Home Blog

Poso Energy Tebar 1.000 Benih Ikan Sidat di Danau Poso

BusinessUpdate – PT Poso Energy melakukan penebaran kembali (restocking) 1.000 benih ikan sidat di kawasan Batu Apung atau Watuyano, Desa Dulumai, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Hal ini dilakukan untuk mendukung pemulihan populasi ikan endemik sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem perairan Danau Poso.

“Kegiatan restocking periode kedua 2026 ini merupakan komitmen PT Poso Energy terhadap pelestarian lingkungan dan habitat ekosistem sidat. Kali ini kami melepas sekitar 1.000 ekor sidat jenis Anguilla marmorata di lokasi Batu Apung atau Watuyano, Desa Dulumai, Danau Poso,” kata Manager Representatif Corporate Social Responsibility (CSR) PT Poso Energy Agus Syamsi mellaui keterangan resmi, Senin (2/11/2026).

Program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan dan menjaga keseimbangan ekosistem perairan danau yang menjadi habitat alami ikan sidat. Kegiatan penebaran benih sidat tersebut merupakan pelaksanaan periode kedua sepanjang 2026 yang dilakukan secara berkala dan terukur.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung pelestarian spesies ikan asli Danau Poso, sekaligus menjaga keberlangsungan habitat perairan agar tetap mampu menopang kehidupan berbagai jenis biota.

Upaya menjaga populasi sidat di Danau Poso tidak hanya dilakukan melalui penebaran kembali benih, tetapi juga membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, kalangan akademisi, pelaku usaha hingga masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan danau.

Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan diperlukan agar upaya konservasi dapat berjalan berkelanjutan, terutama dalam menjaga kualitas habitat, mengendalikan aktivitas yang berpotensi mengganggu ekosistem, serta mempertahankan siklus hidup ikan sidat.

Selain program restocking, PT Poso Energy juga mengembangkan fasilitas jalur khusus ikan atau fishway pada bendungan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang dikelola perusahaan. Fasilitas tersebut dirancang untuk membantu pergerakan ikan melewati bangunan bendungan sehingga tetap memiliki akses migrasi dari dan menuju kawasan danau.

Keberadaan fishway diharapkan dapat mendukung keberlangsungan siklus hidup ikan sidat yang secara alami membutuhkan jalur migrasi untuk menjalankan proses pertumbuhan dan reproduksi.

Sehingga upaya pelestarian tidak hanya berorientasi pada penambahan populasi ikan melalui penebaran benih, tetapi juga memastikan tersedianya jalur pergerakan yang memungkinkan ikan mempertahankan siklus hidupnya di habitat alami.

Danau Poso merupakan salah satu ekosistem perairan penting di Sulawesi Tengah yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati dan menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat di sekitarnya. Karena itu, keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan perlindungan lingkungan menjadi aspek penting dalam menjaga keberlanjutan fungsi danau.

Ia mengharapkan berbagai upaya pelestarian tersebut dapat memperkuat perlindungan ekosistem Danau Poso sehingga kekayaan hayati, termasuk ikan sidat, tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang. (ip/jh. Foto: Dok. Poso Energy)

Laba Bersih Phapros Melonjak 311,58 Persen pada Kuartal III/2026

BusinessUpdate – PT Phapros Tbk (PEHA) membukukan laba bersih sebesar Rp31,6 miliar hingga kuartal III/2026, melonjak 311,58% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp7,68 miliar.

Kenaikan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan penjualan dan perbaikan efisiensi operasional perusahaan farmasi tersebut. Hingga akhir September 2026, penjualan Phapros mencapai Rp786,57 miliar, meningkat 15,07% secara tahunan (yoy) dibandingkan Rp683,58 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama PT Phapros Tbk Intan Abdams Katoppo mengatakan, perbaikan kinerja keuangan tersebut didukung penguatan modal kerja, pengendalian biaya, pengembangan portofolio produk, serta transformasi sistem dan proses bisnis yang dijalankan sejak 2025.

