Home Blog Page 68

Tak Ada PHK dalam Proses Perampingan Telkom

BusinessUpdate – DPR RI memastikan dalam proses streamlining atau perampingan Telkom Group tidak akan mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK). Kepastian itu disampaikan setelah ada pertemuan tripartit antara Serikat Karyawan Telkom Indonesia (Sekar Telkom) dengan Danantara dan direksi Telkom.

Penegasan itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama jajaran DPR RI setelah menerima kunjungan Sekar Telkom untuk mendengar aspirasi dan mencari solusi yang tetap memperhatikan hak-hak pekerja di tengah proses transformasi perusahaan.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, yang turut mendampingi Sufmi Dasco, menyampaikan bahwa upaya itu dilakukan DPR RI agar pengaduan Sekar Telkom dapat diselesaikan lewat dialog antarpihak.

“Kami diminta oleh pimpinan DPR, Pak Dasco, untuk menyelesaikan pengaduan dari teman-teman Sekar Telkom. Alhamdulillah, setelah berproses selama beberapa pekan, seluruh persoalan sudah bisa kita selesaikan bersama,” kata Andre dalam keterangan resmi, Jumat (24/7/2026).

Dalam rapat yang mempertemukan pihak karyawan dengan Danantara dan direksi Telkom di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (23/7), ketiga pihak akhirnya menyepakati sejumlah poin penting, yakni proses streamlining atau perampingan Telkom Group dipastikan tidak akan mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kemudian seluruh karyawan, di mana pun ditugaskan, tetap berstatus sebagai karyawan Telkom Group dan memperoleh insentif serta manfaat yang sama. Sebagian karyawan juga akan ditempatkan pada unit usaha baru bernama Telkom Enterprise dengan jaminan tidak ada PHK, meski unit tersebut tidak berkembang sesuai rencana.

Selain itu, disepakati juga hak-hak karyawan pada anak perusahaan yang saat ini tidak lagi beroperasi, termasuk PT PINS Indonesia, tetap dilindungi melalui jaminan kelangsungan gaji dari Telkom dan Danantara.

Sementara itu, Ketua Umum Sekar Telkom Nasri menyampaikan terima kasih kepada pimpinan DPR RI dan Komisi VI yang telah memfasilitasi dialog tersebut. Menurutnya, kepastian status sebagai karyawan BUMN menjadi aspirasi utama yang selama ini diperjuangkan pekerja Telkom dan anak-anak perusahaannya, termasuk PINS.

“Pada intinya, kami sebagai karyawan ingin mendapatkan kepastian atas status kami sebagai karyawan BUMN. Alhamdulillah, hari ini sudah ada beberapa solusi, dan ke depan tahapan pelaksanaannya akan dibahas lebih lanjut secara bertahap bersama BUMN dan Danantara,” kata Nasri. (rn/jh. Foto: Dok. DPR)

Aset Bank Mandiri Tumbuh 19,1 Persen Berkat Ekspansi Kredit

BusinessUpdate – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan aset sebesar Rp2.349,2 triliun pada akhir semester I/2026. Aset perseroan bank only tumbuh 19,1% secara tahunan (yoy) ditopang oleh ekspansi kredit yang tetap tinggi di tengah pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang solid.

Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan, pertumbuhan tersebut didorong oleh penyaluran kredit yang tumbuh 19,9% (yoy) dan DPK yang tumbuh 17,1%. “Pertumbuhan yang seimbang ini menjadi fondasi yang penting dalam menjaga struktur pendanaan yang sehat sekaligus memperkuat fungsi intermediasi Bank Mandiri,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (23/7/2026).

Selain mencatatkan pertumbuhan neraca, Bank Mandiri juga memperbaiki efisiensi operasional. Cost to Income Ratio (CIR) turun menjadi 35,6% pada semester I/2026, membaik 7,8 poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Novita mengungkapkan, peningkatan efisiensi tersebut bukan merupakan hasil penghematan jangka pendek, melainkan hasil dari transformasi digital yang terus dijalankan perseroan selama bertahun-tahun. “Salah satu pencapaian yang paling membanggakan adalah peningkatan efisiensi operasional,” tambahnya.

