Home Blog Page 109

Kontribusi Pajak dan PNBP PT Timah pada 2025 Capai Rp1,624 Triliun

BusinessUpdate – PT Timah (Persero) Tbk mencatat peningkatan kontribusi berupa pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sepanjang 2025 sebesar Rp1,624 triliun, melonjak 106,9% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp855,044 miliar.

Corporate Secretary PT Timah (Persero) Tbk Ruddy Nursalam mengatakan, pihaknya tidak hanya berfokus pada pengelolaan dan produksi mineral strategis, tetapi juga berkomitmen memastikan seluruh aktivitas perusahaan memberikan manfaat dan kontribusi nyata bagi negara.

Menurutnya, sebagai perusahaan pertambangan milik negara, perseroan memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga kontribusi terhadap penerimaan negara melalui setoran pajak dan PNBP untuk mendukung pembangunan nasional.

“Kontribusi melalui pajak dan PNBP merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab, sehingga manfaatnya dapat dirasakan kembali oleh masyarakat dan negara,” kata Ruddy dalam keterangan resmi, Senin (18/5/2026).

Adapun kontribusi pajak dan PNBP ini berasal dari berbagai komponen, mulai dari pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai, PBB, royalti, bea keluar, hingga iuran produksi yang wajib dibayarkan perusahaan sebagai pemegang izin usaha pertambangan.

Peningkatan kontribusi kepada negara ini sejalan dengan membaiknya kinerja perusahaan sepanjang 2025, dengan laba bersih sebesar Rp1,31 triliun.

Ia menambahkan, kenaikan kontribusi tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan dalam mendukung penerimaan negara sekaligus memperkuat peran perusahaan sebagai salah satu entitas strategis nasional di sektor pertambangan timah.

Pihaknya juga terus memperkuat kepatuhan serta meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan perusahaan dengan mengedepankan prinsip good mining practice dan tata kelola perusahaan yang berkelanjutan.

Selain fokus pada kinerja bisnis, perusahaan yang tergabung dalam holding group MIND ID ini juga terus menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial, lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan UMKM sebagai bagian dari komitmen dalam menciptakan manfaat berkelanjutan. (rn/jh. Foto: Dok. Timah)

KAI Perkuat Kesiapan Implementasi Biodiesel B50 Mulai Juli 2026

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus memperkuat kesiapan implementasi B50 melalui serangkaian pengujian teknis pada sarana perkeretaapian berbasis diesel.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan perjalanan, keandalan operasional, dan kualitas layanan kepada pelanggan tetap terjaga selama proses transisi energi berlangsung.

Sebagai informasi, Pemerintah akan memberlakukan implementasi mandatori biodiesel B50 secara nasional mulai 1 Juli 2026 sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi dan transisi menuju penggunaan energi yang lebih berkelanjutan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan bahwa implementasi B50 menjadi bagian dari kesinambungan penggunaan biodiesel yang sebelumnya telah diterapkan pada tahap B35 dan B40 di lingkungan operasional KAI.

“KAI mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat pemanfaatan energi yang lebih berkelanjutan. Pada setiap tahapan implementasinya, aspek keselamatan, keandalan sarana, dan kualitas layanan tetap menjadi perhatian utama,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Senin (18/5/2026).

Sepanjang 2025, penggunaan biodiesel B40 pada layanan Kereta Api Jarak Jauh menghasilkan total emisi karbon sebesar 127.315.192 kg CO₂e atau sekitar 127,3 ribu ton dari total 47,4 juta pelanggan.

Sementara pada Januari–April 2026, layanan KA Jarak Jauh dan Lokal yang dikelola KAI telah melayani 19.218.440 pelanggan dengan konsistensi penggunaan bahan bakar berbasis biodiesel pada berbagai perjalanan kereta api berbasis diesel.

Dalam berbagai studi transportasi, moda berbasis rel memiliki tingkat emisi yang lebih rendah dibanding kendaraan pribadi. Rata-rata emisi kereta api berada di kisaran 15–40 gram CO₂ per penumpang-kilometer, sementara kendaraan pribadi dapat mencapai sekitar 120–250 gram CO₂ per penumpang-kilometer. Kondisi ini menunjukkan bahwa penggunaan kereta api membantu menjaga emisi sektor transportasi tetap lebih terkendali seiring tingginya mobilitas masyarakat.