“Kami optimistis tren positif kinerja keuangan Phapros akan berlanjut hingga akhir tahun ini. Bahkan, kami juga yakin dengan fundamental yang kokoh, tren pertumbuhan akan terus berlanjut hingga tahun depan. Peningkatan margin EBITDA menunjukkan bahwa kami makin efisien dalam operasional dan tentunya profitabilitas makin kuat sehingga Phapros dapat terus berkontribusi bagi kesehatan masyarakat Indonesia,” ujar Intan dalam keterangan tertulis, Senin (2/11/2026).

Selain laba bersih, laba usaha naik 55,90% menjadi Rp80,97 miliar hingga September 2026, dari Rp51,94 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laba sebelum pajak juga meningkat 233,59% menjadi Rp 48,65 miliar, dibandingkan Rp14,58 miliar pada Januari-September 2025.

Laba kotor meningkat 19,19% menjadi Rp402,53 miliar, dari Rp337,72 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Phapros juga mencatatkan peningkatan efisiensi produksi di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah.

Hingga September 2026, harga pokok penjualan (HPP) perusahaan tercatat sebesar Rp384,04 miliar, naik 11,04% dibandingkan Rp345,86 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan HPP tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan penjualan sebesar 15,07%. Kondisi ini membuat rasio HPP terhadap penjualan turun menjadi 48,8%, dari 50,6% pada Januari-September 2025.

Sejalan dengan itu, margin laba kotor Phapros meningkat menjadi 51,2%, dibandingkan 49,4% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi operasional, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) tumbuh 30,26% menjadi Rp 117,66 miliar.

Margin EBITDA juga meningkat menjadi 15%, dari 13,2% pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan margin ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan EBITDA yang lebih besar dari setiap rupiah penjualannya.

Selain meningkatkan profitabilitas, Phapros mencatatkan penguatan arus kas dari aktivitas operasi. Arus kas bersih dari aktivitas operasi mencapai Rp129,96 miliar hingga September 2026, meningkat 142,85% dibandingkan Rp53,51 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, total aset perusahaan tercatat sebesar Rp1,45 triliun per akhir September 2026, naik 4,74% dibandingkan Rp1,39 triliun pada akhir 2025. (pa/jh. Foto: Dok. Phapros)

Lima Program CSR Antarkan Bank Jateng Raih Penghargaan di Bidang TJSL

BusinessUpdate – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) berhasil menyabet empat penghargaan di ajang Indonesia CSR Brilliance Awards (ICBA) 2026 yang dislenggerakan oleh Businessupdate.id di Millennium Hotel Sirih, Jakarta, pada Jumat (30/10/2026).

Keempat penghargaan tersebut yaitu The Most Brilliant CEO in CSR Leadership, The Most Brilliant CSR Team Excellence, The Most Brilliant in Environmental Sustainabillity, serta The Most Brilliant in Inclusive Economic Growth.

Keberhasilan Bank Jateng meraih penghargaan ini disebabkan implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang dirancang secara efisien untuk pembangunan desa sekaligus memangkas angka kemiskinan.

Kelima program TJSL Bank Jateng adalah Program TJSL (Kemitraan & Non-Kemitraan). Fokus utama program ini terbagi menjadi dua sektor. Pada sektor Kemitraan, bantuan diarahkan untuk penyediaan modal kerja serta capacity building bagi pelaku usaha mikro. Sementara pada sektor Non-Kemitraan, cakupan bantuan.

Kedua, Program Mitra Jateng 02 (PMJ02) yang diwujudkan lewat pemberian bantuan subsidi bunga untuk Kredit Millenial dan Kredit Lapak guna memberi semangat usaha di tingkat bawah. Ketiga, Pemulihan Ekonomi Daerah (PED). Upaya nyata untuk memulihkan perekonomian pasca pandemi Covid-19 dengan alokasi minimal Rp1 Miliar rupiah per kabupaten/kota, di mana total bantuan yang digelontorkan di seluruh Jawa Tengah mencapai Rp56.683.000.000,00.