Perbaikan efisiensi tersebut turut menjaga profitabilitas perseroan. Hingga semester I/2026, Bank Mandiri membukukan return on assets (ROA) sebesar 3,10%, meningkat dari 2,89% pada periode yang sama tahun lalu. Sementara return on equity (ROE) naik menjadi 24,3% dari sebelumnya 21,1%.

Di sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross membaik menjadi 0,98% dari 1,08% pada Juni 2025. Meski demikian, net interest margin (NIM) tercatat turun dari 4,63% menjadi 4,37%, sedangkan capital adequacy ratio (CAR) berada di level 17,5%.

Peningkatan efisiensi tidak terlepas dari penguatan kapabilitas digital Bank Mandiri. Menurutnya, digital kini bukan sekadar kanal transaksi, tetapi telah menjadi fondasi utama dalam menghadirkan layanan yang lebih cepat, efisien, dan menjangkau lebih banyak masyarakat dan pelaku usaha.

Saat ini, platform Kopra by Mandiri telah digunakan lebih dari 354.000 pengguna, sekitar 84% di antaranya berasal dari segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Hal ini menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya dinikmati oleh perusahaan-perusahaan besar tapi juga telah menjadi bagian dari aktivitas operasional pelaku usaha kecil dan menengah,” jelasnya.

Sementara itu, Livin’ by Mandiri telah memiliki lebih dari 41 juta pengguna dengan frekuensi transaksi yang terus meningkat sepanjang kuartal II/2026. Tidak hanya bertambah dari sisi jumlah pengguna, intensitas pemanfaatan juga terus meningkat. Hal ini tecermin dari frekuensi transaksi yang terus tumbuh sepanjang Kuartal II/2026.

Secara rata-rata, apabila jumlah transaksi di Livin’ dijalankan oleh jaringan konvensional Bank Mandiri maka ini setara dengan sekitar 11.500 transaksi per hari atau 1.700 transaksi per jam layanan di setiap kantor layanan. “Hal ini menunjukkan bahwa Livin’ telah berkembang menjadi bagian dari aktivitas finansial sehari-hari di masyarakat,” tutupnya. (pa/jh. Foto: Dok. Bank Mandiri)

PalmCo Gelar Pelatihan untuk Talenta Muda Next Gen Leaders Camp 2026

BusinessUpdate – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo menegaskan pengembangan sumber daya manusia menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing sekaligus memastikan keberlanjutan kinerja perusahaan di tengah perubahan industri.

Untuk itu, perseroan menyiapkan talenta muda sebagai bagian dari strategi perusahaan menghadapi dinamika industri sawit global yang semakin kompleks, mulai dari fluktuasi harga komoditas, tuntutan keberlanjutan, hingga kebutuhan meningkatkan efisiensi operasional.

“Dari sisi laba terhadap aset, kita nomor dua di dunia. Ini posisi kita hari ini. Bicara kelestarian dan keberlanjutan, ranking kita juga nomor dua di dunia. Tapi kemudian kita berpikir, kalau sudah begitu mau apa lagi? Itu belum cukup, its far from enough,” kata Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan saat Imemberikan pembekalan pada kegiatan Next Gen Leaders Camp 2026 di Bogor. Menurutnya, capaian tersebut tidak boleh membuat perusahaan berpuas diri. Sebaliknya, PalmCo perlu mempercepat kaderisasi agar memiliki generasi penerus yang mampu menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan perusahaan.

Ia menjelaskan tantangan industri sawit ke depan diperkirakan semakin besar, baik akibat fluktuasi harga komoditas, meningkatnya tuntutan pasar global terhadap tata kelola lingkungan, maupun kebutuhan meningkatkan efisiensi operasional.

Oleh karena itu, perseroan mendorong penerapan perbaikan berkelanjutan yang ditopang inovasi di seluruh lini perusahaan, termasuk melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Dalam sesi tersebut, ia mengingatkan pentingnya membangun daya tahan dalam menghadapi tantangan pekerjaan. Menurutnya, tekanan merupakan bagian dari proses pembentukan karakter dan kepemimpinan.