Dalam mendukung implementasi B50, KAI bekerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta LEMIGAS melalui tahapan pengujian yang dilakukan secara bertahap sejak pertengahan April 2026. Rangkaian pengujian dimulai dari proses blending bahan bakar, pemeriksaan kondisi sarana, hingga pengujian operasional pada berbagai jenis armada.

Untuk lokomotif, pengujian dilakukan di Depo Sidotopo dengan fokus pemantauan pada performa engine dan konsumsi bahan bakar selama penggunaan B50. Pengamatan dilakukan untuk memastikan karakteristik pembakaran, stabilitas performa mesin, serta efisiensi operasional tetap berjalan optimal dalam penggunaan harian.

Sementara itu, pengujian pada kereta pembangkit dilaksanakan di Depo Kereta Yogyakarta dengan fokus pada pemantauan konsumsi bahan bakar dan pengujian berkala setiap 300 jam operasi. Pengujian dilakukan melalui tahapan pemeriksaan awal, penggunaan B40 sebagai pembanding, hingga penggunaan B50 untuk melihat respons sarana dalam berbagai kondisi operasional.

KAI juga menyiapkan pengujian lanjutan dalam jangka waktu lebih panjang guna memastikan ketahanan sarana tetap terjaga saat beroperasi secara intensif di lapangan. Hingga saat ini, seluruh hasil pengujian masih dalam proses evaluasi dan pemantauan bersama pemerintah serta tim teknis terkait.

“Percepatan implementasi B50 memerlukan kesiapan yang terukur agar tetap selaras dengan standar keselamatan dan kualitas layanan transportasi publik. KAI terus memperkuat koordinasi dan pengujian teknis agar implementasinya dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” tutup Anne. (ip/jh. Foto: Dok. KAI)

Bussan Auto Finance Salurkan Pembiayaan Baru Rp11,46 Triliun pada 2025

BusinessUpdate – PT Bussan Auto Finance (BAF) mencatatkan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp11,46 triliun sepanjnag 2025. Nilai tersebut meningkat tipis 3,70% secara tahunan (yoy).

Presiden Direktur BAF Koji Kato mengatakan pembiayaan sepeda Motor Baru Yamaha masih menjadi kontributor utama dengan porsi lebih dari 60% terhadap total pembiayaan baru.

“Hal ini sejalan dengan preferensi konsumen terhadap model Yamaha dengan desain modern dan teknologi terbaru, yang mana segmen premium seperti Yamaha NMAX Neo mencatatkan pertumbuhan paling kuat,” tuturnya dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (18/5/2026).

Menurutnya, kinerja tersebut turut mendorong pendapatan BAF sehingga tumbuh 1,96% yoy menjadi Rp4,78 triliun. Di sisi lain, efisiensi operasional berhasil menekan beban operasional sebesar 1,10% yoy menjadi Rp4,25 triliun.

Stategi itu menghasilkan pertumbuhan bottom line yang signifikan, naik 36,14% yoy menjadi Rp413,47 miliar. Baginya, capaian itu mencerminkan kemampuan BAF dalam menjaga kualitas pembiayaan sekaligus mempertahankan profitabilitas di tengah kondisi industri yang menantang.

“Pencapaian ini merupakan hasil dari konsistensi strategi, penguatan manajemen risiko, serta peningkatan kualitas layanan kepada konsumen,” ujar Koji. Selama 2025 BAF terus memperkuat posisi sebagai captive finance Yamaha melalui berbagai inisiatif strategis.

Fokus pada pembiayaan sepeda Motor Baru Yamaha dilakukan secara konsisten melalui kolaborasi erat dengan Yamaha Indonesia Motor Manufacturing dan jaringan dealer di seluruh Indonesia. Kemudian, berbagai aktivitas pemasaran, baik melalui kanal daring maupun offline terus diakselerasi seiring dengan pengembangan proses yang lebih efisien dan perluasan jaringan layanan hingga ke wilayah pedesaaan.

“Kerja sama jangka panjang dengan Yamaha merupakan fondasi utama BAF. Tahun ini, kami berkomitmen untuk semakin memperkuat kolaborasi tersebut agar dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi konsumen sekaligus mendukung kinerja dealer Yamaha di seluruh Indonesia,” tegas Koji.

