Home Blog Page 46

Tingkat Okupansi Kereta Api Selama Lebaran 2026 Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat jumlah okupansi tertinggi selama Angkutan Lebaran 2026 dalam lima tahun terakhir. Adapun periode capaian tertinggi terjadi pada 11 Maret hingga 1 April 2026, dengan layanan KA Jarak Jauh dan Lokal yang dikelola KAI sebanyak 5,08 juta pelanggan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, angka ini melampaui capaian angkutan lebaran tahun sebelumnya, yaitu 4,7 juta pelanggan pada 2025, 4,3 juta pelanggan pada 2024, sebanyak 3,8 juta pelanggan pada 2023, dan 4,3 juta pelanggan pada 2022.

“Tingginya mobilitas masyarakat selama Lebaran dapat terlayani dengan baik melalui kesiapan operasional di seluruh lini. Angkutan Lebaran tahun ini mencatat capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir,” kata Anne dalam keterangan resmi, Minggu (5/3/2026).

Dari sisi operasional harian, volume pelanggan KA Jarak Jauh juga mencatat rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir. Pada beberapa tanggal, tingkat okupansi harian tercatat konsisten berada di atas 140%, mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode Angkutan Lebaran.

Pada 22 Maret 2026, tercatat 242.808 pelanggan dengan okupansi 150,7% dari kapasitas 161.100 tempat duduk. Pada 23 Maret 2026 sebanyak 247.019 pelanggan atau 154,1% dari kapasitas 160.252 tempat duduk.

Puncak tertinggi terjadi pada 24 Maret 2026 dengan 250.650 pelanggan atau 153,4% dari kapasitas 163.432 tempat duduk. Selanjutnya 25 Maret 2026 sebanyak 230.822 pelanggan atau 141,2%, serta 29 Maret 2026 sebanyak 229.260 pelanggan atau 140,3%.

“Okupansi di atas 100% merupakan karakteristik operasional kereta api jarak jauh, di mana satu tempat duduk dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan dalam satu perjalanan melalui mekanisme naik dan turun di stasiun antara,” ujar nya.

Pola ini membuat kapasitas layanan tetap optimal, terutama pada periode dengan mobilitas tinggi seperti Angkutan Lebaran.

Kinerja ketepatan waktu juga meningkat. On Time Performance (OTP) kedatangan KA penumpang mencapai 98,86%, naik dibandingkan periode Lebaran sebelumnya sebesar 97,23%. Sementara OTP keberangkatan mencapai 99,8%, meningkat dibandingkan 99,69% pada periode sebelumnya. (rn/jh. Foto: Dok. KAI)

Casio Luncurkan Jam Tangan Vintage Seri AQ-240E dengan Tiga Model Pilihan

BusinessUpdate – Casio secara resmi telah meluncurkan model jam tangan vintage (lawas) mereka melalui Seri AQ-240E terbarunya di pasar jam tangan Amerika Serikat (AS). Jam tersebut hadir dengan tiga model pilihan AQ-240E-2A, Aq-240E-4A dan juga AQ-240E7A2.

Gizmo China, dikutip Minggu (5/4/2026), melaporkan bahwa ketiga seri tersebut hadir dengan perpaduan analog dan digital pada layarnya. Desain jam tangan didominasi dengan gaya retro untuk mempertegas tampilannya.

Tampilan jam tangan terbaru Casio itu terkesan lembut karena sudut-sudut tidak tajam pada dial berbentuk persegi. Dial jam berukuran 40,9 × 35,8 × 8,1 mm dan beratnya 51 gram.

Jam tangan ini menggunakan casing dan bezel resin berlapis krom yang dipadukan dengan tali jam stainless steel dengan gesper yang dapat disesuaikan. Tali jam cocok untuk ukuran pergelangan tangan dari 150 hingga 205 milimeter.

Setiap model yang disajikan sudah menggunakan lapisan dial pastel. Varian 2A hadir dengan dial sunray biru muda, sedangkan 4A menggunakan warna oranye matte, dan 7A2 memiliki lapisan putih pucat.