“Untuk berubah, seringkali yang paling mudah adalah dengan tekanan. Tidak ada barang bagus yang lahir tanpa tekanan. Contohnya tembaga dan berlian, tekanannya lebih besar mana? Berlian yang ukurannya kecil bisa sangat mahal karena ia dibentuk oleh tekanan ribuan derajat dan bar,” ujarnya.

Selain itu, ia mendorong talenta muda PalmCo berani mengambil keputusan dan mengeksekusi strategi bisnis dengan tetap menerapkan manajemen risiko serta prinsip kehati-hatian.

“Apakah inovasi itu berarti nekat? Tidak. Itu namanya calculated risk, risiko yang sudah diperhitungkan. Jadi kalau kita mau melompat, selama kita dengan hati bersih untuk rakyat, kita lompat. Tapi harus dihitung, melompat jangan sampai jatuh, tidak boleh sembarangan,” ucap Jatmiko.

Ia menambahkan kinerja positif perusahaan saat ini turut meningkatkan ekspektasi para pemangku kepentingan sehingga perusahaan tidak hanya dituntut menghasilkan keuntungan, tetapi juga menjalankan tanggung jawab strategis dalam mendukung perekonomian nasional.

“Keberhasilan kita hari ini bukan berarti membuat kita diapresiasi untuk kemudian dibiarkan hidup tenang. Tidak. Justru kita kini dianggap dan diharapkan bisa menjadi motor penggerak dari sawit nasional,” ujarnya.

Ia menyebut program Next Gen Leaders Camp 2026 yang berlangsung pada 16–18 Juli 2026 merupakan bagian dari penyiapan estafet kepemimpinan perusahaan. Kegiatan tersebut diikuti talenta muda pilihan dari seluruh regional perseroan sebagai upaya memperkuat kapasitas calon pemimpin perusahaan menghadapi tantangan industri ke depan.

Sebelumnya, PTPN IV PalmCo membukukan laba bersih sebesar Rp7,08 triliun pada tahun buku 2025 berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit atau meningkat 90,3% dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp3,72 triliun.

Peningkatan kinerja tersebut ditopang kenaikan produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), efisiensi operasional, serta penguatan fundamental bisnis di tengah tantangan ekonomi global dan volatilitas pasar.

Perseroan menyatakan akan terus memperkuat efisiensi operasional, manajemen risiko, dan pengembangan sumber daya manusia guna menjaga keberlanjutan kinerja sekaligus meningkatkan daya saing industri sawit nasional. (ip/jh. Foto: Dok. PalmCo)

Pertamina Siapkan Infrastruktur untuk Kembangkan Bioetanol

BusinessUpdate – PT Pertamina (Persero) siap mengembangkan bioetanol. Perseroan telah menyiapkan infrastruktur guna mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus mendorong transisi energi melalui pengembangan bahan bakar nabati (BBN) jenis bioetanol, seperti program E5-E20.

“Pertamina telah menyiapkan infrastruktur blending, terminal BBM, serta fasilitas distribusi,” ujar VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron dikutip dari Antara, Kamis (23/7/2026).

Saat ini, PT Pertamina Patra Niaga telah memasarkan Pertamax Green 95 di 177 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tersebar di sejumlah wilayah Pulau Jawa sebagai bagian dari implementasi bertahap pemanfaatan bioetanol. Pertamax Green 95 terbuat dari campuran Pertamax dan 5% bioetanol nabati berbahan dasar tebu (E5).

“Pertamina juga memastikan setiap produk yang dipasarkan memenuhi standar kualitas dan spesifikasi yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga dapat disalurkan kepada masyarakat secara aman dan andal,” jelas Baron.

Secara terpisah, Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza mengungkapkan bahwa saat ini Pertamina sedang membangun fasilitas pengembangan bioetanol di Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur, dengan kapasitas produksi 30 ribu kiloliter (kl) per tahun.