Di sisi lain, Koji turut menyebut bahwa diversifikasi dan keseimbangan portofolio tetap menjadi fokus untuk memastikan ketahanan bisnis jangka panjang.

Sepanjang 2025 BAF terus memperluas kontribusinya dalam keuangan berkelanjutan, salah satunya melalui dukungan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). “Hingga akhir 2025, pembiayaan produktif kepada UMKM telah mencapai Rp1,71 triliun atau berkontribusi 12,55% dari total portofolio pembiayaan,” ungkapnya.

BAF juga telah menyalurkan pembiayaan untuk kendaraan ramah lingkungan sebesar Rp2,50 triliun atau berkontribusi 18,34% terhadap total portofolio pembiayaan. Dengan demikian, total pembiayaan ramah lingkungan yang telah disalurkan BAF mencapai Rp4,21 triliun atau sekitar 30,89% dari total portofolio pembiayaan.

“Melalui penguatan pembiayaan UMKM dan dukungan terhadap kendaraan ramah lingkungan, kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan BAF berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan. Dengan semangat ini, kami optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Koji. (pa/jh. Foto: Dok. BAF)

Perluas Akses Pendidikan PalmCo Sediakan Rumah Baca

BusinessUpdate – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo menyediakan rumah baca serta bantuan buku bagi anak-anak di wilayah perkebunan dan daerah terdampak bencana. Hal ini sebagai bagian dari komitmen memperluas akses pendidikan dan meningkatkan literasi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Bertepatan dengan Hari Buku Nasional, kami melaksanakan sejumlah program literasi yang menyasar anak-anak di wilayah perkebunan dan daerah terdampak bencana,” kata Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa, dalam keterangan di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, dukungan perusahaan terhadap sarana literasi merupakan bagian dari penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG), khususnya pada pilar sosial dan pengembangan kemasyarakatan.

“Peringatan Hari Buku Nasional kami jadikan sebagai momentum untuk meninjau kembali sejauh mana perusahaan dapat berkontribusi dalam mendukung akses pendidikan di wilayah operasional,” tambahnya.

Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), subholding perkebunan ini menyalurkan bantuan buku bacaan dan menyediakan fasilitas rumah baca untuk masyarakat.

Salah satu penyaluran bantuan dilakukan dengan menyerahkan 200 eksemplar buku bacaan bagi santri di Pesantren (Dayah) Asasul Huda, Desa Meunasah Tunong, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Bantuan itu ditujukan agar anak-anak di daerah memiliki bahan bacaan yang memadai.

Selain distribusi buku secara langsung, PTPN IV PalmCo juga mengelola fasilitas literasi yang bersifat permanen dan terintegrasi dengan sarana pendidikan di lingkungan perusahaan.

Fasilitas rumah baca ini disediakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah yang dikelola perusahaan. Keberadaan rumah baca tersebut bersifat inklusif, yakni dapat diakses oleh anak-anak karyawan maupun anak-anak masyarakat yang tinggal di sekitar perkebunan.

Beberapa contoh fasilitas yang telah berjalan optimal berada di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Di antaranya adalah rumah baca di TK Mariani, Desa Binjai, Kecamatan Tayan Hulu, serta rumah baca di TK Kenanga, Desa Meliau Hilir, Kecamatan Meliau.

Dengan menempatkan rumah baca di lingkungan pendidikan anak usia dini, perusahaan berharap dapat membantu memupuk kebiasaan membaca sejak usia dini.

Di sisi lain, upaya peningkatan minat baca juga dilakukan dalam situasi darurat melalui peran komunitas perempuan perusahaan, srikandi PalmCo. Saat terjadi bencana hidrologis yang melanda sejumlah titik di Aceh dan Sumatera beberapa waktu lalu, srikandi PalmCo turut bergerak memberikan dukungan psikososial melalui literasi.

Komunitas ini menyalurkan belasan boks berisi ratusan buku bacaan anak-anak ke lokasi-lokasi terdampak. Langkah itu dimaksudkan sebagai bagian dari program trauma healing, agar anak-anak yang berada di pengungsian tetap memiliki aktivitas edukatif dan hiburan yang positif meski dalam situasi sulit.

