Home Blog Page 68

Astra International Raih Laba Bersih Rp32,8 Triliun pada 2025

DCIM104MEDIADJI_0537.JPG

BusinessUpdate – PT Astra International Tbk (ASII) membukukan pendapatan bersih senilai Rp323,4 triliun pada 2025. Nilai ini menurun tipis 2% secara tahunan (yoy) dibandingkan pendapatan bersih senilai Rp328,5 triliun pada 2024.

Seiring pendapatan itu, perseroan membukukan laba bersih senilai Rp32,8 triliun pada 2025, atau menurun tipis 3% yoy dibandingkan laba bersih senilai Rp33,9 triliun pada 2024.

“Pada 2025, laba Grup mengalami penurunan terutama disebabkan harga batu bara yang lebih rendah dan lemahnya pasar mobil baru. Namun, kinerja bisnis Grup tetap resilien didukung oleh kontribusi yang baik dari bisnis-bisnis lainnya,” ujar Presiden Direktur ASII Djony Bunarto Tjondro dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Ke depan, meskipun kondisi operasional pada beberapa bisnis masih tetap menantang, Djony memperkirakan sentimen konsumen secara keseluruhan akan membaik.

“Astra akan tetap berfokus pada keunggulan operasional dan alokasi modal yang disiplin, dengan memanfaatkan posisi neraca Astra yang kuat untuk mendukung penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan,” ujar Djony.

Perseroan akan mengusulkan dividen final sebesar Rp292 per saham untuk tahun buku 2025, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada April 2026.

Dividen final yang akan diusulkan itu, apabila ditambah dengan dividen interim sebesar Rp98 per saham yang telah dibagikan pada Oktober 2025, akan menjadikan total dividen yang diusulkan sebesar Rp390 per saham untuk tahun 2025, dengan rasio pembayaran dividen sebesar 48%.

Pada Januari 2026, perseroan telah menyelesaikan program buyback saham senilai Rp2 triliun. Selanjutnya, perseroan melakukan program buyback saham tahap kedua, yang telah diselesaikan pada 25 Februari 2026, dengan nilai keseluruhan Rp685 miliar.

“Pada program tersebut, saham telah dibeli kembali sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pembelian kembali saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan,” ujar Djony.

Lebih lanjut, pada 2025, laba bersih per saham perseroan tercatat sebesar Rp810, atau menurun tipis dibandingkan laba bersih per saham senilai Rp837 pada 2024.

Dari sisi neraca, ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat senilai Rp228,9 triliun pada 2025, atau menurun tipis dibandingkan ekuitas senilai Rp213,7 triliun pada 2024. (pa/jh. Foto: Dok. Astra)

Produsen Cat Avian Raih Pendapatan Rp8,1 Triliun pada 2025

BusinessUpdate – PT Avia Avian Tbk (Avian Brands), produsen cat dekoratif di Indonesia, mencatatkan total pendapatan sebesar Rp8,1 triliun sepanjang 2025, meningkat 8,7% atau Rp 652 miliar dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pendapatan tersebut sejalan dengan kenaikan volume penjualan yang mencapai 7,4%. Capaian ini menjadi sinyal positif di tengah situasi ekonomi yang dinilai masih penuh tekanan bagi daya beli masyarakat.

Selain peningkatan top line, Avian Brands juga menunjukkan disiplin yang ketat pada sisi profitabilitas. Dalam keterangan tertulis, Jumat (27/2/2026), manajemen mengungkapkan, laba bersih Perseroan tercatat mencapai Rp1,7 triliun, naik sebesar Rp80 miliar dari tahun 2024.

Dengan marjin laba bersih di angka 21,5%, perusahaan menunjukkan kemampuan dalam mengendalikan biaya operasional secara berkelanjutan.

“Pertumbuhan ini didorong oleh konsistensi penjualan di semua lini, baik pada segmen solusi arsitektur maupun barang dagangan, yang terjaga stabil sejak kuartal pertama hingga penutupan tahun,” tulis manajemen.