Pengembangan program E10 merupakan strategi pemerintah untuk menekan impor bensin, sehingga mewujudkan ketahanan energi nasional. Presiden Prabowo Subianto berencana untuk menambah jumlah pabrik etanol di Indonesia, dengan membangun setidaknya 30 sampai dengan 50 pabrik sebagai upaya untuk mengembangkan bahan bakar minyak (BBM) dengan campuran etanol.

Kepala Negara memberikan contoh bagaimana India sudah dapat mencapai E20 dan Brasil sudah mencapai E100. Ia optimistis Indonesia dapat mencapai target untuk mencapai tingkatan E20. (pa/jh)

Progres Tol Jogja Solo Paket 2.2 Capai 86 Persen

BusinessUpdate – PT Adhi Karya (Persero) selaku kontraktor pelaksana mencatat progres pembangunan Jalan Tol Jogja–Solo Seksi 2 Paket 2.2 ruas Trihanggo–Junction di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah mencapai sekitar 86%. Pembangunan ruas ini ditargetkan rampung melalui proses “provisional hand over” (PHO) pada September 2026.

Humas PT Adhi Karya proyek pembangunan Tol Jogja–Solo Seksi 2 Paket 2.2 Agung Murhandjanto mengatakan proyek saat ini memasuki tahap akhir pengerjaan struktur setelah sukses melaksanakan pemasangan balok (erection girder) untuk akses naik dan turun (ramp on dan ramp off).

“Insya Allah sampai sekarang ya sekitar sudah masuk 86 persen. Jadi terakhir tadi malam itu kita melaksanakan “erection girder” untuk balok yang membentang, dan untuk “ramp on” serta “ramp off”-nya alhamdulillah sudah selesai,” kata Agung, Kamis (23/7/2026).

Fokus pekerjaan selanjutnya meliputi pembesian, pengecoran lantai beton (rigid pavement), dan pengaspalan di area “ramp on” dan “ramp off.” Selain itu, pihaknya juga sedang merampungkan gerbang tol berornamen khas budaya lokal.

Desain gerbang tol tersebut nantinya akan dilengkapi dengan siluet ikonik berupa situs arsitektur Candi Ratu Boko. Struktur rangka siluet candi saat ini masih dirangkai di bagian bawah sebelum nantinya dipasang di atas area “gantry” gerbang tol di sisi timur perempatan Jalan Raya Ringroad.

Dari sisi konektivitas, ruas tol ini nantinya secara fisik sudah terhubung langsung dengan Tol Jogja–Bawen. Arus kendaraan dari kedua jalan tol tersebut akan terkoneksi dan keluar masuk melalui “exit tol” Trihanggo.

Menanggapi tantangan pembangunan di atas jalur lalu lintas nasional yang padat mobilitasnya, Agung menegaskan pihak kontraktor menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan kerja (safety) secara ketat guna menghindari potensi kecelakaan.

Sejumlah langkah mitigasi yang diterapkan di antaranya mewajibkan pekerja mengenakan alat pelindung diri secara lengkap, memasang jaring pengaman (safety net) di sisi kanan-kiri struktur melayang (elevated), serta membatasi jam kerja untuk pekerjaan berat seperti pengecoran beton yang dilakukan pada sore atau malam hari saat volume kendaraan menurun.

Pihak kontraktor juga terus berkoordinasi secara intensif dengan pemangku kepentingan terkait, seperti Ditlantas Polda DIY, Satlantas Polresta Sleman, Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, hingga Dishub DIY, guna mengantisipasi dinamika lalu lintas harian.

Untuk mencapai target penyelesaian pada September mendatang, Agung memastikan bahwa jumlah tenaga kerja maupun alat berat saat ini masih dalam kondisi konstan sesuai dengan jadwal awal tanpa memerlukan penambahan jam lembur yang masif. “Terkait pembebasan lahan, ia memastikan seluruh area kerja sudah dalam status “clear and clean” serta siap sepenuhnya untuk digunakan,” katanya.