Melalui penyediaan sarana rumah baca dan distribusi buku yang dilakukan secara berkala, baik oleh perusahaan maupun melalui inisiatif seperti srikandi PalmCo, pihaknya berharap dapat memberikan dukungan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Ke depannya, perusahaan itu akan terus melakukan pemetaan kebutuhan sarana literasi di regional-regional lain. Hal itu dilakukan guna memastikan setiap bantuan yang disalurkan dapat tepat sasaran dan memberikan dampak jangka panjang bagi perkembangan pendidikan anak-anak di daerah.

Tgk H Marzuki M Ali, perwakilan Yayasan Dayah Asaasul Huda, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, pembaruan koleksi buku bacaan sangat diperlukan untuk menjaga antusiasme belajar para santri di tengah keterbatasan akses fisik menuju perpustakaan daerah.

“Kehadiran buku-buku baru ini membantu memotivasi santri kami untuk lebih rutin membaca. Bagi kami, bantuan ini merupakan sarana pendukung yang insya Allah akan menjadi ilmu sangat bermanfaat untuk memperluas wawasan mereka di luar kurikulum harian,” kata Tgk Marzuki. (pa/jh. Foto: Dok. Palmco)

Sebanyak 1.061 KDKMP di Jateng dan Jatim Siap Serap Produk Masyarakat

BusinessUpdate – Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, sebanyak 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Timur dan Jawa Tengah telah mulai beroperasi dan siap menyerap berbagai produk masyarakat desa.

“KDKMP yang sudah beroperasi dipastikan akan menjadi offtaker dari berbagai produk masyarakat desa, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, kerajinan, hingga kuliner,” ujar Ferry dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, kehadiran Kopdes Merah Putih diharapkan mampu memperkuat ekonomi desa dengan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal. Koperasi juga akan berperan dalam penyaluran dan penyediaan kebutuhan pokok serta barang bersubsidi bagi masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasionalisasi 1.061 KDKMP untuk wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah, yang dilakukan secara simbolis di Koperasi Merah Putih Desa Nglawak, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Ferry mengungkapkan, operasionalisasi 1.061 KDKMP tersebut merupakan tahap awal dari pengembangan koperasi secara nasional. Secara keseluruhan, pembangunan KDKMP telah mencapai hampir 9.200 unit, yang akan dioperasikan secara bertahap di berbagai daerah.

“Ini merupakan awal dari KDKMP yang pembangunannya sudah hampir 100% untuk sekitar 9.200 unit, namun tahap pertama yang dioperasikan sebanyak 1.061 unit,” katanya.

Pemerintah menargetkan perluasan operasional KDKMP dalam skala besar pada tahap berikutnya. Pada Agustus 2026, jumlah koperasi yang beroperasi ditargetkan mencapai puluhan ribu unit. “Meskipun ditargetkan 20.000 unit, kami akan berusaha maksimal untuk bisa lebih dari itu,” ujar Ferry.

Di sisi lain, pemerintah juga tengah mengkaji solusi atas kendala keterbatasan lahan di sejumlah daerah yang belum memenuhi ketentuan minimal 1.000 meter persegi. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pembangunan fasilitas koperasi secara vertikal.

“Kami sedang mempertimbangkan desain pembangunan gerai dan gudang secara vertikal untuk wilayah dengan keterbatasan lahan,” katanya.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota menyatakan bahwa Agrinas bersama TNI sebagai pelaksana tugas untuk pembangunan gerai, gudang dan sarana kelengkapan lainnya optimistis target operasional 30.000 unit KDKMP pada tahap berikutnya dapat tercapai.

Sementara itu, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menyebut pembangunan KDKMP di wilayah Jawa secara umum tidak mengalami kendala berarti. Namun, ia menyebut tantangan masih dihadapi di daerah terpencil, terutama terkait keterbatasan akses dan infrastruktur. (ip/jh. Foto: Dok. PPID Jateng)

Hasil Hisab Idul Adha Jatuh pada 27 Mei 2026

BusinessUpdate – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI mengumumkan bahwa 1 Zulhijah 1446 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan dmeikian, Hari Raya Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026

“Berdasarkan hasil hisab dan laporan hilal, disepakati 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026, dengan demikian hari raya Idul Adha jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menyampaikan hasil Sidang Isbat di Jakarta, Minggu (17/5/2026).

