Home Blog Page 59

Bandara Soetta Layani 25,9 Juta Penumpang Tersibuk Kedua di Asia Tenggara

BusinessUpdate – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports melalui Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, melayani 25,9 juta penumpang pesawat domestik dan internasional selama semester I/2026.

“Berdasarkan laporan Official Airline Guide (OAG) Southeast Asia Aviation Market edisi Juli 2026, Bandara Soetta menempati peringkat kedua sebagai bandara tersibuk di Asia Tenggara berdasarkan kapasitas kursi penerbangan terjadwal (scheduled seat capacity), dengan sekitar 3,32 juta kursi atau meningkat 3,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” jelas General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Heru Karyadi di Tangerang, Banten, Jumat (7/8/2026) .

Selama Januari hingga Juni 2026 tercata melayani 25,9 juta penumpang dan 177.724 pergerakan pesawat. “Dari total penumpang tersebut, 17,55 juta merupakan penumpang domestik dan 8,35 juta merupakan penumpang internasional,” tambah Heru.

Hingga saat ini Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah melayani 70 maskapai yang menghubungkan Indonesia dengan 202 destinasi, terdiri atas 130 rute internasional dan 72 rute domestik. “Jaringan penerbangan tersebut terus memperkuat peran Soekarno-Hatta sebagai simpul konektivitas nasional sekaligus salah satu hub penerbangan terpenting di kawasan Asia,” katanya.

Menurut Heru, tingginya angka konektivitas penerbangan tersebut menjadi indikator bahwa Bandara Soekarno-Hatta terus berkembang sebagai bandara yang memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat di dunia.

“Di balik capaian tersebut, terdapat tanggung jawab yang semakin besar untuk memastikan setiap pertumbuhan trafik diikuti dengan peningkatan kapasitas, kualitas pelayanan, serta pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi seluruh pengguna jasa,” tambahnya.

Laporan OAG Southeast Asia Aviation Market edisi Juli 2026 menyebut Bandar Udara Internasional Changi Singapura menjadi bandara tersibuk berdasarkan kapasitas kursi penerbangan terjadwal yang mencapai 3,56 juta kursi, sedangkan di urutan ketiga yakni Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur Malaysia dengan 3,15 juta kursi.

Pada posisi keempat diduduki Bandar Udara Internasional Suvarnabhumi Bangkok Thailand dengan 2,9 juta kursi, kelima ada Bandar Udara Internasional Ninoy Aquino Manila Filipina sebanyak 2,62 juta kursi, keenam Bandar Udara Internasional Ho Chi Minh City Vietnam sebanyak 2,31 juta kursi, sedangkan di urutan ketujuh Bandar Udara Internasional Hanoi Vietnam sebanyak 2,21 juta kursi.

Posisi ke delapan yakni Bandar Udara Internasional Don Mueang Bangkok Thailand dengan jumlah 2,08 juta kursi, disusul oleh Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali di urutan kesembilan dengan jumlah 1,3 juta kursi, dan di urutan kesepuluh yakni Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar dengan jumlah kursi 953.513. (ip/jh. Foto: Dok. InJourney Airports)

Bank Jago Segera Buka Layanan Tabungan Emas

BusinessUpdate – PT Bank Jago Tbk (ARTO) tengah menyiapkan layanan tabungan emas digital sebagai instrumen investasi baru bagi nasabah. Saat ini, produk tersebut masih dalam tahap kajian internal dan proses perizinan regulator.

Head of Wealth Management Bank Jago Nyoman Sukmawati mengatakan, perseroan melihat peluang pertumbuhan bisnis dari produk emas digital. “Kemudian kalau tadi soal tabungan emas, betul kami sedang dalam penjajakan, eksplorasi,” kata Nyoman dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Nyoman mengatakan, sebagai bank, Bank Jago harus memastikan seluruh aspek produk telah dikaji, mulai dari potensi bisnis hingga manajemen risiko. “Sebagai bank tentunya juga menerapkan proses kehati-hatian dalam kajian, dalam assessment kami, jadi nanti begitu proses itu semua sudah dirasa cukup matang,” jelasnya.