Agung mengatakan kehadiran infrastruktur jalan tol ini diyakini akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap akselerasi pertumbuhan ekonomi masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

“Insya Allah ini menjadi konektivitas antarwilayah yang akan menjadi lebih lancar dan lebih cepat. Destinasi-destinasi wisata unggulan, terutama di Jateng-DIY, bisa terkoneksi dengan cepat, seperti akses menuju Candi Borobudur,” kata Agung.

Sebagai informasi, untuk titik ruas Trihanggo (Paket 2.2), infrastruktur yang disiapkan mencakup satu titik akses keluar dan masuk kendaraan (ramp on dan ramp off). Selanjutnya, ruas ini akan terhubung dengan pengembangan paket berikutnya menuju kawasan Junction Sleman ke arah Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). (rn/jh. Foto: Dok. Adhi Karya)

Lippoland Kembangkan Kawasan Terpadu di Cikarang

BusinessUpdate – LippoLand mengembangkan kawasan terpadu bertajuk OAZE di Cikarang, yang mengintegrasikan hunian, ruang publik, pusat aktivitas ekonomi, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, area komersial, hingga ruang rekreasi.

Menurut Deputy Chief Operating Officer (COO) LippoLand Lukas Budi Setiawan kebutuhan masyarakat terhadap kawasan hunian kini telah bergeser. Pengembangan kawasan tidak lagi hanya berorientasi pada penyediaan rumah, tetapi juga harus mampu menciptakan ekosistem yang mendukung produktivitas, aktivitas ekonomi, serta kualitas hidup masyarakat.

“Kawasan OAZE menghubungkan hunian, ruang publik, aktivitas ekonomi, fasilitas kota, dan komunitas dalam satu kawasan yang saling terintegrasi. Kami ingin menghadirkan lingkungan yang mendukung keluarga untuk bertumbuh, sekaligus membuka peluang usaha dan investasi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (23/7/2026).

OAZE dikembangkan di koridor pertumbuhan strategis di Cikarang yang menjadi pusat aktivitas industri, bisnis, dan komersial. Kawasan ini memiliki konektivitas dengan sejumlah kawasan industri, seperti EJIP, Hyundai, Delta Silicon, MM2100, GIIC, hingga KIIC.

Selain itu, kawasan ini didukung akses menuju Gerbang Tol Cikarang Barat, Gerbang Tol Cibatu, Gerbang Tol Cikarang Pusat, Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan, Stasiun Cikarang, CityWalk, serta layanan shuttle bus AO Transport yang memudahkan mobilitas penghuni maupun pelaku usaha.

Lukas menilai OAZE didukung ekosistem kota yang telah berkembang. Di sekitar kawasan terdapat berbagai institusi pendidikan, seperti Sekolah Dian Harapan, Sekolah Pelita Harapan, Sekolah Kristen Tunas Bangsa, dan Universitas Paramadina, serta fasilitas kesehatan seperti Siloam Hospitals dan EMC Hospital.

Kebutuhan gaya hidup penghuni juga ditopang oleh keberadaan Mall Lippo Cikarang, CityWalk, Papaya Supermarket, Hypermart, serta berbagai destinasi kuliner dan rekreasi.

Mengusung konsep lakeside living, OAZE menghadirkan danau sebagai pusat aktivitas yang dipadukan dengan ruang terbuka hijau, jalur pedestrian, serta area komunal. Konsep tersebut dirancang untuk mendorong interaksi sosial melalui berbagai aktivitas, mulai dari berjalan kaki, berolahraga, hingga kegiatan bersama keluarga dan komunitas.

Sebagai bagian dari pengembangan kawasan, LippoLand menawarkan tiga produk yang menyasar kebutuhan pasar berbeda. TreeTops OAZE SOHO mengusung konsep Shop Okey Home Okey yang menggabungkan fungsi hunian dan ruang usaha dalam satu bangunan. Sementara itu, Cendana OAZE Livin menyasar keluarga melalui konsep Private Suite by The Lake, sedangkan Bentley OAZE Lakeside Homes menawarkan hunian premium dengan lokasi di tepi danau.

