunan properti di IKN dan menciptakan iklim yang kondusif bagi pemulihan ekonomi nasional sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” tutupnya. (ip/jh)

Must Read