Selain mematangkan kajian internal, Bank Jago juga masih menunggu persetujuan regulator sebelum produk tersebut diluncurkan. “Sudah juga mendapatkan persetujuan dari pihak-pihak regulator yang harus kami lakukan dalam hal produk baru, tentunya nanti akan segera dirilis,” tuturnya.

Menurut Nyoman, tabungan emas merupakan istilah yang digunakan untuk memudahkan masyarakat memahami konsep kepemilikan emas digital. Produk tersebut berbeda dengan emas fisik. Nasabah memiliki emas dalam bentuk digital yang tercatat berdasarkan gramasi dan memiliki nilai ekuivalen dalam rupiah sesuai harga emas saat itu.

Emas fisik tetap disimpan oleh lembaga penyedia atau kustodian yang ditunjuk. Sementara itu, nasabah dapat memantau jumlah gram emas serta nilai rupiahnya melalui aplikasi.

“Nilainya juga nanti mirip kayak efek, nanti nilainya bisa naik turun, nanti jadinya kalau fitur itu sudah ada, nasabah juga bisa melakukan pembelian, dan melihat tiap hari dia pergerakan nilainya itu berapa, dari gramasi tersebut menjadi nilai rupiahnya,” pungkasnya. (pa/jh. Foto: Dok. Bank Jago)

Pekerja Swasta Bakal Dominasi Pembiayaan Rumah Subsidi pada Semester II/2026

BusinessUpdate – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memprediksikan peminat terbesar rumah subsidi pada semester kedua tahun ini tetap berasal dari kelompok pekerja swasta, seperti yang terlihat pada semester pertama.

“Kami memperkirakan peminat terbesar tetap berasal dari kelompok pekerja swasta, yang selama ini mendominasi penerima manfaat Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP),” jelas Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Menurut Heru, berdasarkan realisasi penyaluran tahun 2026, sekitar 63,11% penerima berasal dari pekerja swasta, disusul wiraswasta sekitar 17,49%, serta kelompok PNS sebanyak 8,26% dan TNI, dan Polri sekitar 1,52%.

Selain itu, BP Tapera melihat potensi peningkatan minat rumah subsidi dari generasi muda dan keluarga muda yang baru membentuk rumah tangga. Kemudian pekerja sektor informal dan UMKM yang semakin terjangkau melalui berbagai penyempurnaan kebijakan pembiayaan.

Lalu masyarakat di kawasan penyangga kota besar yang membutuhkan hunian dengan harga terjangkau namun tetap memiliki akses ke pusat ekonomi. “Dengan adanya tenor hingga 40 tahun, kemampuan beli kelompok usia muda juga diperkirakan meningkat,” tambahnya.

Sebagai informasi, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyebut rumah subsidi dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) diminati oleh generasi milenial dan Gen-Z.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan berdasarkan realisasi penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) rumah subsidi tahun lalu (2025) sebesar 278.868 unit, kurang lebih 62%-nya diakses oleh Gen Z dan milenial, usia 19 sampai 30 tahun.

Hal itu menunjukkan bahwa kesadaran generasi muda saat ini untuk melakukan investasi jangka panjang berupa rumah sebagai investasi masa depan masih sangat tinggi. (rn/jh. Foto: Dok. BP Tapera)

BRI Bakal Salurkan Dana SAL untuk Pembiayaan Produktif

BusinessUpdate – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyambut positif keputusan Menteri Keuangan Purbaya menambah penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di perbankan karena dinilai akan memperkuat kemampuan perbankan dalam menyalurkan kredit, terutama ke sektor riil dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan tambahan likuiditas dari pemerintah akan dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat pembiayaan yang berkualitas dan produktif.

“Fokus kami tetap pada pembiayaan yang produktif sehingga mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) berupa peningkatan aktivitas usaha, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi masyarakat,” ujar Hery dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (7/8/2026).