Menurut Lukas, OAZE dirancang sebagai sebuah ekosistem yang memungkinkan masyarakat tidak hanya tinggal, tetapi juga bekerja, berwirausaha, berinvestasi, dan membangun komunitas dalam satu kawasan yang saling terhubung. “Melalui pengembangan OAZE, LippoLand berharap dapat menghadirkan pusat pertumbuhan baru yang memperkuat transformasi Cikarang,” tutupnya. (ip/jh. Foto: Dok. Lippoland)

Laba Bersih Bank Jago Semester I/2026 Naik 49 Persen

BusinessUpdate – PT Bank Jago Tbk. (ARTO) membukukan laba bersih setelah pajak (net profit after tax/NPAT) sebesar Rp189 miliar sepanjang semester I/2026 dengan. Nilai tersebut meningkat 49% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp127 miliar.

Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh ekspansi bisnis perseroan, terutama dari sisi penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Berdasarkan laporan keuangan publikasi, pendapatan bunga bersih Bank Jago mencapai Rp1,49 triliun pada Juni 2026, meningkat dari Rp1,17 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi intermediasi, Bank Jago mencatat penyaluran kredit sebesar Rp26,6 triliun hingga akhir Juni 2026, meningkat 24% dibandingkan posisi Juni 2025 yang sebesar Rp21,4 triliun. Sementara, kredit yang diberikan mencapai Rp26,26 triliun.

Direktur Utama Bank Jago Arief Harris mengatakan pertumbuhan bisnis perseroan tidak terlepas dari inovasi produk dan layanan berbasis teknologi serta kolaborasi dengan berbagai mitra ekosistem.

“Sebagai bank berbasis teknologi, pertumbuhan bisnis ini tidak lepas dari inovasi produk dan layanan kami serta kolaborasi kuat dengan mitra ekosistem strategis. Dengan begitu kami mampu menghadirkan solusi keuangan yang relevan bagi berbagai segmen nasabah, sekaligus membangun fundamental yang solid untuk pertumbuhan di masa depan,” kata Arief dalam keterangan resmi, Kamis (23/7/2026).

Pertumbuhan kredit tersebut tetap diiringi dengan upaya menjaga kualitas aset. Bank Jago mencatat rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross berada di level 0,8%. NPL gross tercatat sebesar 0,77% pada Juni 2026, dengan NPL net sebesar 0,25%.

Selain kredit, penghimpunan dana pihak ketiga juga mengalami peningkatan. Total DPK Bank Jago mencapai Rp27,6 triliun, naik 23% dibandingkan Juni 2025 sebesar Rp22,4 triliun. Komposisi dana murah atau current account and savings account (CASA) mendominasi sebesar 53% atau Rp14,6 triliun, sedangkan deposito sebesar 47% atau Rp13,1 triliun.

Sejalan dengan ekspansi bisnis, total aset Bank Jago mencapai Rp41,4 triliun pada akhir Juni 2026, tumbuh 28% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp32,4 triliun. Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) berada di level 28,4%, memberikan ruang bagi perseroan untuk melanjutkan pengembangan bisnis.

Perseroan akan terus memperkuat kolaborasi bisnis dan penyaluran kredit melalui ekosistem digital, sembari memperluas pembiayaan langsung kepada nasabah. “Bank Jago mengembangkan penyaluran kredit secara langsung kepada nasabah melalui konsep pembiayaan yang bertanggung jawab untuk menjangkau segmen nasabah yang lebih luas,” jelas Arief.