Keempat, Program Percepatan Penanganan Kemiskinan (PPPK). ‎Intervensi langsung di lapangan dengan anggaran minimal Rp1 Miliar rupiah per kabupaten/kota, dengan total realisasi bantuan di seluruh Jawa Tengah menyentuh angka Rp60.000.000.000. Dan kelima, Program Keberlanjutan Penuntasan Kemiskinan (PKPK). ‎Jaminan kesinambungan program pasca-intervensi awal dengan alokasi minimal Rp1 Miliar rupiah per kabupaten/kota, mencatatkan total akumulasi bantuan terbesar mencapai Rp68.415.734.543,00.

Indonesia CSR Brilliance Awards 2026 tahun ini mengambil tema “Empowering Communities, Sustaining the Future”. Ajang penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap perusahaan yang mampu menjalankan tanggung jawab sosial secara berkelanjutan. (kiy)

BPD Bali Raih Tiga Penghargaan di Ajang IDTI Awards 2026

BusinessUpdate – PT Bank Pembangunan Daerah Bali (BPD Bali) meraih tiga penghargaan di ajang Indonesia Digital Technology and Innovation (IDTI) Awards 2026 yang diselenggarakan di Millennium Hotel Sirih, Jakarta, pada Jumat (30/10/2026).

Ketiga penghargaan tersebut adalah yaitu Best Cyber Security & Digital Resilience of The Year 2026 – National Champion, Best Overall Digital Tranformation Company of The Year 2026-Regional Champion, The Best CIO/CTO in Digital Transformation of The Year 2026 – Regional Champion di raih oleh PT Bank Pembangunan Daerah Bali.

Penghargaan tersebut diperoleh berkat layanan perbankan digital yang dikembangkan perseroan. Adapun, layanan digital yang dikembangkan BPD Bali sebagai berikut:
‎‎1. Digitalisasi Channel
‎Penerapan seluruh produk digital dan elektronik Bank BPD Bali meliputi Mobile Banking, Internet Banking, Laku Pandai, Automatic Teller Machine (ATM), ATM Cash Recycle Machine (CRM) serta produk digital lainnya.
‎
‎2. Penguatan Ekosistem Digital
‎Transformasi transaksi penerimaan dan pendapatan Daerah Bali sebagai subject expert matter dalam elektronifikasi sistem, transaksi, dan pembayaran berbasis digital untuk mendukung transparansi pembayaran serta mendukung inklusi keuangan daerah yang diharapkan dapat menunjang peningkatan perekonomian daerah Bali.
‎
‎3. Sinergitas Bisnis
‎Interoperability dengan melakukan kerjasama bisnis dengan penerapan transaksi pembayaran digital bagi UMKM, BPR, Koperasi, LPD, Merchant, E-Commerce dan Pihak Ketiga lainnya sebagai penunjang pendapatan fee based.
‎
‎4. Digital Culture
‎Bank BPD Bali menerapkan program untuk peningkatan kinerja dan penguatan Budaya Kerja serta peningkatan corporate branding untuk mengakomodir tren perubahan pasar dan pasca pandemi Covid-19.

Sebagai informasi, sebanyak 19 perusahaan yang terdiri atas badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), dan perusahaan swasta nasional dari berbagai wilayah Indonesia menerima penghargaan di ajang IDTI Awards 2026.

IDTI Awards 2026 mengusung tema “Innovative Advanced Digital Technology for Resilient Business and Industry”. Ajang penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap perusahaan yang mampu menghadirkan inovasi teknologi sekaligus menjalankan tanggung jawab sosial secara berkelanjutan. (kiy)

Pemerintah Siapkan Rp2,6 Triliun untuk Subsidi Program Pembiayaan Mekaar

BusinessUpdate – Pemerintah menyiapkan anggaran Rp2,6 triliun untuk subsidi Program Pembiayaan PNM Mekaar atau Kredit Perempuan Prasejahtera (KPPS) dengan suku bunga tetap (flat) 8%. Anggaran itu disiapkan guna menjalankan program kredit hingga akhir Desember 2026.