Menurut Hery, likuiditas yang memadai merupakan fondasi penting agar industri perbankan dapat menjalankan fungsi intermediasi secara optimal dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian. Dengan kondisi likuiditas yang terjaga, bank memiliki ruang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan dunia usaha tanpa mengorbankan kualitas aset maupun pengelolaan risiko.

Sebagai bank dengan portofolio pembiayaan UMKM terbesar di Indonesia, BRI memastikan ekspansi kredit akan tetap difokuskan pada sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak ekonomi nasional. Selain UMKM, penyaluran kredit juga diarahkan ke sektor pertanian, perdagangan, industri pengolahan, dan berbagai sektor produktif lainnya.

Hingga akhir kuartal I/2026, BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp1.562 triliun di mana pembiayaan kepada segmen UMKM mencapai Rp1.211 triliun atau tetap menjadi kontributor terbesar dalam portofolio kredit perseroan.

“Melalui pengelolaan likuiditas yang prudent dan penyaluran kredit yang berkualitas, kami akan terus memperbesar kontribusi BRI sebagai agen pembangunan yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, memperluas inklusi keuangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Hery. (pa/jh. Foto: Dok. BRI)

Garuda Indonesia Mulai Layani Penerbangan Rute Palu-Guangzhou

BusinessUpdate – Bandar Udara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri di Palu, Sulawesi Tengah, resmi melayani penerbangan internasional perdana rute Palu-Guangzhou, China, yang dilayani maskapai Garuda Indonesia pada Kamis (6/8/2026) malam.

Penerbangan tersebut menandai terbukanya konektivitas internasional dari Sulawesi Tengah setelah Bandara Mutiara SIS Al-Jufri ditetapkan sebagai bandara internasional pada 2025.

“Ini adalah sebuah sejarah baru tentunya bagi kita Sulawesi Tengah. Bandara kita perdana beroperasi sebagai bandara internasional,” kata Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid pada peresmian penerbangan internasional perdana Palu-Guangzhou.

Menurutnya, pembukaan rute Palu-Guangzhou menjadi salah satu tanda kemajuan Sulawesi Tengah, khususnya dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah. Konektivitas langsung dengan Guangzhou dapat membuka akses yang lebih luas bagi pengembangan potensi daerah, terutama sektor pariwisata, investasi, dan kerja sama ekonomi dengan China.

Penerbangan perdana pada pukul 20.20 WITA tersebut mengangkut 157 penumpang dari Palu menuju Guangzhou dengan seluruh kursi terisi penuh dan waktu tempuh sekitar lima jam. Gubernur berharap pembukaan rute tersebut menjadi awal semakin kuatnya konektivitas Sulawesi Tengah dengan China dan negara-negara lainnya.

Selain itu, Pemprov Sulteng menargetkan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri ke depan dapat melayani penerbangan embarkasi haji. Karena itu, pihaknya mendorong pengembangan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri seiring dengan bertambahnya aktivitas penerbangan internasional, termasuk peningkatan fasilitas dan perluasan landasan pacu.

Ia berharap dukungan pemerintah pusat melalui anggaran APBN dapat mempercepat perluasan landasan pacu sehingga kapasitas pelayanan bandara dapat ditingkatkan.

“Harapan saya mudah-mudahan dengan bantuan Pak Dirjen melalui anggaran APBN, perluasan landasan bisa lebih secepatnya, sehingga nanti mudah-mudahan dalam kurun waktu di masa jabatan kami, embarkasi penerbangan haji juga sudah bisa dilakukan dari Bandara SIS Al-Jufri ini,” katanya.

Ia menargetkan kebutuhan lahan untuk pengembangan bandara dapat diselesaikan sehingga proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat. “Insya Allah mungkin dalam tahun 2028 ke depan sudah bisa, sudah clear and clean semua,” ujar Anwar.