Salah satu strategi pengembangan bisnis dilakukan melalui kolaborasi dengan ekosistem digital seperti Bibit dan Stockbit. Hingga saat ini, lebih dari 3,6 juta pengguna Aplikasi Jago telah terhubung dengan kedua platform tersebut untuk mengakses produk investasi seperti reksa dana, obligasi, dan saham. (pa/jh. Foto: Dok. Bank Jago)

Pendapatan inJourney Airports Capai Rp10,23 Triliun pada Semester I/2026

BusinessUpdate – PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports membukukan pendapatan Rp10,23 triliun pada semester I/2026. angka tersebut meningkat 3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Berkat transformasi yang dijalankan di bawah Danantara, InJourney Airports tetap dapat menjaga pertumbuhan pendapatan di tengah tantangan global, khususnya ditopang peningkatan bisnis nonaeronautika,” kata Direktur Utama InJourney Airpots Mohammad Rizal Pahlevi dalam keterangan di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, Danantara terus mendorong InJourney Airports untuk bertransformasi dan membangun portofolio bisnis yang tangguh di lini bisnis aeronautika dan nonaeronautika guna menciptakan nilai berkelanjutan di industri aviasi nasional sekaligus mendatangkan manfaat bagi masyarakat.

Peningkatan pendapatan itu merupakan keberhasilan perusahaan dalam meningkatkan kinerjanya di tengah kondisi industri penerbangan yang menghadapi tantangan berat akibat kondisi geopolitik Timur Tengah. Pendorong utama peningkatan pendapatan InJourney Airports berasal dari keberhasilan pengelolaan bisnis non-aeronautika.

Hal ini merupakan dampak dari keberhasilan dalam melakukan beautifikasi di bandara-bandara utama, termasuk penguatan konsep tenant mixing di area komersial bandara dalam memadukan berbagai tenant yang ada untuk menghadirkan shopping experience terbaik.

Terkait dengan tantangan dalam bisnis aeronautika, InJourney Airports beserta regulator dan para pemangku kepentingan terkait bersinergi untuk meningkatkan pembukaan rute penerbangan internasional. “Ini sekaligus mendukung peningkatan industri pariwisata sesuai dengan visi dan misi dari Injourney Group,” lanjutnya.

Salah satu upaya yang dijalankan adalah mendukung Kementerian Perhubungan dalam pertemuan ASEAN-China Working Group on Regional Air Service Arrangements di Yogyakarta pada 7-9 Juli 2026.

Kemudian Routes Asia di Xi’an pada 14-16 April 2026, untuk menarik minat maskapai asing, terutama dari negara-negara Asia, khususnya Market China dan Asean, dalam menambah rute penerbangan ke Indonesia.

Lebih lanjut Pahlevi menyebutkan salah satu transformasi yang dijalankan yakni penguatan bisnis nonaeronautika melalui pengembangan area komersial dan alat produksi di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sejak tahun lalu.

Di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta dilakukan penataan area komersial untuk menghadirkan pengalaman berbelanja terbaik bagi pengguna jasa bandara.

Sementara itu, Terminal 1C hadir dengan konsep shopping arcade yang terbuka bagi penumpang maupun masyarakat umum. Konsep itu didukung sistem pemeriksaan keamanan secara desentralisasi, sehingga area komersial dapat diakses sebelum memasuki area terbatas di gate keberangkatan.

Kemudian, area komersial di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dengan konsep single flow serta penyediaan gerai dengan merek-merek ternama global, baik Duty Free Shop, FnB dan Lounges.

Bandara I Gusti Ngurah Rai juga telah memperbaiki akses dari/ke dalam bandara, serta mempercepat proses keberangkatan di antaranya dengan menyediakan lebih banyak fasilitas pemeriksaan keamanan di security check point.

“Pembaharuan ini memberikan waktu lebih bagi penumpang pesawat untuk mendapatkan pengalaman terbaik selama di dalam bandara I Gusti Ngurah Rai,” jelasnya.

Adapun Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sejak November 2025 telah membuka terminal baru yang dilengkapi area komersial modern. Beroperasinya terminal baru ini menjadikan Bandara Sultan Hasanuddin memiliki kapasitas 15,5 juta penumpang/tahun atau naik signifikan dari sebelumnya sekitar 7 juta penumpang/tahun.

“Saat ini kontribusi pendapatan non-aeronautika InJourney Airports mencapai sekitar 38% dari total pendapatan usaha, meningkat dari 30% sebelum transformasi dijalankan saat masih di Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II,” tutupnya. (pa/jh. Foto: Dok. InJourney Airports)

Stasiun MRT Monas Bakal Terhubung dengan Stasiun Gambir Lewat Terowongan

BusinessUpdate – PT MRT Jakarta (Perseroda) tengah membicarakan dengan manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI guna menyiapkan integrasi antara Stasiun MRT Monas dan Stasiun Gambir melalui koneksi bawah tanah.