Tata letak dial tetap konsisten di semua versi, dengan dua jarum analog dan tampilan digital ramping yang terletak di posisi pukul enam. Dial yang lebar menggunakan indeks tipis dan tata letak yang bersih untuk menjaga keterbacaan.

Jam tangan itu mendukung format 12 jam dan 24 jam, sedangkan untuk layar analog, jam tangan itu menampilkan jam dan menit, sedangkan layar digital menampilkan waktu, detik, tanggal, dan hari.

Jam tangan itu menggunakan baterai SR920W dengan perkiraan masa pakai sekitar tiga tahun. Belum ada informasi mengenai harga pasti jam tangan tersebut, namun, diperkirakan berkisar US$60, sesuai dengan model AQ-240E yang sudah ada. (ip/jh. Foto: Dok. Casio)

SeaBank Catatkan Laba Bersih Rp678,4 Miliar Naik 79 Persen

BusinessUpdate – PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank) mencatatkan laba bersih sebesar Rp678,4 miliar sepanjang 2025. Angka ini tumbuh 79% secara tahunan (year on year/yoy) dari sebelumnya yang Rp378,8 miliar pada 2024.

Direktur Utama SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley menyampaikan bahwa performa positif sepanjang 2025 mencerminkan efektivitas strategi bisnis perseroan.

“Ke depan, SeaBank Indonesia akan terus menjaga momentum ini dengan fokus pada inovasi layanan digital yang relevan, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah,” ujar Sasmaya dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (5/4/2026).

Perseroan mencatat bahwa pencapaian ini melanjutkan tren profitabilitas dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya pada 2023, laba tercatat sebesar Rp241,4 miliar dan pada 2022 sebesar Rp269,2 miliar.

Dari sisi penghimpunan dana, SeaBank mencatat dana pihak ketiga (DPK) mencapai sebesar Rp34,8 triliun per akhir 2025. Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam jumlah nasabah. Per Desember 2025, SeaBank memiliki lebih dari 28 juta nasabah.

Sementara untuk rata-rata transaksi harian berjumlah lebih dari 12 juta transaksi dengan perputaran uang rata-rata mencapai lebih dari Rp5 triliun per harinya di bulan Desember 2025.

Sasmaya mengatakan, jumlah nasabah yang terus menunjukkan pertumbuhan positif membuat SeaBank semakin termotivasi untuk menghadirkan produk dan layanan yang terbaik bagi nasabah.

“Kami melihat pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan bank digital SeaBank sebagai solusi keuangan sehari-hari,” katanya.

Ia menambahkan bahwa perseroan akan terus menjaga kepercayaan ini melalui inovasi layanan serta peningkatan kualitas pengalaman nasabah. “Untuk semakin mempermudah dan memperluas aktivitas finansial dari nasabah, SeaBank berencana meluncurkan fasilitas kartu debit tahun ini,” ujar Sasmaya.

Di sisi lain, total kredit mencapai Rp32,1 triliun dengan rasio non-performing loan (NPL) yang terkendali berada pada level 1,82%.

Hingga akhir 2025, total aset SeaBank mencapai Rp44,4 triliun atau tumbuh 28,5% secara tahunan. Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (CAR) berada pada level 23,3%. Angka ini, menunjukkan kapasitas permodalan yang memadai dalam mendukung pertumbuhan ke depan.

Sementara itu, return on assets (ROA) dan return on equity (ROE) masing-masing sebesar 2,3% dan 11,5%. Menurut perseroan, capaian ini mencerminkan model bisnis yang menguntungkan dan berkelanjutan. (pa/jh. Foto: Dok Seabank)

IONIQ 6 N Sabet Penghargaan World Performance Car 2026

BusinessUpdate – IONIQ 6 N, mobil produksi Hyundai Motor Company, dinobatkan sebagai World Performance Car 2026 pada ajang World Car Awards 2026 yang diumumkan dalam rangkaian New York International Auto Show 2026, yang digelar di Manhattan, New York, Amerika Serikat pada 3-12 April 2026.

IONIQ 6 N dinilai sebagai kendaraan listrik berperforma tinggi. Model ini menggabungkan tenaga besar dengan sejumlah teknologi yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman berkendara, baik di lintasan maupun penggunaan harian.