“Sementara ini, tadi untuk sampai akhir Desember sudah disiapkan kurang lebih sekitar Rp 2,6 triliun. Nanti akan kita exercise kembali Rp2,6 triliun itu, dan berdasarkan constraint waktu yang tinggal 2 bulan ini bisa mengcover berapa nasabah,” kata Maman Abdurrahman, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Sebagai informasi, Program Pembiayaan PNM Mekaar merupakan program yang menyasar perempuan dari keluarga berpendapatan rendah yang memiliki atau ingin merintis usaha mikro dan ultra mikro

Program PNM Mekaar memberikan pembiayaan produktif dengan suku bunga/marjin 8% flat per tahun dengan plafon hingga Rp15 juta per akad. Suku bunga 8% ini lebih rendah dari sebelumnya yang berada di kisaran 18% hingga 25% per tahun.

Program ini mulai dijalankan pada pekan kedua November ini. Maman menerangkan pelaksanaan PNM Mekaar dengan bunga 8% meleset dari target awal yang ditetapkan karena sebelumnya dilakukan uji coba terlebih dahulu. Uji coba dilakukan kepada sekitar 2.000-an nasabah untuk kemudian dilakukan evaluasi dan diterapkan bulan November ini.

“Kenapa ini agak mundur dari jadwal awalnya? Karena kan kita mau uji coba lapangan dulu, jadi tidak langsung semuanya kita implementasikan. Jadi kita uji coba lapangan dan alhamdulillah hasil dari uji coba tersebut itu kurang lebih sekitar 2.000-an ibu-ibu nasabah Mekaar, ada beberapa catatan-catatan, alhamdulillah itu sudah kita evaluasi,” jelasnya. (ip/jh. Foto: Dok. PNM Mekaar)

Kuartal III/2026 Kimia Farma Pangkas Rugi 94 Persen Menjadi Rp13 Miliar

BusinessUpdate – PT Kimia Farma (Persero) Tbk berhasil memangkas rugi bersih sebesar 94% secara tahunan (yoy) pada kuartal III/2026 melalui transformasi bisnis, efisiensi operasional, serta penguatan fundamental dan keuangan perusahaan.

Perseroan mencatatkan perbaikan kinerja keuangan yang signifikan hingga kuartal III/2026. Selain perbaikan laba usaha dan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA), Perseroan juga berhasil menekan rugi bersih secara signifikan.

“Dari rugi bersih Rp234 miliar pada Triwulan III/2025, angka tersebut turun menjadi Rp13 miliar pada periode yang sama tahun 2026, atau membaik sekitar 94,49%. Penurunan rugi bersih tersebut merupakan perkembangan penting dalam perjalanan transformasi Kimia Farma,” kata Direktur Utama Kimia Farma Djagad Prakasa Dwialam dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Perseroan juga mampu mempertahankan angka penjualan sebesar Rp7 triliun, serta membukukan laba usaha sebesar Rp227 miliar, meningkat 129,31% yoy dibandingkan Rp99 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA juga tumbuh 32,04% yoy menjadi Rp503 miliar dari Rp381 miliar pada kuartal III/2025.

Capaian tersebut mencerminkan kemajuan dalam pelaksanaan transformasi bisnis dan keuangan Perseroan, khususnya melalui penguatan kinerja operasional, peningkatan efisiensi, dan optimalisasi pengelolaan sumber daya.

Perbaikan pada indikator laba usaha dan EBITDA juga menjadi bagian penting dari upaya Kimia Farma untuk memperkuat fundamental bisnis serta menjaga momentum pemulihan kinerja secara berkelanjutan.

Menurutnya, kinerja hingga Triwulan III/2026 menunjukkan perkembangan positif dari proses transformasi yang sedang dijalankan Perseroan. “Kinerja Perseroan sampai dengan Triwulan III/2026 menunjukkan bahwa proses menuju turnaround terus berjalan dengan arah yang positif,” ujarnya.