Wakil Direktur PT Garuda Indonesia Thomas Sugiarto mengatakan penerbangan Palu-Guangzhou membuka akses dan jalur pertumbuhan ekonomi baru dengan menghubungkan potensi Sulawesi Tengah secara langsung dengan pasar internasional.

“Hari ini kita tidak sekadar membuka sebuah rute, tetapi juga membuka jalur pertumbuhan yang menghubungkan potensi Sulawesi Tengah secara langsung dengan pasar internasional,” katanya. Sulawesi Tengah berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi yang semakin strategis di kawasan timur Indonesia.

Potensi industri, perdagangan, investasi, pariwisata, serta berbagai komoditas unggulan daerah membutuhkan konektivitas udara yang mampu menghadirkan efisiensi perjalanan yang lebih cepat dan kompetitif.

Melalui penerbangan langsung tersebut, waktu perjalanan menuju salah satu pusat perdagangan dan manufaktur terbesar di China dan Asia dapat dipersingkat. Penerbangan ini diharapkan memperlancar mobilitas pelaku usaha dan masyarakat, membuka akses pasar yang lebih luas, serta mendorong pertumbuhan peluang industri, investasi, dan kerja sama ekonomi baru. (rn/jh. Foto: Dok. Dinas Pariwisata Sulteng)

Bank BPD Bali dan Taspen Gelar Sosialisasi untuk Tingkatkan Layanan pada Pensiunan

BusinessUpdate – Bank BPD Bali bersinergi dengan PT Taspen (Persero) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dalam memberikan layanan prima bagi nasabah, khususnya para pensiunan peserta Taspen.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Pusat Bank BPD Bali, Denpasar, baru-baru ini mengambil tema, “Sosialisasi Ketaspenan terkait Mekanisme Flagging dan Layanan Pensiunan Antara Bank BPD Bali dengan Taspen.” Acara dihadiri oleh perwakilan karyawan unit kerja Bank BPD Bali.

Kegiatan strategis ini berfokus pada beberapa agenda utama, yakni sosialisasi mekanisme pengelolaan debitur pensiuan peserta Taspen (flagging), penambahan user aplikasi, pembahasan pembaruan Perjanjian Kerja Sama (PKS), serta pelaksanaan refreshment layanan Ketaspenan bagi seluruh peserta yang hadir.

Inovasi sistem ini dirancang agar proses identifikasi dan kepesertaan Taspen di lingkungan perbankan berjalan lebih akurat, aman, terstandarisasi, dan efisien, yang diimbangi dengan peningkatan kualitas pemahaman operasional para staf Bank BPD Bali yang notabene merupakan mitra bayar PT Taspen (Persero).

Direktur Kredit Bank BPD Bali, Made Lestara Widiatmika, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terus terjalin dengan sangat baik antara Bank BPD Bali dan PT Taspen Kantor Pusat maupun Cabang baik Taspen Denpasar maupun Mataram.

“Seluruh agenda yang dibahas hari ini saling berkaitan dan menjadi bagian penting dalam upaya kita bersama untuk menyempurnakan proses flagging kepesertaan Taspen, sekaligus me-refresh kembali standar kualitas layanan para pegawai di lapangan. Melalui mekanisme baru dan pembekalan layanan ini, kami berharap akurasi identifikasi serta validasi data meningkat, sementara proses input dan monitoring operasional dapat berjalan lebih cepat, optimal, dan tidak menumpuk pada satu pihak. Pada akhirnya, semua ini bermuara pada peningkatan kepuasan dan kualitas layanan kepada peserta Taspen,” ujar Made Lestara.

Perubahan mekanisme operasional ini juga bertujuan untuk mempercepat proses layanan dengan mendekatkan proses verifikasi ke tingkat cabang.