“Kami berterima kasih kepada juri atas penghargaan ini, dan juga kepada pelanggan di seluruh dunia yang setiap hari memilih Hyundai serta menginspirasi setiap produk yang kami buat. Penghargaan ini adalah milik mereka, dan juga milik tim yang telah bekerja keras untuk meraihnya,” ujar President & CEO Hyundai Motor Company Jose Munoz melalui rilis pers, yang diterima di Jakarta, Sabtu (4/4/2026).

Jose menyebut capaian ini menjadi penting karena menandai berlanjutnya tren positif Hyundai di ajang tersebut. Dalam lima tahun terakhir, pabrikan asal Korea Selatan ini konsisten meraih penghargaan, termasuk kemenangan di kategori yang sama pada 2024 melalui Hyundai IONIQ 5 N.

Dilihat dari namanya, sematan “N” pada produk Hyundai menandakan lini performa tinggi yang dikembangkan di pusat riset Namyang, Korea Selatan, dan diuji di Nurburgring, sirkuit balap legendaris di Jerman yang terkenal sangat menantang dan sering digunakan untuk menguji performa kendaraan.

Secara spesifikasi, IONIQ 6 N mampu menghasilkan tenaga hingga 641 hp melalui fitur N Grin Boost. Akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam diklaim dapat dicapai dalam waktu 3,2 detik. Selain itu, Hyundai menyematkan teknologi seperti N e-Shift yang mensimulasikan perpindahan gigi, serta N Active Sound+ untuk menghadirkan pengalaman suara yang lebih dinamis di dalam kabin.

Di sektor daya, IONIQ 6 N dibekali baterai berkapasitas 84,0 kWh. Dalam kondisi optimal, pengisian daya dari 10 hingga 80% dapat dilakukan dalam waktu sekitar 18 menit menggunakan pengisi daya 350 kW. (ip/jh. Foto: Dok. Hyundai)

Meta Bakal Bertemu Kementerian Komdigi Bahas PP Tunas

BusinessUpdate – Meta bakal bertemu dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) pekan depan untuk mendiskusikan rencana terkait regulasi PP Tunas sebagai komitmen perusahaan untuk melindungi anak dan remaja di platform digital.

Kepala Kebijakan Publik, Indonesia dan Filipina Meta Berni Moestafa mengatakan pihaknya telah meminta persetujuan perpanjangan waktu untuk bertemu dengan Kementerian Komunikasi dan Digital terkait rencana diskusi regulasi Peraturan Pemerintah No. 17 tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).

“Kami meminta perpanjangan waktu dan telah menerima persetujuan untuk bertemu dengan Komdigi di minggu depan untuk mendiskusikan rencana kami terkait regulasi PP Tunas,” kata Berni dalam pernyataan resmi di Jakarta, dikutip pada Sabtu (4/4/2026).

Tanggapan ini merupakan respon dari Meta atas surat panggilan kedua yang dilayangkan Kemkomdigi kepada Meta karena menilai platform digital raksasa teknologi tersebut belum memenuhi ketentuan dalam PP Tunas. “Kami berkomitmen untuk melindungi anak remaja di dalam platform kami dan akan menyampaikan informasi selanjutnya,” kata Berni.

Sebelumnya pada Kamis (2/4/2026) Kemkomdigi telah melayangkan surat panggilan kedua untuk Meta selaku pemilik platform Threads, Instagram, dan Facebook dan Google selaku pemilik YouTube.

Panggilan ini dilakukan karena keduanya belum memenuhi panggilan pertama untuk menjalani pemeriksaan mengenai kepatuhan terhadap peraturan pelindungan anak di ruang digital.

Kemkomdigi menekankan bahwa kepatuhan terhadap aturan pelindungan anak bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan tanggung jawab yang berdampak langsung pada keselamatan anak di ruang digital.

Kemkomdigi terus melakukan pengawasan dan menyiapkan langkah lanjutan apabila ketidakpatuhan penyedia platform digital terhadap PP Tunas berlanjut.