“Jadi memang kami juga sudah bertemu dengan pihak manajemen KAl untuk menyiapkan atau membuat sebuah perencanaan yang mengkoneksikan dari stasiun Monas, kami kebetulan di sisi barat, dengan stasiun Gambir yang saat ini juga sudah direvitalisasi, yang ada di sisi timur. Jadi, Insya Allah nanti akan ada satu penyambungan, satu koneksi yang lebih baik lagi,” kata Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Weni Maulina, Rabu (22/07/2026).

Weni mengatakan saat ini desain koneksi kedua stasiun tersebut masih dalam tahap pengembangan. “Desainnya masih dalam pengembangan, jadi kami masih diskusikan dengan PT KAI juga,” tambahnya.

Menurut Weni, penyambungan kedua stasiun ditargetkan terealisasi setelah revitalisasi Stasiun Gambir dan pembangunan Stasiun MRT Monas selesai. “Kalau timing-nya ya, mungkin pada saat mereka selesai revitalisasi dan kami juga selesai di Monas, pasti Insya Allah nanti ada penyambungannya,” ujarnya.

Meski demikian, Weni belum dapat memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membangun koneksi bawah tanah tersebut karena durasi pembangunan akan bergantung pada desain yang nantinya disepakati bersama. (rn/jh. Foto: Dok. KAI)

Program Sosial BNI Fokus kepada Pencegahan Stunting

BusinessUpdate – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat program pencegahan stunting melalui sejumlah inisiatif sosial sepanjang 2026. Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi perseroan dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak dan mendukung terwujudnya generasi Indonesia Emas 2045.

Program itu dijalankan melalui payung tanggung jawab sosial dan lingkungan BNI Berbagi. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sejak awal 2026 dan akan berlanjut hingga akhir tahun dengan menyasar pemenuhan gizi, edukasi keluarga, sanitasi, serta penguatan layanan kesehatan masyarakat.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, pencegahan stunting menjadi salah satu fokus program sosial perseroan karena tumbuh kembang anak pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan menjadi fondasi penting bagi kualitas sumber daya manusia.

“BNI percaya setiap anak Indonesia berhak memperoleh awal kehidupan yang sehat agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Okki dalam keterangan tertulis bertepatan dengan momentum Hari Anak Nasional 2026, dikutip Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, pemenuhan hak anak atas kesehatan, gizi, dan pengasuhan yang memadai membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan, dan masyarakat. “Melalui BNI Berbagi, kami terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung percepatan penurunan stunting sebagai bagian dari kontribusi kami dalam mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045,” katanya.

Salah satu program yang dijalankan adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau GENTING di Provinsi Riau. Program tersebut dilaksanakan bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

BNI juga mengimplementasikan Program Desa Sehat Bebas Stunting di empat desa di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Program itu menggabungkan intervensi pemenuhan gizi dengan edukasi keluarga, perbaikan sanitasi, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta peningkatan kondisi lingkungan hunian.

Pendekatan tersebut diarahkan agar penanganan stunting tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan pangan, tetapi juga menyentuh faktor lingkungan, pola pengasuhan, dan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.

“Sejalan dengan semangat Hari Anak Nasional, kami berharap semakin banyak anak Indonesia memperoleh kesempatan untuk tumbuh sehat, berkembang secara optimal, dan menjadi generasi unggul,” jelas Okki.

Program pencegahan stunting itu juga menjadi bagian dari pelaksanaan semangat Swadharma Bhakti Nagara dalam peringatan hari ulang tahun ke-80 BNI. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, BNI berharap upaya tersebut dapat memperluas manfaat bagi keluarga dan mendukung terbentuknya generasi yang sehat, produktif, serta berdaya saing. (ip/jh. Foto: Dok. BNI)