“Dengan perubahan pola pelaksanaan ini, verifikasi dan validasi flagging kini didekatkan ke kantor cabang. Sinergi ini tidak mungkin terjadi tanpa adanya kolaborasi, dan kolaborasi butuh komunikasi yang baik. Tujuan utama kita murni untuk meningkatkan layanan dan kepuasan nasabah, terutama para pensiunan,” kata Branch Manager PT Taspen Denpasar, Manaksak Siburian, yang akrab dipanggil Frans.

Inisiatif Bank BPD Bali dalam memfasilitasi percepatan sosialisasi regulasi baru dan penguatan standar layanan ini mendapat apresiasi tinggi dari perwakilan pusat. Regional Operations Department Head PT Taspen Kantor Pusat, Muhammad Samsuri, memuji langkah proaktif BPD Bali di antara puluhan mitra kerja sama Taspen secara nasional.

“Dari sekitar 46 mitra kerja sama kami, inisiatif sosialisasi secara langsung ke level operasional ini pertama kali datang dari Bank BPD Bali. Ini adalah hal yang luar biasa positif. Ke depannya, otoritas penyelesaian (open flagging) akan diserahkan sepenuhnya ke mitra perbankan. Untuk mendukung hal tersebut, kami juga memperketat sistem keamanan user dengan autentikasi ganda guna memastikan keamanan data nasabah,” jelas Samsuri.

Melalui sosialisasi dan refreshment layanan ini, seluruh perwakilan unit kerja Bank BPD Bali diharapkan dapat memahami serta mengimplementasikan mekanisme operasional secara komprehensif. Sinergi, kesiapan SDM, dan pembaruan legalitas operasional antara Bank BPD Bali dan PT Taspen (Persero) diharapkan terus membawa kemudahan, keamanan, dan kenyamanan bagi seluruh nasabah pensiunan perserta Taspen di Bali. (ip. Foto: Dok BPD Bali)

BRIN Kenalkan Sepatu Karet untuk Sekolah Rakyat

BusinessUpdate – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan inovasi sepatu berbahan karet produksi lokal yang dibanderol mulai sekitar Rp75 ribu guna mendukung kebutuhan program Sekolah Rakyat.

“Ini sepatu BRIN produk lokal. Ini Pak Presiden (Prabowo Subianto) juga pesan; ‘BRIN tolong dong bikin yang bisa menyelesaikan masalah sepatu’,” kata Kepala BRIN Arif Satria saat menunjukkan sepatu tersebut yang dikenakannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Menurut Arif, produk tersebut merupakan hasil pengembangan BRIN di Serpong dan seluruhnya menggunakan bahan karet sehingga dapat diproduksi dengan harga yang relatif terjangkau. “Ini semuanya dari karet, harga murah, kurang dari Rp80 ribu,” ujarnya.

Saat ini harga sepatu bervariasi bergantung pada motif dan bahan yang digunakan. Sebagian produk dijual sekitar Rp75 ribuan, sementara beberapa model lainnya dibanderol di atas Rp100 ribu.

BRIN berencana menggandeng mitra industri agar inovasi tersebut dapat diproduksi secara massal dan menjangkau masyarakat lebih luas. “Nanti kita mencari mitra industri supaya bisa produksi lebih banyak lagi,” kata Arif.

Pengembangan sepatu tersebut ke depan ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan alas kaki bagi siswa Sekolah Rakyat. “Ya memang nanti kita arahnya untuk bisa membantu Sekolah Rakyat,” ujar Arif. Ia mengatakan sepatu tersebut memiliki bobot ringan, nyaman digunakan, dan tetap terjangkau dari sisi harga.

Kehadiran Kepala BRIN Arif Satria di Istana Kepresidenan Jakarta untuk mengikuti pertemuan 150 peneliti BRIN dengan Presiden Prabowo Subianto. Para peneliti tersebut akan memaparkan hasil riset dan inovasi secara lebih menyeluruh yang dapat mendukung penyelesaian berbagai persoalan nasional. (ip/jh. Foto: Dok. Harjo)

Galeri 24 Targetkan Laba 2026 Lebih dari Rp1,3 Triliun

BusinessUpdate – PT Pegadaian Galeri Dua Empat (Galeri 24), anak usaha PT Pegadaian yang bergerak di bidang perdagangan emas, menargetkan laba tahun 2026 lebih dari Rp1,3 triliun menyusul ekspansi jaringan usaha dan penguatan bisnis perdagangan emas.