Menurut Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 tahun 2026, penyedia platform yang tidak mematuhi aturan bisa dikenai sanksi administratif berupa teguran, penghentian akses sementara, hingga pemutusan akses. (pa/jh. Foto: Ilustrasi AI)

Pertamina Percepat Pengembangan EBT Sebagai Fondasi Ketahanan Energi

BusinessUpdate – PT Pertamina (Persero) mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sebagai fondasi ketahanan energi nasional. Hal ini menjadi strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas energi sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis energi bersih.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menegaskan, pengembangan EBT merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi nasional.

“Dinamika geopolitik global mempengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi fosil. Oleh karena itu, Pertamina terus memperkuat bauran energi melalui pengembangan energi baru terbarukan,” ujar Baron, melalui keterangannya, dikutip Sabtu (4/4/2026).

Menurutnya, upaya ini tidak hanya meningkatkan independensi energi nasional, tetapi juga menjadi bagian untuk energi yang lebih bersih bagi lingkungan.

Hingga akhir 2025, Pertamina mencatat produksi energi bersih mencapai 8.743 gigawatt per jam (GWh) dari berbagai sumber rendah karbon, dengan kapasitas terpasang sebesar 3.271 megawatt (MW).

Kontribusi tersebut berasal dari PLTBg sebesar 2,4 MW, gas to power dari Jawa Satu Power sebesar 1.760 MW, serta gas to power dari Pertamina Power Indonesia sebesar 12,9 MW. Selain itu, pembangkit listrik tenaga surya dari Pertamina Power Indonesia mencapai 55,3 MW, sementara panas bumi menyumbang 772,5 MW.

Di tingkat regional, ekspansi juga dilakukan melalui kepemilikan saham Pertamina New & Renewable Energy pada perusahaan Filipina Citicore Renewable Energy Corporation (CREC) dengan kapasitas 669,3 MW.

Pertamina juga memperluas pemanfaatan energi bersih melalui program Desa Energi Berdikari (DEB) yang kini mencapai 252 desa. Program ini mengembangkan energi transisi seperti panel surya, mikrohidro, dan biogas untuk mendukung kebutuhan energi lokal sekaligus aktivitas ekonomi.

“Kami berharap dengan pemanfaatan energi transisi, masyarakat desa tak hanya memiliki ketahanan energi, tapi juga penggerak aktivitas ekonomi,” jelas Baron. Sebanyak 156 lokasi DEB tercatat mampu memproduksi 15,8 ribu ton bahan pangan beras dan 890,4 ton bahan pangan non beras, yang berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.

Sejalan dengan itu, Pertamina juga memperkuat kolaborasi internasional dalam pengembangan bioetanol. Pertamina NRE menandatangani nota kesepahaman dengan US Grains & BioProducts Council (USGBC) pada 27 Maret 2026 untuk mendorong pengembangan bioetanol melalui studi bersama dan pertukaran pengetahuan.

Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza menilai kolaborasi ini penting untuk memperkuat kapabilitas nasional. “Bioetanol merupakan titik temu antara ketahanan energi dan keberlanjutan bagi Indonesia,” ujar Oki.

Direktur Utama Pertamina NRE John Anis menambahkan, kerja sama ini menjadi platform untuk memperkuat kapabilitas teknis melalui knowledge exchange. Sementara itu, Chairman USGBC Mark Wilson menegaskan kemitraan ini berfokus pada implementasi nyata dalam produksi, rantai pasok, dan pengembangan pasar etanol.

Pengembangan EBT dan bioetanol tersebut sejalan dengan target Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) serta komitmen menuju Net Zero Emission 2060. (ip/jh)

Bulog Targetkan Penyaluran Beras SPHP pada 2026 Sebanyak 828 Ribu Ton

BusinessUpdate – Perum Bulog menargetkan penyaluran beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) sepanjang 2026 sebesar 828 ribu ton guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras nasional.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan penyaluran tersebut berdasarkan penugasan pemerintah berdasarkan pada Surat Kepala Badan Pangan Nasional Nomor:204/TS.03.03/K/2/2026 tertanggal 11 Februari 2026 perihal Penugasan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Tahun 2026.