Salah satu indikator keberhasilan penetrasi pasar Perseroan terlihat dari jumlah pelanggan aktif. Hingga akhir Desember 2025, tercatat lebih dari 60.000 toko ritel aktif bertransaksi dengan Avian Brands. Angka ini menegaskan kuatnya loyalitas pelanggan di tengah persaingan industri cat yang semakin kompetitif.

Untuk mendukung jangkauan pasar tersebut, Perseroan menambah lima pusat distribusi baru sepanjang tahun lalu. Dengan penambahan ini, Avian Brands kini mengoperasikan total 129 pusat distribusi milik sendiri, didukung 15 pusat distribusi mini serta 38 pusat distribusi pihak ketiga.

Infrastruktur logistik yang luas ini memungkinkan perusahaan mempertahankan standar layanan one-day delivery hingga 90%. Kecepatan pengiriman ini menjadi faktor krusial dalam memastikan ketersediaan produk di toko-toko bangunan di seluruh Indonesia.

Inovasi produk menjadi pilar strategis lainnya. Sepanjang 2025, Avian Brands meluncurkan 12 produk baru pada segmen solusi arsitektur. Sebagai bagian dari komitmen terhadap aspek keberlanjutan, lima dari produk baru tersebut telah mengantongi sertifikasi Green Label Singapore.

Perseroan juga merambah ke industri adesif (perekat). Sejak Mei 2025, Avian Brands resmi mengintegrasikan distribusi produk Dextone ke dalam jaringan logistiknya. Sinergi ini bertujuan untuk memperbesar pangsa pasar Perseroan di segmen adesif, mulai dari kelas ekonomis hingga premium.

Manajemen menyatakan optimismenya bahwa penguatan hubungan pelanggan dan efisiensi operasional yang dijalankan secara disiplin akan memperkokoh posisi Avian Brands sebagai pemimpin pasar dalam jangka panjang. (rn/jh. Foto: Dok. Avian)

BP Tapera: Penyaluran Rumah Subsidi Lewat FLPP Capai 19.741 Unit

BusinessUpdate – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyatakan realisasi penyaluran rumah subsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai 19.741 unit rumah hingga periode 26 Februari 2026.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho menjelaskan bahwa penyaluran unit tersebut setara 5,64% dari target penyaluran rumah subsidi yang dibidik pemerintah tahun ini yang mencapai 350.000 unit rumah.

“Penyaluran FLPP tiap bulan terus meningkat. Januari realisasi sebanyak 7.312 unit dan realisasi Februari sebanyak 12.429 unit. Peningkatan realisasi mencapai 69,98%,” jelas Heru dalam keterangan resmi, Jumat (27/2/2026).

Secara geografis, Jawa Barat menjadi provinsi dengan penyaluran FLPP tertinggi, yakni 4.902 unit rumah atau 24,83% dari total nasional. Berikutnya Sulawesi Selatan 1.838 unit (9,31%), Jawa Tengah 1.633 unit (8,27%), Banten 1.388 unit (7,03%), dan Sumatera Selatan 1.208 unit (6,11%).

Pada tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Bekasi tercatat sebagai wilayah dengan realisasi tertinggi, yakni 1.322 unit rumah (6,69%). Disusul Kabupaten Bogor 835 unit (4,22%), Kabupaten Karawang 683 unit (3,45%), Kabupaten Maros 556 unit (2,81%), dan Kabupaten Tangerang 542 unit (2,74%).

Dari sisi perbankan, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) menjadi kontributor terbesar dengan penyaluran 10.759 unit rumah (54,55%) dari total realisasi nasional. Sementara itu, dari kalangan Asosiasi Pengembang, REI mencatat penyaluran terbanyak dengan 8.272 unit rumah (41,9%).