Perusahaan menilai delapan tahun perjalanan bisnis menjadi momentum untuk memperkuat posisinya sebagai merek emas pilihan masyarakat Indonesia. Direktur Utama Galeri 24 Endah Susiani mengatakan, selama delapan tahun beroperasi perusahaan mencatat pertumbuhan yang signifikan, baik dari sisi jaringan usaha maupun kinerja keuangan.

“Hari ini Galeri 24 genap berusia delapan tahun. Ini menjadi bentuk rasa syukur kami karena sudah melewati delapan tahun dengan performa yang luar biasa baik,” ujar Endah dalam siaran pers, Kamis (6/8/2026).

Hingga Juli 2026, Galeri 24 telah memiliki 116 outlet yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan tersebut terdiri atas J-Store (Jewellery Store), distro atau toko emas yang berada di dalam kantor Pegadaian, serta Open Booth Permanen di sejumlah daerah.

Menurut Endah, perluasan jaringan menjadi salah satu keunggulan perusahaan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai daerah. Selain memperluas jaringan, Galeri 24 juga memperkuat lini bisnis perdagangan emas yang mencakup emas batangan, perhiasan, berlian, hingga emas custom. Perusahaan juga memiliki pabrik sendiri yang memproduksi emas batangan dan perhiasan dengan merek Galeri 24.

Tak hanya melayani penjualan kepada masyarakat umum, Galeri 24 juga menjadi pemasok utama emas fisik bagi berbagai produk Pegadaian, seperti Tabungan Emas, Cicilan Emas, dan Arisan Emas. “Kami juga melayani penjualan kepada korporasi, koperasi, hingga bank syariah yang memiliki kebutuhan atas emas,” kata Endah.

Dari sisi kinerja keuangan, Galeri 24 mencatat kenaikan laba yang signifikan pada tahun buku 2025. Laba perusahaan mencapai Rp1,3 triliun, melonjak dibandingkan Rp377 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara itu, hingga Juni 2026, laba perusahaan telah mencapai sekitar Rp1,1 triliun.

“Target kami tahun ini minimal mencapai Rp1,3 triliun, bahkan harapannya bisa melampaui target tersebut,” ujar Endah. Selain mengejar pertumbuhan laba, perusahaan juga berupaya meningkatkan brand awareness agar semakin dikenal sebagai pilihan utama masyarakat dalam membeli emas.

Upaya tersebut dilakukan dengan menjaga kualitas produk sesuai standar kadar emas, menawarkan harga yang kompetitif, serta menyediakan harga buyback yang disebut lebih tinggi dibandingkan sejumlah merek lain.

Galeri 24 juga menyediakan layanan konsinyasi atau titip jual emas, serta terus memperluas kerja sama dengan berbagai institusi untuk memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas. (pa/jh. Foto: Dok. Galeri 24)

Transaksi QRIS di Indonesia Semester I/2026 Capai Rp600,69 Triliun

BusinessUpdate – Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi digital Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS di Tanah Air pada semester I/2026 mencapai 12,55 miliar atau tumbuh 100,12% dibandingkan periode sama pada 2025.

“QRIS sebagai gerbang ekonomi digital sekaligus pengubah keadaan bagi ekonomi dan keuangan digital nasional,” kata Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, realisasi itu menegaskan pembayaran digital kini menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat Indonesia. Hingga akhir Juni 2026, nilai transaksi QRIS mencapai Rp600,69 triliun atau tumbuh 89,52% secara tahunan.

Pertumbuhan itu menandakan masyarakat semakin nyaman meninggalkan uang tunai dan beralih ke transaksi berbasis pemindaian kode melalui telepon pintar.