Perseroan bukan hanya memperbaiki capaian keuangan dalam jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi bisnis yang lebih sehat, memperkuat disiplin operasional, dan meningkatkan daya saing agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Untuk menjaga keberlanjutan perbaikan kinerja, Kimia Farma telah dan terus menjalankan transformasi melalui enam pilar utama, yaitu ketahanan modal kerja, penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Selanjutnya digitalisasi proses bisnis, efisiensi operasional, penguatan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance/GCG), serta sinergi antar entitas Kimia Farma Grup.

Pada aspek keuangan, Perseroan terus memperkuat pengelolaan modal kerja dan likuiditas agar kegiatan operasional dapat berjalan lebih efektif.

Dari sisi operasional, peningkatan efisiensi dan produktivitas dilakukan melalui pengendalian biaya, optimalisasi pemanfaatan aset, serta penguatan pengelolaan portofolio produk dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar dan kontribusinya terhadap kinerja bisnis.

Sementara itu, digitalisasi proses bisnis, peningkatan kompetensi SDM, dan penguatan tata kelola menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang lebih adaptif, produktif, dan akuntabel.

Sinergi antarentitas Kimia Farma Grup juga terus didorong untuk mengoptimalkan kapabilitas yang dimiliki, memperkuat koordinasi, serta menciptakan nilai tambah bagi Perseroan secara keseluruhan.

Memasuki kuartal IV/2026, Perseroan melanjutkan transformasi tata kelola dan penguatan fundamental bisnis sebagai prioritas utama. Pembenahan diarahkan pada penguatan pengendalian internal, pengelolaan risiko, disiplin pengambilan keputusan, serta akuntabilitas untuk mendukung pengelolaan perusahaan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Pada aspek bisnis dan keuangan, Perseroan melanjutkan penguatan pengelolaan modal kerja dan likuiditas, pengendalian biaya, peningkatan produktivitas aset, serta optimalisasi portofolio produk.

Sebagai bagian dari Bio Farma Group dalam ekosistem Danantara Indonesia, Kimia Farma memiliki peran strategis sebagai tulang punggung ketahanan kesehatan nasional. Karena itu, Perseroan terus memperkuat sinergi bisnis dan rantai pasok untuk mendukung efisiensi serta ketersediaan produk dan layanan kesehatan.

“Transformasi tersebut diarahkan untuk membangun bisnis yang lebih tangguh dan memperkuat kontribusi Perseroan bagi kemandirian industri farmasi Indonesia dan mendukung ketahanan kesehatan nasional,” tutupnya. (rn/jh. Foto: Dok. Kimia Farma)

PT Jasaraharja Putera Raih Dua Penghargaan IDTI Awards 2026

BusinessUpdate – PT Jasaraharja Putera meraih dua penghargaan dalam ajang Indonesia Digital Technology and Innovation (IDTI) Awards 2026 yang diselenggarakan di Millennium Hotel Sirih, Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2026.

Kedua penghargaan tersebut yaitu The Best Senior Leader (BDO -1) In Digital Transformation & Technology Leadership – National Champion, serta Best ESG Digital Initiative of The Year 2026 – National Champion

Perseroan memperoleh penghargaan berkat sejumlah sistem digital yang dibangun perusahaan seperti Ecosystem (Partner & Channel), Gateway & Hub , Systems (Core & Surrounding Services) JP-CGISS.

Perseroan juga menggunakan sistem Open API (Application Programming Interface) sebagai backbone yang menghubungkan beberapa sistem digital digunakanperseroan dengan pihak luar secara terstandarisasi.

Menariknya pihak-pihak luar yang bekerja sama dengan perusahaan, seperti bank, penyedia pembayaran (payment provider), broker, korporasi, marketplace, bengkel, ekosistem BUMN, hingga mitra pariwisata dirangkul dalam Ecosystem (Partner & Channel).