Keputusan tersebut diperoleh setelah hasil pantauan (rukyatul) hilal yang dilakukan dari 88 lokasi berbeda di Indonesia. Dari hasil pemantauan, hilal telah melampaui kriteria yang telah ditetapkan oleh Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) terkait bulan Hijriah baru, yang mewajibkan tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Nasaruddin menyatakan keputusan tersebut merupakan hasil dari laporan rukyatul hilal yang dibawa dalam sidang isbat, dan telah dimusyawarahkan oleh para ulama, tokoh-tokoh Organisasi Kemasyarakatan (ormas), pakar Ilmu Falak dan astronomi, serta tokoh masyarakat lainnya.

Data tersebut juga disinkronisasikan dengan metode hisab yang dihitung secara matematis dan astronomis, serta telah dihimpun oleh Tim Rukyat Kemenag RI beberapa waktu yang lalu.

Sebelumnya, Muhammadiyah lewat metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Idul Adha 10 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026. Sementara itu, Hari Arafah atau 9 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026 dan awal bulan Zulhijah dimulai pada Senin, 18 Mei 2026.

Penetapan ini didasarkan pada hasil hisab astronomis global yang menggunakan Parameter Kalender Global (PKG), yakni sistem yang dirancang untuk menghadirkan keseragaman awal bulan Hijriah bagi seluruh umat Islam di dunia.

Dalam sistem ini, penentuan awal bulan tidak lagi bergantung pada batas wilayah negara, melainkan menggunakan prinsip keterlihatan hilal secara global. (rn/jh)

Hingga April 2026 Sebanyak 155 Juta Pelanggan Manfaatkan Subsidi Kereta Api

BusinessUpdate – Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan menyatakan program subsidi tarif yang disalurkan pada berbagai layanan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah dimanfaatkan oleh 155.809.294 pelanggan selama periode Januari hingga April 2026.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pelanggan KA Jarak Jauh dan KA Lokal bersubsidi dengan skema Public Service Obligation (PSO) pada Januari–April 2026 mencapai 6.221.378 pelanggan.

Selain layanan KA Jarak Jauh dan Lokal yang dikelola KAI, pemerintah juga memberikan subsidi tarif pada seluruh layanan Commuter Line dan LRT Jabodebek serta sebagian layanan yang dikelola KAI Bandara.

Layanan yang dikelola KAI Commuter mencatat volume pelanggan sebanyak 136.585.949 pelanggan pada Januari–April 2026. Sementara itu, LRT Jabodebek melayani 10.667.038 pelanggan pada Januari–April 2026.

Pada layanan bersubsidi yang dikelola KAI Bandara, total pelanggan Januari–April 2026 mencapai 2.334.929 pelanggan. Layanan tersebut meliputi KA YIA Reguler yang melayani konektivitas menuju Yogyakarta International Airport, serta KA Srilelawangsa relasi Medan–Kualanamu dan Medan–Binjai yang selama ini menjadi bagian penting mobilitas masyarakat di Sumatra Utara.

“Bagi sebagian masyarakat Indonesia, kereta api telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Ada pekerja yang berangkat sebelum matahari terbit demi mencari nafkah untuk keluarga,” kata Anne dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (17/5/2026).

Anne mengatakan, di berbagai wilayah yang telah terhubung jaringan rel, kereta api tumbuh menjadi transportasi publik yang menjaga mobilitas masyarakat tetap bergerak dengan tarif yang terjangkau. Kehadiran layanan tersebut turut membuka akses ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas sosial masyarakat setiap hari.

Di balik perjalanan-perjalanan tersebut, negara hadir melalui skema PSO atau subsidi tarif angkutan kereta api dari Pemerintah melalui DJKA. Anne mengatakan, layanan PSO menjadi salah satu penopang penting mobilitas masyarakat karena memberikan akses transportasi massal yang aman, efisien, dan terjangkau di berbagai daerah.

Kehadiran layanan ini juga membantu menjaga keterhubungan antarwilayah dan mendukung aktivitas produktif masyarakat.

“Di dalam satu perjalanan kereta api, ada harapan masyarakat yang sedang bergerak. Ada orang tua yang bekerja demi keluarga, ada anak muda yang mengejar pendidikan, ada pedagang yang menjaga usahanya tetap berjalan. Karena itu, layanan Public Service Obligation memiliki arti penting dalam menjaga ruang mobilitas masyarakat tetap terbuka dan terjangkau,” ujar Anne.