“Dukungan penuh ekosistem perumahan dan sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam mengatasi backlog perumahan sekaligus meningkatkan kualitas kawasan permukiman secara berkelanjutan,” jelasnya.

Sebelumnya, pemerintah resmi menambah kuota FLPP menjadi 350.000 unit rumah sepanjang tahun ini. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara) menuturkan bahwa tambahan anggaran yang digelontorkan oleh Kementerian Keuangan untuk mendukung penambahan kuota itu mencapai Rp16,4 triliun.

Adapun, total alokasi anggaran yang diguyurkan untuk mendukung penyaluran 350.000 unit rumah FLPP tembus Rp35 triliun. Perinciannya, sebesar Rp18 triliun merupakan dana eksisting untuk mendukung penyaluran 220.000 unit rumah dan sisanya yakni sekitar Rp16,4 triliun untuk mendukung penyaluran rumah subsidi 130.000 unit. (rn/jh. Foto: Doc. BP Tapera)

Laba CIMB Niaga Sepanjang 2025 Capai Rp8,8 Triliun

BusinessUpdate – PT Bank CIMB Niaga Tbk berhasil meraih laba sebelum pajak sebesar Rp8,8 triliun sepanjang 2025. Capaian ini mencerminkan kondisi fundamental bank yang tetap terjaga.

“Kami menyampaikan bahwa hasil kinerja CIMB Niaga pada tahun 2025 mencerminkan konsistensi performa serta kesehatan fundamental bisnis Bank,” ujar Presiden Direktur & CEO Lani Darmawan dalam keterangan resmi, Jumat (27/2/2026).

Rasio kredit bermasalah bruto tercatat 1,81% dan cost of credit turun menjadi 0,74%. Sementara return on equity berada di level 13,0%, menunjukkan kemampuan bank menghasilkan keuntungan dengan tetap menjaga disiplin keuangan.

Total aset CIMB Niaga mencapai Rp372,7 triliun per akhir 2025. Dana Pihak Ketiga yang dihimpun bank naik menjadi Rp270,5 triliun atau tumbuh 3,8% secara tahunan (yoy).

Pertumbuhan ini terutama berasal dari dana murah (CASA) yang naik 10,1% menjadi Rp 189,5 triliun. Rasio CASA pun mencapai 70,0%, yang berarti sebagian besar dana nasabah disimpan dalam bentuk giro dan tabungan.

Dari sisi penyaluran kredit, nilainya tumbuh 4,5% menjadi Rp238,3 triliun. Segmen korporat mencatat kenaikan 6,7% diikuti konsumer 3,4% dan usaha kecil menengah 2,0%.

Perubahan perilaku nasabah juga terlihat dari dominasi transaksi digital. Sebanyak 91,6% transaksi keuangan dilakukan lewat kanal digital seperti OCTO, BizChannel@CIMB, ATM, dan OCTO Pay.

Sepanjang 2025, transaksi finansial melalui aplikasi dan website OCTO meningkat 48%. CIMB Niaga juga mengoperasikan 34 Digital Branch dan 28 Digital Hub yang menggabungkan layanan mandiri digital dan bantuan petugas di kantor cabang.

CIMB Niaga mencatat pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp59,5 triliun atau 25% dari total pembiayaan. Hingga Desember 2025, sekitar 70% portofolio pembiayaan kelapa sawit telah tersertifikasi keberlanjutan.

Bank juga menurunkan emisi Gas Rumah Kaca Cakupan 1 dan 2 sebesar 46% dibandingkan baseline 2019 melalui pemasangan panel surya dan efisiensi energi operasional.

“Pencapaian keberlanjutan kami dalam pembiayaan, dekarbonisasi, dan pemberdayaan masyarakat mencerminkan komitmen CIMB Niaga untuk tumbuh secara bertanggung jawab sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan,” tutup Lani. (ip/jh. Foto: Dok. CIMB Niaga)

Danantara Kaji Berbagai Opsi Pembelian 50 Unit Boeing

BusinessUpdate – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) tengah mengkaji berbagai opsi skema dalam rencana pembelian 50 unit pesawat dari Boeing untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).

Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia Rohan Hafas memastikan pihaknya siap untuk melakukan pembelian 50 unit pesawat dari Boeing, namun saat ini pembahasannya masih di level teknis pemerintahan.

“Ini masih pembahasan teknis, artinya kita siap membeli 50 (unit), tapi Boeing belum menjawab atau akan menjawab, dia mampunya 10 (unit), 20 (unit), itu belum,” ujar Rohan dalam Exclusive Group Interview di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Rohan mengatakan, salah satu permasalahan dalam pengadaan armada pesawat yaitu terkait delivery time (waktu pengiriman dari produsen).

“Mau milih jenis pesawat yang mana, kalau delivery time-nya juga enggak segera, kita harus diputar otak dulu kan. Karena masih bahas juga, maksudnya kita kan calon pembeli, kita belum bayar. Kita bilang butuh lebih cepat dari tujuh tahun, tapi antrean rata-rata seluruh dunia ya sama,” ujar Rohan.

Terkait potensi sumber pendanaan untuk pembelian sebanyak 50 unit pesawat tersebut, Ia mengatakan terdapat berbagai opsi skema pendanaan, termasuk opsi skema cicilan dengan pihak Boeing langsung.

Sources of fund itu kan bisa macam-macam ya, tapi kan suppliers credit juga ada kan, kita juga bisa nyicil ke Boeing. Itu semua negosiasi yang nanti harus dilakukan,” ujar Rohan. Pihaknya tidak menutup kemungkinan akan memberikan suntikan modal lagi ke Garuda Indonesia untuk mendukung penambahan armada tersebut.

Pada pertengahan 2025, PT Danantara Asset Management (DAM) telah mengalokasikan suntikan modal kepada perusahaan maskapai plat merah tersebut sebesar Rp23,67 triliun.

Capital injection harus ada, nanti next. Mau beli pesawat sebetulnya, tapi pesawat itu di seluruh dunia antre airlines mana pun, bisanya tujuh tahun, makanya nomor satu tadi merger dulu lebih bagus, digabung supaya jumlah armadanya itu efisien yang satu rute,” ujar Rohan.

Sebagai informasi, pekan lalu Indonesia dan Amerika Serikat (AS) telah menandatangani dokumen kesepakatan dagang bertajuk Toward a New Golden Age for the U.S.-Indonesia Alliance yang memuat ketentuan perdagangan timbal balik AS.

Dalam salah satu poin kesepakatan dagang, Indonesia wajib melakukan pengadaan pesawat komersial serta barang dan jasa terkait penerbangan senilai US$13,5 miliar. (pa/jh)

BRI Hanya Targetkan Pertumbuhan Kredit 7-9 Persen pada 2026

BusinessUpdate – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk lebih selektif dalam menyalurkan kredit pada tahun ini dengan fokus pada sektor-sektor yang berkualitas, sehingga hanya menargetkan pertumbuhan sebesar 7-9%.

Adapun per akhir 2025, penyaluran kredit BRI secara konsolidasi tumbuh sebesar 12,3% secara tahunan (yoy) menjadi Rp1.521 triliun dengan fokus penyaluran pada segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Kita memang sangat selektif memilih sektor-sektor yang berkualitas, yang tentunya bisa memberikan yield yang bagus tapi di sisi lain juga tidak membawa kualitas aset yang buruk bagi BRI,” kata Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam konferensi pers Paparan Kinerja Keuangan Triwulan IV 2025 secara daring di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Mengenai kualitas kredit, perbaikan terus dilakukan perseroan secara konsisten, khususnya pada segmen mikro. Optimalisasi dilakukan mulai dari penyempurnaan model bisnis mikro hingga peningkatan aktivitas penagihan oleh para mantri untuk memastikan kedisiplinan pembayaran.