Sebanyak 19 perusahaan yang terdiri atas badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), dan perusahaan swasta nasional dari berbagai wilayah Indonesia menerima penghargaan tersebut dalam acara yang berlangsung di Millennium Hotel Sirih, Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2026.

IDTI Awards 2026 mengusung tema “Innovative Advanced Digital Technology for Resilient Business and Industry” dan Indonesia CSR Brilliance Awards 2026 adalah “Empowering Communities, Sustaining the Future”. Kedua ajang penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap perusahaan yang mampu menghadirkan inovasi teknologi sekaligus menjalankan tanggung jawab sosial secara berkelanjutan. (kiy)

Inovasi Smart Mining Dari PT Timah Raih Lima Penghargaan IDTI Awards 2026

BusinessUpdate – Transformasi digital menjadi mesin penggerak utama bagi PT Timah Tbk dalam menghadapi lonjakan permintaan komoditas global, mengingat timah kini menjadi material strategis yang krusial bagi industri semikonduktor, cip, dan kecerdasan buatan (AI) dunia.

PT Timah Tbk menyajikan beberapa Application System yang dikembangkan. Inovasi ini sebagai langkah solutif guna mendukung operasional pertambangan yang lebih efisien, efektif dan terintegrasi (smart mining) yaitu sejumlah sistem aplikasi mandiri yang dirancang khusus untuk mengoptimalkan hulu hingga hilir bisnis pertambangan mereka. ‎

Berkat pengembangan inovasi tersebut PT Timah Tbk meraih lima penghargaan Indonesia Digital Technology and Innovation (IDTI) Awards 2026 yaitu The Best Senior Leader (BDO -1) In Digital Transformation & Technology Leadership – National Champion, The Best Inspiring CEO in Digital Transformation of The Year 2026 – National Champion, Best ESG Digital Initiative of The Year 2026 – National Champion, Best Cyber Security & Digital Resilience of The Year 2026 – National Champion, Best Innovative Digital Enterprise – National Champion

Sebanyak 19 perusahaan yang terdiri atas badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), dan perusahaan swasta nasional dari berbagai wilayah Indonesia menerima penghargaan tersebut dalam acara yang berlangsung di Millennium Hotel Sirih, Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2026.

IDTI Awards 2026 mengusung tema “Innovative Advanced Digital Technology for Resilient Business and Industry” dan Indonesia CSR Brilliance Awards 2026 adalah “Empowering Communities, Sustaining the Future”. Kedua ajang penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap perusahaan yang mampu menghadirkan inovasi teknologi sekaligus menjalankan tanggung jawab sosial secara berkelanjutan. (kiy)

CSR Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan

BusinessUpdate – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) berhasil meraih empat penghargaan di ajang Indonesia CSR Brilliance Awards 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat (30/10/2026). Adapun, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) perseroan berbasis pada pemberdayaan ekonomi masyarakat Ring 1 pesisir serta inovasi keterampilan.

Secara keseluruhan, arah kebijakan CSR PT Terminal Teluk Lamong di tahun 2026 bertumpu pada pilar ekonomi berkelanjutan, pemanfaatan potensi lokal, serta peningkatan keahlian kerja nyata (creating shared value) bagi warga perbatasan Surabaya-Gresik.

Empat penghargaan yang diraih oleh PT Terminal Teluk Lamong (TTL) adalah The Most Brilliant in Health & Wellbeing Program, The Most Brilliant Philantrophy & Social Impact, The Most Brilliant CSR Team Excellence, The Most Brilliant CEO in CSR Leadership

Sebanyak 19 perusahaan yang terdiri atas badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), dan perusahaan swasta nasional dari berbagai wilayah Indonesia menerima penghargaan tersebut dalam acara yang berlangsung di Millennium Hotel Sirih, Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2026.