Anne menambahkan, tingginya volume pelanggan menunjukkan transportasi publik berbasis rel semakin dipercaya masyarakat untuk mendukung mobilitas harian secara aman, efisien, dan berkelanjutan. Menurut Anne, layanan PSO juga menunjukkan pentingnya keberlanjutan dukungan pemerintah terhadap transportasi publik berbasis rel agar manfaat konektivitas dan keterjangkauan dapat terus dirasakan masyarakat luas.

“Kereta api menjadi bagian dari ruang gerak masyarakat sehari-hari. Ketika layanan yang aman dan terjangkau dapat diakses masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial dapat terus berjalan dengan baik,” tutup Anne. (ip/jh. Foto: Dok. KAI)

Pendaki Gunung Rinjani pada Long Weekend Capai 1.505 Orang

BusinessUpdate – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mencatat jumlah kunjungan wisatawan yang melakukan pendakian di Gunung Rinjani Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai 1.505 orang pada libur panjang pertengahan Mei 2026.

“Jumlah wisatawan di Gunung Rinjani pada libur panjang mulai tanggal 14-16 Mei 2026 mencapai 1.505 pendaki baik wisatawan lokal maupun mancanegara,” kata Kepala Subbagian Tata Usaha pada Balai TNGR NTB Astekita melalui keterangan resmi, Minggu (17/5/2026).

Adapun rinciannya, pada 14 Mei jumlah wisatawan yang melakukan pendakian tercatat 587 orang, pada 15 Mei tercatat 453 orang dan pada tanggal 16 Mei tercatat 466 orang. “Jadi total jumlah wisatawan pada libur panjang itu terdiri dari 965 wisatawan lokal dan 540 wisatawan mancanegara,” jelasnya.

Jalur destinasi wisata alam pendakian menuju Gunung Rinjani yang dikunjungi wisatawan tersebut di antaranya jalur pendakian Senaru, jalur Torean, jalur Sembalun, jalur Timbanuh, jalur Tetebatu dan jalur pendakian Aik Berik.

“Jika dibandingkan dengan data pengunjung pada pekan lalu yang mencapai 1.216 orang, kunjungan wisatawan pada saat long weekend ini mengalami peningkatan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Balai TNGR NTB Budhy Kurniawan mengatakan, pembangunan rest shelter di jalur pendakian Gunung Rinjani sebagai bagian dari upaya peningkatan fasilitas dan keselamatan pendaki di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.

“Shelter ini dirancang dengan struktur yang kokoh, desain ergonomis, serta akan dilengkapi panel surya untuk mendukung kebutuhan energi ramah lingkungan di jalur pendakian,” katanya.

Ia mengatakan, kehadirannya diharapkan menjadi ruang singgah yang aman bagi para pendaki untuk beristirahat, berlindung dari cuaca ekstrem, hingga memulihkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan.

Bukan sekadar tempat berteduh, rest shelter ini adalah bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman pendakian yang lebih baik tanpa mengesampingkan kelestarian alam Rinjani. (rn/jh. Foto: Dok. Balai TNGR)

Libur Panjang Pertamina Tambah 5,8 Juta Tabung LPG 3 Kilogram

BusinessUpdate – PT Pertamina Patra Niaga menambah penyaluran sebanyak 5,8 juta tabung LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh tanah air selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus pekan ini.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun, mengatakan penambahan fakultatif tersebut disalurkan secara bertahap di berbagai wilayah dengan mempertimbangkan tren konsumsi dan kebutuhan masyarakat.

“Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjaga ketahanan dan keandalan pasokan energi, khususnya LPG subsidi bagi masyarakat yang berhak,” ujar Robert dalam keterangan resmi, Minggu (17/5/2026).

Roberth mengatakan penambahan penyaluran dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi LPG khususnya rumah tangga selama momentum libur panjang.

“Pertamina Patra Niaga menambah penyaluran LPG 3 kg secara nasional sebanyak 5,8 juta tabung. Langkah ini kami lakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan distribusi LPG subsidi berjalan lancar di seluruh wilayah,” tambah Roberth.

Ia mengimbau masyarakat untuk membeli LPG 3 kg sesuai peruntukannya dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi dapat merata dan tepat sasaran.

