BusinessUpdate – PT Pertamina (Persero) menyiapkan dana sebesar US$7,5 miliar atau sekitar Rp116 triliun untuk menjaga keamanan pasok bahan bakar minyak (BBM) dan LPG selama periode libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru).
Direktur Utama (Dirut) Pertamina), Nicke Widyawati mengatakan pihaknya terus mengupayakan pengendalian konsumsi BBM dan LPG bersubsidi saat Nataru 2023 agar tepat sasaran dan tidak terjadi pemborosan untuk menjaga stok.
“Untuk mengamankan nanti Nataru, kami pastikan rata-rata stok di kita adalah 21—26 hari dengan nilai idle money yang harus kami tahan di inventory sekitar US$7,5 miliar untuk menjaga keamanan pasokan. Kami pastikan Nataru akan berjalan dengan lancar,” kata Nicke dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Selasa (21/11/2023).
Nicke menyampaikan, adanya kemungkinan over kouta untuk solar dan LPG bersubsidi. Kemungkinan over kouta, disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang makin membaik saat ini.
“Walau demikian, dari sisi anggaran sangat aman. Anggaran untuk LPG hanya terpakai sebagian, jadi masih ada sisa anggaran sehingga bisa digunakan untuk menambah anggaran tambahan kuota ini,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, tengah mengantisipasi kemungkinan dampak reli harga minyak mentah terhadap alokasi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir tahun ini. (rn/jh)