Sementara itu, dari sisi jangkauan, layanan itu kini digunakan oleh sekitar 66 juta orang dan diterima di 44,86 juta gerai (merchant) di seluruh Indonesia. Bank sentral menargetkan 70 juta pengguna dan 47 juta merchant hingga akhir 2026. Untuk volume transaksi, target sepanjang 2026 dipatok 17 miliar sehingga dengan capaian 12,55 miliar transaksi pada semester pertama, berarti hampir tiga perempat target telah terpenuhi.

Sebagian besar merchant QRIS merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang sebelumnya sulit menerima pembayaran nontunai. Melalui kode yang cukup dicetak di kertas, pedagang kecil kini dapat menerima pembayaran dari beragam bank dan dompet digital.

Kondisi itu turut mendorong inklusi keuangan, yakni makin luasnya masyarakat yang tersentuh layanan keuangan formal. Ia menambahkan kekuatan QRIS terletak pada infrastruktur yang terintegrasi dan memiliki interoperabilitas di seluruh penyelenggara pembayaran. Dengan sifat itu, satu kode dapat dipindai oleh aplikasi dari bank maupun penyedia jasa pembayaran mana pun tanpa hambatan.

QRIS merupakan standar kode respons cepat nasional yang menyatukan beragam aplikasi pembayaran ke dalam satu format seragam. Sebelum QRIS hadir, setiap penyedia memiliki kode berbeda sehingga pedagang harus memasang banyak stiker pembayaran sekaligus.

Ekosistem pendukung QRIS pun kian luas, melibatkan 96 bank, 60 lembaga nonbank, dan empat lembaga switching atau lembaga yang berfungsi untuk memproses data transaksi pembayaran. (rn/jh. Foto: Dok. Bank Mandiri)

Laba Bersih Hana Bank Semester I/2026 Tumbuh 9,21 Persen

BusinessUpdate – PT Bank KEB Hana Indonesia atau Hana Bank meraih laba bersih sebesar Rp360,75 miliar sepanjang semester I/2026, meningkat 9,21% secara tahunan (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp330,33 miliar.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, perolehan laba Hana Bank pada periode ini didorong oleh pendapatan komisi yang mencapai Rp91,06 miliar, tumbuh 9,65% yoy dari posisi Juni 2025 sebesar Rp83,05 miliar. Pendapatan lainnya juga meningkat sebesar 10,27% yoy menjadi Rp45,93 miliar dari Rp41,65 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan kredit turut menjadi penopang kinerja Hana Bank. Pada semester I/2026, penyaluran kredit Hana Bank mencapai Rp43,23 triliun atau meningkat 8,81% secara tahunan. Seiring dengan pertumbuhan kredit, total aset juga meningkat 8,54% yoy menjadi Rp56,58 triliun.

Kinerja intermediasi tersebut didukung oleh penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp27,77 triliun pada semester I/2026. Hal itu sejalan dengan strategi perseroan untuk menumbuhkan dana murah (Current Account and Savings Account/CASA) yang meliputi tabungan dan giro untuk menjaga efisiensi cost of fund.

Adapun, kualitas kredit Hana Bank tetap terjaga dengan rasio Non Performing Loan (NPL) sebesar 0,68%, membaik dari 0,73% pada periode yang sama tahun sebelumnya dan lebih rendah dari NPL perbankan semester I/2026 yang sebesar 2,09%. Sementara itu, Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 25,78%, yang menunjukkan masih ada ruang untuk pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

Direktur Utama Hana Bank Yung Ryul Ko menyampaikan, Hana Bank optimistis dapat mencapai target hingga akhir 2026 di tengah berbagai tantangan. “Ke depan, Hana Bank akan terus berinovasi menghadirkan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah dan perkembangan situasi ekonomi, sekaligus tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” kata Yung Ryul Ko dalam keterangannya, Kamis (6/8/2026). (pa/jh. Foto: Dok. Hana Bank)