“LPG 3 kg merupakan produk subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu, usaha mikro, nelayan sasaran, dan petani sasaran. Kami mengajak masyarakat mampu untuk menggunakan LPG nonsubsidi Bright Gas agar subsidi energi lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Pertamina Patra Niaga juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta agen dan pangkalan LPG untuk memastikan distribusi tambahan berjalan optimal selama masa libur panjang. “Masyarakat dapat memperoleh informasi terkait layanan dan produk Pertamina melalui Pertamina Contact Center 135,” tutup Roberth. (ip/jh. Foto: Dok. Pertamina)

Dukung Pariwisata ASDP Perkuat Layanan di Danau Toba

BusinessUpdate – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat layanan penyeberangan di lintasan Ajibata–Ambarita, Danau Toba, Sumatera Utara, untuk mendukung kelancaran mobilitas wisatawan selama periode libur panjang Kenaikan Isa Almasih 2026.

“Lintasan ini menjadi akses penting menuju Pulau Samosir, sekaligus bagian dari pengalaman wisata yang menghadirkan keindahan panorama alam dan kekayaan budaya khas kawasan Danau Toba sejak perjalanan dimulai,” kata Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (16/5/2026).

Menurutnya, libur panjang Kenaikan Yesus Kristus pada 14–17 Mei 2026 menjadi momentum meningkatnya mobilitas masyarakat di berbagai daerah. Oleh karena itu ASDP memastikan kesiapan layanan penyeberangan di lintasan strategis nasional berjalan optimal, khususnya pada kawasan yang menjadi magnet wisata unggulan Indonesia. Salah satu titik perhatian utama berada di lintasan Ajibata–Ambarita, Danau Toba.

Danau Toba memiliki potensi besar sebagai destinasi pariwisata nasional yang perlu didukung melalui layanan transportasi penyeberangan yang andal, aman, dan nyaman. “Kami tidak hanya menghadirkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga ingin menjadi bagian dari pengalaman perjalanan wisata itu sendiri,” ujarnya.

Melalui layanan penyeberangan di Danau Toba, ASDP berupaya memastikan masyarakat dapat menikmati perjalanan yang berkesan sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

Dengan waktu tempuh sekitar 45 menit menggunakan KMP Ihan Batak dan KMP Pora-Pora, pengguna jasa dapat menikmati perjalanan yang nyaman sembari menyaksikan panorama Danau Toba langsung dari atas kapal.

Setibanya di Pulau Samosir, wisatawan dapat mengeksplorasi beragam destinasi unggulan, mulai dari Sabana Rumput Nadeak, Bukit Holbung, Air Terjun Sitiris Tiris, kawasan budaya Huta Siallagan, hingga wisata rohani Patung Yesus Sibea Bea yang kini menjadi ikon wisata Danau Toba.

Tak hanya menawarkan pesona alam dan budaya, kawasan Danau Toba juga menghadirkan berbagai aktivitas wisata air yang menarik, seperti paddle board, jetski, kano, kayak, hingga parasailing yang memberikan pengalaman menikmati panorama Danau Toba dari udara

Ragam aktivitas tersebut semakin memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi wisata berkelas yang memadukan rekreasi, budaya, dan keindahan alam dalam satu kawasan. (pa/jh. Foto: Dok. ASDP)

Baca juga: ASDP bersama 14 BUMN bangun perekonomian Raja Ampat agar berkelanjutan

General Manager ASDP Danau Toba Nickson Ambarita menjelaskan selama periode Januari hingga April 2026, lintasan Ajibata–Ambarita telah melayani 106.856 penumpang dan 28.125 kendaraan.

Angka tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat sekaligus peran strategis lintasan ini sebagai akses utama menuju kawasan wisata Danau Toba dan Pulau Samosir.

“Untuk memastikan pelayanan berjalan optimal selama periode libur panjang, kami melakukan penguatan konektivitas melalui optimalisasi armada dengan pengoperasian 8 hingga 12 trip penyeberangan setiap hari mulai pukul 07.30 WIB,” jelas Nickson.

Selain lintasan Ajibata–Ambarita, ASDP Cabang Danau Toba juga mengoperasikan sejumlah lintasan strategis lain, yakni Balige–Onanrunggu–Muara melalui KMP Kaldera Toba, Sibolga–Gunung Sitoli dengan KMP Jatra I dan KMP Jatra II, serta lintasan Telukdalam–Pulau Tello yang dilayani KMP Simeulue.

Melalui kesiapan operasional dan penguatan konektivitas di lintasan strategis, ASDP berkomitmen terus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama libur panjang sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata nasional yang berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.