“Dasar hukum penugasan kami sesuai dengan Perbadan (Peraturan Badan) Pangan Nasional Nomor 204 tanggal 11 Februari 2026 yang mana total SPHP tahun ini 828 ribu ton yang harus kami salurkan,” kata Rizal di Jakarta, dikutip Sabtu (4/4/2026).

Ia mengatakan penyaluran beras tersebut dilakukan langsung Bulog ke pasar rakyat sehingga harga tetap terkendali dan terjangkau bagi masyarakat luas.

Selain pasar rakyat, Bulog juga menyalurkan beras melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dengan memastikan seluruh stan koperasi tersebut mendapatkan pasokan beras SPHP maupun beras premium secara berkelanjutan.

Bulog turut berpartisipasi dalam kegiatan gerakan pangan murah (GPM) bersama kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta berbagai instansi lain untuk membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok.

Distribusi juga mencakup outlet binaan pemerintah daerah, koperasi badan usaha milik daerah, koperasi instansi pemerintah, serta Jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang jumlahnya mencapai sekitar 80 ribu titik.

Selain itu, beras program stabilisasi juga disalurkan melalui swalayan dan toko modern guna memperluas akses masyarakat terhadap beras dengan harga terjangkau.

Penyaluran beras dilakukan dalam kemasan 5 kilogram dengan kualitas beras medium yang memiliki tingkat pecahan sekitar 25% serta kadar air 14% sesuai standar pemerintah. Bahkan kini disiapkan kemasan 2 kg.

Adapun beras SPHP dijual sesuai dengan HET, yaitu Rp12.500 per kilogram untuk zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, Sulawesi); Rp13.100 per kilogram untuk zona 2 (Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, Kalimantan); dan Rp13.500 per kilogram untuk zona 3 (Maluku, Papua).

Penyaluran beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan pada 2026 dilakukan sepanjang tahun tanpa jeda, berbeda dengan pola tahun sebelumnya yang bersifat berkala mengikuti kondisi puncak panen demi menjaga harga di tingkat petani.

Meski demikian, ia mengatakan target penyaluran beras program stabilisasi tahun ini mengalami penurunan dibandingkan target 2025 yang sebelumnya ditetapkan mencapai 1,5 juta ton secara nasional.

Pada Januari 2026, target penyaluran sempat disebut tetap 1,5 juta ton, namun kemudian dilakukan penyesuaian karena pada Januari hingga Februari masih dilakukan penyaluran sisa kuota tahun sebelumnya.

Penyaluran beras program stabilisasi pada 2025 tidak mencapai target karena tidak dilakukan sepanjang tahun, terutama saat memasuki masa puncak panen sehingga distribusi sempat dihentikan sementara.

Penundaan dimulai sejak Februari dan baru dilanjutkan kembali pada Juli hingga Desember 2025, dengan realisasi mencapai 802.939 ton, serta sisa kuota diperpanjang hingga awal 2026 untuk menjaga stabilitas harga. (rn/jh)

PHE Teken MoU dengan Tiga Perusahaan Migas Dunia

BusinessUpdate – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan tiga raksasa perusahaan minyak dan gas (Migas) yaitu SK Innovation serta SK Earthon (SK Group), Posco International, perusahaan asal Korea Selatan di bawah naungan SK Group, dan ExxonMobil.

Direktur Manajemen Risiko PHE, Whisnu Bahriansyah, mengatakan MoU diteken dalam Forum Bisnis Indonesia-Korea di Seoul, Korea Selatan pada Rabu (1/4/2026).

“Kerja sama ini merupakan bagian dari strategi PHE untuk memperkuat kapabilitas teknis, membuka peluang pertumbuhan anorganik, serta mempercepat pengembangan teknologi rendah karbon melalui kolaborasi dengan mitra kelas dunia,” kata Wishnu dalam keterangan resminya, Jumat (3/4/2026).

Wishnu menjelaskan, kerja sama dengan SK Group dan ExxonMobil mencakup penjajakan kerja sama di sektor hulu migas seperti pengembangan aset, peningkatan operasi, dan peluang pengambangan teknologi energi.