Sebagai catatan bahwa hingga akhir 2025, rasio non-performing loan (NPL) BRI masih berada di level 3,07%. Di sisi lain, loan at risk (LAR) menurun dari semula sebesar 10,7% pada akhir 2024 menjadi 9,6% pada akhir 2025. Ke depan, perseroan berencana menerapkan mekanisme pembayaran angsuran secara autodebet bagi nasabah segmen mikro yang memiliki rekening tabungan di BRI.

Melalui skema ini, nasabah diharapkan menjaga kecukupan saldo, idealnya setara satu hingga dua kali angsuran, sehingga pembayaran dapat dilakukan secara otomatis dan tepat waktu.

Mekanisme serupa telah berjalan pada segmen konsumer, seperti KPR dan pembiayaan kendaraan. Dengan penerapan strategi tersebut di segmen mikro, diharapkan risiko keterlambatan pembayaran dapat ditekan, khususnya pada kolektibilitas 2, sehingga kualitas portofolio kredit semakin terjaga.

Sementara itu, kinerja segmen commercial banking dan corporate banking yang telah menunjukkan performa solid berperan strategis sebagai sumber lead bagi unit bisnis di cabang maupun segmen konsumer.

Ia mengatakan bahwa pertumbuhan kredit tanpa agunan (KTA), khususnya yang berbasis payroll (payroll loan), berpotensi terus didorong melalui kemampuan commercial dan corporate banking dalam menyediakan nasabah payroll yang berkualitas kepada segmen konsumer dan jaringan cabang.

Kemudian dari sisi pendanaan (funding), Hery menjelaskan bahwa perseroan terus berfokus untuk memperbaiki struktur pendanaan dengan rasio dana murah (CASA) yang lebih besar. Adapun pada 2025, BRI berhasil meningkatkan rasio CASA hingga 70,6%.

Perolehan dana murah (giro dan tabungan) akan terus ditingkatkan melalui penguatan mesin pertumbuhan transaction banking, antara lain super apps BRImo, transaksi melalui QRIS dan EDC, platform QLola, serta agen laku pandai atau Agen BRILink, yang mendorong produktivitas serta pertumbuhan volume dan frekuensi transaksi.

Secara keseluruhan, Hery menyampaikan perseroan tetap optimistis bahwa melalui transformasi yang terus berjalan sebagaimana tercermin dalam inisiatif BRIVolution Reignite, maka pertumbuhan dana murah akan terus meningkat, biaya dana (cost of dund/CoF) semakin menurun, dan margin tetap terjaga secara stabil

Selain itu, perbaikan kualitas kredit di segmen mikro diharapkan terus menunjukkan tren positif, seiring penerapan proses underwriting yang lebih prudent serta akuisisi nasabah baru yang lebih selektif, sehingga menghasilkan portofolio dengan tingkat kolektibilitas lancar yang lebih tinggi. (pa/jh. Foto: Dok. BRI)

Artha Graha Peduli Gelar Pasar Murah di Pademangan Jakut

BusinessUpdate – Yayasan Artha Graha Peduli (AGP) kembali menggelar rangkaian kegiatan Pasar Murah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau pada Ramadhan ini.

Program Pasar Murah tersebut merupakan lanjutan program yang telah dimulai sejak 11 Desember 2025 sebagai komitmen berkelanjutan dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau melalui skema subsidi.

“Melalui keberlanjutan program Pasar Murah AGP sejak Desember 2025 hingga Ramadhan ini, kami menegaskan komitmen untuk terus hadir dan berkontribusi secara nyata bagi masyarakat. Kami ingin menghadirkan semangat gotong royong dan memperkuat persatuan dalam keberagaman,” kata PIC Lapangan Pasar Murah AGP area Pademangan, Jakarta Utara, Ray Setiawan dalam keterangan tertulis Kamis (26/2/2026).