Indonesia CSR Brilliance Awards 2026 mengambil tema “Empowering Communities, Sustaining the Future”. Ajang penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap perusahaan yang mampu menghadirkan inovasi teknologi sekaligus menjalankan tanggung jawab sosial secara berkelanjutan. (kiy)

SMEXPO Regional Bekasi 2026 Hadirkan 50 UMKM Binaan Pertamina

BusinessUpdate – PT Pertamina (Persero) menggelar Pertamina SMEXPO Regional Bekasi 2026 dengan menghadirkan 50 UMKM dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Aceh. Hal ini dilakukan untuk memperkuat komitmen pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) binaan.

Direktur Operasi Pertamina Foundation Gusman Adiwardhana mengatakan SMEXPO merupakan upaya untuk memperkenalkan produk unggulan, memperluas akses pasar, serta membuka peluang kerja sama bisnis.

“Melalui Pertamina SMEXPO, yang berlangsung di Bekasi, Jawa Barat, pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 ini, kami ingin menghadirkan ruang bagi para pelaku UMKM untuk bertemu langsung dengan konsumen, memperkenalkan produknya, mendapatkan masukan dari pasar, sekaligus membuka peluang kerja sama yang dapat mendukung pertumbuhan usaha mereka,” ujar Gusman dalam keterangan resmi, Senin (2/11/2026).

Dalam proses seleksi dan kurasi yang dimulai sejak awal 2026, sekitar 8.000 UMKM mendaftar dan sekitar 350 UMKM melalui proses kurasi. Dari proses tersebut, 50 UMKM terpilih berpartisipasi dalam Pertamina SMEXPO Regional Bekasi 2026 untuk memasarkan produk unggulannya.

Sebanyak 50 UMKM yang berpartisipasi menghadirkan beragam produk dalam empat kategori, yaitu kuliner, fesyen, kerajinan, dan agribisnis.

Pertamina Foundation juga meluncurkan katalog digital PFpreneur yang menjadi sarana untuk memperkenalkan profil UMKM binaan Pertamina Foundation beserta produk unggulannya dalam satu platform yang dapat diakses secara daring.

Selain pameran, Pertamina SMEXPO Regional Bekasi 2026 juga menghadirkan kegiatan business matching yang mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli dan mitra bisnis potensial.

“Lebih dari sekadar pameran, SMEXPO diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi pelaku UMKM untuk semakin percaya diri membawa produk lokal bersaing di pasar yang lebih luas, sejalan dengan semangat ‘Lokal Jadi Vokal’,” sebut Gusman.

Corporate Secretary Pertamina, sekaligus Dewan Pengawas Pertamina Foundation, Arya Dwi Paramita mengatakan penyelenggaraan SMEXPO menjadi kesempatan bagi UMKM binaan Pertamina untuk bertemu langsung dengan pasar dan memahami kebutuhan konsumen.

“Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan kepada UMKM yang menjadi mitra binaan Pertamina untuk bisa bertemu langsung dengan market-nya di sini,” ujarnya.

Menurut Arya, penyelenggaraan SMEXPO yang terus dievaluasi, menunjukkan perkembangan positif, salah satunya melalui peningkatan nilai transaksi. Pada SMEXPO Regional Yogyakarta mencatatkan nilai transaksi sekitar Rp3,8 miliar selama tiga hari penyelenggaraan. Sementara, di Bekasi, Pertamina menargetkan nilai transaksi minimal Rp2,5 miliar.

SMEXPO juga menghadirkan Pojok Sayang Aceh, sebuah ruang khusus yang menghadirkan produk UMKM binaan Pertamina dari Aceh yang terdampak bencana.

Ketua Umum Persatuan Wanita Patra Pusat Priscilia Simon Mantiri mengatakan Pertamina SMEXPO menjadi ruang yang mempertemukan potensi pelaku usaha dengan peluang pengembangan bisnis. Ia mengapresiasi besarnya peran perempuan dalam pengembangan UMKM, mulai dari perajin, pelaku usaha kuliner, hingga penggerak usaha rumahan yang turut menopang perekonomian keluarga. (rn/jh. Foto: Dok. Pertamina)