Kerja sama itu juga meliputi pengembangann Carbon Capture and Storage (CCS) lintas batas antara Indonesia dan Korea Selatan. Melalui kerja sama itu, rantai nilai CCS regional juga berpotensi dikembangkan dengan memanfaatkan kapasitas penyimpanan karbon Indonesia dan kebutuhan dekarbonisasi industri Korea Selatan.

Menurut Wishnu, melalui kolaborasi ini Indonesia berpeluang menjadi pusah pengembangan CCS di kawasan. Kerja sama CCS lintas negara dinilai strategis dalam menekan emisi global.

“Kemitraan global menjadi kunci untuk memperkuat posisi PHE dalam industri energi internasional sekaligus menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar Whisnu.

Sementara, kerja sama dengan POSCO International menyangkut perluasan peluang bisnis hulu, pengembangan aset migas dalam negeri dan internasional, sertapengembangan teknologi. Kedua perusahaan akan saling berbagi pengetahuan hingga kajian teknis dan komersial proyek energi.

Sebagaimana dengan SK Group dan ExxonMobil, kerja sama PHE-POSCO International juga meliputi pengembangan CCS guna mengurangi emisi karbon pada sektor migas. Anak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pertamina (Persero) itu juga memperpanjang masa berlaku MoU hingga 31 Maret 2028 sebagai wujud komitmen meneruskan pembahasan potensi kerja sama ke tahap berikutnya.

Wishnu menyatakan, PHE berkomitmen memperkuat posisi perusahaan negara di sektor hulu yang kompetitif di dunia internasional. PHE juga berkomitmen mendukung ketahanan dan transisi energi tanah air. PHE akan terus berinvestasi di sektor pengelolaan operasi dan bisnis di sektor hulu migas dengan tetap menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). (rn/jh. Foto: Dok. PHE)

Jasa Raharja Bakal Manfaatkan Gedung di Kota Tua Jakarta untuk Museum

BusinessUpdate – PT Jasa Raharja menjajaki pemanfaatan aset gedung milik perseroan di kawasan Kota Tua Jakarta untuk mendukung pengembangan ruang budaya berupa museum.

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan gedung yang berlokasi di kawasan Kali Besar tersebut memiliki nilai historis sekaligus potensi untuk dikembangkan menjadi ruang publik yang produktif.

“Bangunan ini tidak hanya menjadi aset perusahaan, tetapi juga merupakan bagian dari warisan sejarah yang perlu dijaga dan dimanfaatkan secara produktif,” kata Awaluddin dalam keterangan resmi di Jakarta, Juma (3/4/2026)t.

Menurutnya, pemanfaatan aset tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat melalui penguatan fungsi edukasi dan budaya di kawasan Kota Tua.

Ia menyampaikan Jasa Raharja mendukung rencana kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan dan Danantara guna menghadirkan ruang budaya yang terintegrasi dengan kawasan wisata sejarah. “Kami menyambut baik rencana kolaborasi ini sebagai upaya menghadirkan ruang budaya yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja Rubi Handojo menambahkan kawasan Kali Besar memiliki nilai sejarah sebagai pusat aktivitas perdagangan dan pemerintahan pada masa lalu.

Ia mengatakan pengembangan kawasan tersebut sebagai destinasi budaya diharapkan dapat memperkuat daya tarik Kota Tua Jakarta sebagai tujuan wisata sejarah dan edukasi.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebelumnya menyampaikan rencana pengembangan museum film dan fotografi di kawasan tersebut sebagai bagian dari penguatan ekosistem budaya nasional.

Menurutnya, pemanfaatan aset bersejarah milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat dioptimalkan menjadi ruang publik yang edukatif sekaligus mendukung pengembangan destinasi wisata berbasis sejarah.

Melalui kolaborasi tersebut, museum diharapkan dapat menghadirkan narasi perjalanan perfilman dan fotografi Indonesia dari masa ke masa, termasuk karya dan dokumentasi visual yang dimiliki. (pa/jh. Foto: Dok. Jasa Raharja)

Dari Rugi Rp6,33 Triliun KB Bank Raih Laba Rp66,59 Miliar

BusinessUpdate – PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) atau KB Bank mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp66,59 miliar, berbalik dari posisi rugi sebesar Rp6,33 triliun pada 2024.