Selain distribusi bahan pokok bersubsidi dan layanan kesehatan gratis, kegiatan juga dirangkai dengan bakti sosial berupa aksi bersih-bersih musholah serta pembagian takjil Ramadhan bagi warga sekitar.

Kegiatan Pasar Murah ini menyasar masyarakat kurang mampu di sekitar wilayah operasional Artha Graha Network (AGN). Adapun distribusi dilakukan secara langsung melalui mekanisme door to door di area unit usaha agar bantuan tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Sebagai bagian dari implementasi Corporate Social Safety Responsibility (CSSR), AGP juga menghadirkan layanan penyuluhan kesehatan, pemeriksaan, serta pengobatan gratis bekerja sama dengan tim dokter Arthakes.

Layanan ini menjadi wujud nyata pilar sosial kemasyarakatan yang konsisten dijalankan AGP dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ini turut melibatkan karyawan Artha Graha Peduli, Artha Graha Group, dan Artha Graha Network dari berbagai latar belakang, termasuk warga non-muslim.

Partisipasi tersebut menjadi cerminan nilai kebhinekaan yang hidup dalam setiap aksi sosial AGP. Kepedulian sosial menjadi semangat bersama yang melampaui perbedaan, memperkuat solidaritas internal sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat.

“Kami juga memberikan bantuan takjil Ramadan sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan. Semoga apa yang kami lakukan dapat membantu masyarakat yang menjalankan ibadah puasa, membawa keberkahan, serta semakin mempererat tali silaturahmi dan persatuan di tengah keberagaman,” kata Ray.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Artha Graha Peduli berharap Pasar Murah tidak hanya menjadi solusi ekonomi jangka pendek, tetapi juga memperkuat nilai kemanusiaan, solidaritas, dan harmoni sosial di tengah masyarakat. (rn/jh. Foto: Doc. Yayasan AGP)

Sepanjang 2025 Maybank Indonesia Raih Laba Rp1,66 Triliun

BusinessUpdate – PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan laba pajak dan kepentingan nonpengendali (PATAMI) sebesar Rp1,66 triliun sepanjang 2025. Nilai itu meningkat 48,5% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Perolehan laba itu didukung biaya provisi yang menurun dan pengelolaan biaya yang lebih baik.

Adapun laba sebelum pajak (PBT) pada periode yang sama tercatat sebesar Rp2,22 triliun, meningkat 38,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi momentum bagi Maybank Indonesia untuk memperkuat profitabilitas serta fundamental bank, sejalan dengan penerapan strategi prioritas di tengah kondisi pasar yang penuh ketidakpastian.

Pendapatan bunga bersih (NII) Maybank Indonesia tercatat meningkat 1,6% yoy, didukung penerapan risk-based pricing yang disiplin serta bergesernya komposisi funding ke pendanaan yang lebih efisien. Sementara marjin bunga bersih (NIM) tercatat sebesar 4,3% pada 2025.

Pendapatan nonbunga (NOII) juga tumbuh 8,1%, terutama ditopang oleh pendapatan Global Markets yang membaik menjadi sebesar Rp441 miliar, serta pendapatan yang dikontribusikan dari asset recovery dan wealth management.

Dengan demikian, Maybank Indonesia mencatat gross operating income (GOI) sebesar Rp9,55 triliun atau naik 3,1%yoy.

Beban overhead terkendali dengan peningkatan hanya sebesar 2,4% dibandingkan 8,5% tahun sebelumnya. Hal ini tercapai berkat upaya berkelanjutan dalam mengoptimalkan biaya operasional Bank. Rasio efisiensi operasional (BOPO) tercatat sebesar 86,3%.

Laba operasional sebelum provisi (PPOP) tumbuh 4,8% yoy menjadi Rp3,10 triliun. Beban pencadangan turun 28,7% dibandingkan tahun sebelumnya, sehubungan dengan pengelolaan kredit yang prudent serta impairment charges yang lebih rendah pada 2025.