Perseroan menyebut, perbaikan kinerja tersebut menjadi tonggak penting dalam proses transformasi menuju profitabilitas yang lebih berkelanjutan. Pencapaian ini didorong oleh perbaikan fundamental bisnis, yang tercermin dari peningkatan pendapatan bunga bersih serta penurunan signifikan biaya pencadangan.

Sepanjang 2025, KB Bank juga mencatatkan perbaikan kualitas aset. Hal ini terlihat dari penurunan rasio kredit berkualitas rendah (loan at risk) menjadi 20,31%, dari sebelumnya 22,76% pada 2024.

Dari sisi pendapatan, KB Bank membukukan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) sebesar Rp1,19 triliun, meningkat 3,40% dibandingkan Rp1,15 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara itu, Net Interest Margin (NIM) menjadi 1,43%, mencerminkan peningkatan kualitas aset produktif dan efisiensi pengelolaan biaya dana.

Perbaikan juga terlihat pada aspek likuiditas. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) turun menjadi 91,07% dari sebelumnya 103,26%. Hal ini menunjukkan struktur pendanaan yang semakin sehat dan seimbang, seiring pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK), terutama pada giro dan tabungan yang memperkuat basis pendanaan berbiaya rendah.

KB Bank juga menjaga likuiditas pada level kuat, dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 220,01% dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 101,82%, keduanya berada di atas ketentuan regulator. Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (CAR) tercatat sebesar 16,25%.

Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie menyampaikan, capaian laba bersih pada 2025 merupakan hasil dari disiplin dalam menjalankan strategi transformasi.

“Pencapaian laba bersih di tahun 2025 merupakan hasil dari disiplin eksekusi strategi transformasi yang kami jalankan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Kami tidak hanya fokus pada pertumbuhan, tetapi juga memastikan bahwa pertumbuhan tersebut berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Kunardy dalam siaran pers, Kamis (2/4/2026).

Ia menambahkan, perseroan masih melihat ruang perbaikan, terutama dalam peningkatan kualitas kredit dan penguatan fundamental bisnis.

“Ke depan, kami menyadari masih terdapat ruang untuk perbaikan, khususnya dalam peningkatan kualitas kredit dan penguatan fundamental bisnis secara keseluruhan. Oleh karena itu, KB Bank akan terus melanjutkan langkah-langkah perbaikan secara prudent, termasuk memperkuat kualitas aset, mendorong pengembangan bisnis berbasis digital, serta mengoptimalkan sinergi dengan KB Financial Group,” katanya.

Selain itu, KB Bank juga menjajaki berbagai inisiatif untuk memperkuat struktur permodalan guna mendukung pertumbuhan usaha yang lebih sehat.

Dari sisi penyaluran kredit, total kredit yang disalurkan mencapai Rp44,39 triliun pada 2025, meningkat dari Rp41,46 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mencerminkan ekspansi yang tetap selektif dan berkualitas.

KB Bank juga menyalurkan pembiayaan ke sejumlah sektor strategis nasional. Di sektor properti dan kawasan industri, perseroan memberikan fasilitas pembiayaan hingga Rp250 miliar kepada PT Intiland Sejahtera. Sementara di sektor kesehatan, pembiayaan sebesar Rp110 miliar disalurkan kepada PT KAI Medika Indonesia untuk pengembangan fasilitas Brawijaya Hospital.

Selain itu, KB Bank turut berpartisipasi dalam penerbitan sukuk senilai Rp400 miliar oleh PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk sebagai bagian dari dukungan terhadap sektor industri.

Sebagai informasi, KB Bank merupakan bank yang didirikan pada 1970 dan resmi menggunakan nama PT Bank KB Indonesia Tbk sejak Agustus 2025. Perseroan merupakan bagian dari KB Financial Group, grup jasa keuangan asal Korea Selatan. (ip/jh. Foto: Dok. KB Bank)