Dari sisi intermediasi, pada Desember 2025, total kredit yang disalurkan Maybank Indonesia tercatat sebesar Rp123,64 triliun, turun 3,1% yoy sehubungan dengan rebalancing portofolio kredit korporasi Global Banking (GB) yang mencatatkan penurunan sebesar 18, 4 % yoy.

Namun demikian, kredit GB segmen Large Local Corporates (GB-LLC) mencatatkan pertumbuhan sebesar 13,1% n secara kuartalan. Menurut perseroan, momentum pertumbuhan segmen GB-LLC ini akan terus menjadi fokus ke depan.

Total aset perseroan pun tercatat sebesar Rp193,72 triliun, turun 1,8% yoy, seiring dengan saldo kredit yang menurun.

Sementara dari sisi penghimpunan dana, perseroan mencatat giro dan tabungan (CASA) tumbuh 6,3% yoy. Rasio CASA meningkat menjadi 57,6% pada Desember 2025 dari 52,9 % pada Desember 2024. Hingga Desember 2025, total simpanan nasabah tercatat sebesar Rp116,19 triliun, turun 2,4% yoy.

Kualitas aset Maybank Indonesia terus membaik dengan rasio non-performing loan (NPL) sebesar 2,2% (gross) dan 1,3% net) pada 2025, membaik dibandingkan 2,7% gross) dan 1,4 persllllk KK (net) pada 2024. Saldo NPL menurun 19,5% pada 2025.

Permodalan Bank tetap kuat dengan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 27,3% dan rasio common equity tier 1 (CET1) sebesar 26,1%.

Likuiditas Maybank Indonesia juga tetap berada pada level yang sehat, dengan loan to deposit ratio (LDR) bank only sebesar 90,3%

Kemudian, liquidity coverage ratio (LCR) bank only tercatat sebesar 175,8%, jauh di atas ketentuan minimum 100%. Sedangkan net stable funding ratio (NSFR) bank only berada di level 112,4%. (ip/jh. Foto: Doc. Maybank Indonesia).

Pertamina Beri Diskon Harga Pertamax Green 95 Tiap Hari Rabu

BusinessUpdate – PT Pertamina Patra Niaga menyediakan promo pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax Green 95 selama periode Januari-Maret 2026. Harga Pertamax Green 95 mendapatkan dikson Rp300 per liter setiap pembelian di hari Rabu.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun mengatakan, melalui program Green Wednesday ini, konsumen bisa menikmati diskon Rp300 per liter untuk setiap pembelian Pertamax Green 95 pada hari Rabu. Promo ini berlaku selama periode 7 Januari hingga 25 Maret 2026, mulai pukul 06.00 hingga 20.00 WIB.

Green Wednesday menjadi momentum bagi masyarakat untuk beralih ke energi yang lebih bersih dengan berbagai keuntungan tambahan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (26/2/2026).

Selain diskon BBM, program promo ini juga memberikan bonus produk Bright Store senilai Rp10.000 bagi konsumen yang melakukan pengisian daya kendaraan listrik (EV) di SPKLU Pertamina tertentu. Promo ini berlaku selama periode 14 Januari hingga 25 Maret 2026, mulai pukul 00.01 hingga 23.59 WIB.

Adapun promo diskon Pertamax Green 95 maupun bonus pengisian daya kendaraan listrik dapat dinikmati konsumen yang melakukan transaksi melalui aplikasi MyPertamina. “Baik pengguna Pertamax Green 95 maupun kendaraan listrik dapat merasakan manfaat langsung melalui aplikasi MyPertamina,” kata Roberth.

Untuk promo pembelian Pertamax Green 95, konsumen wajib melakukan minimal transaksi sebesar Rp30.000 dengan maksimal pembelian 30 liter dalam satu struk. Potongan harga Rp300 per liter akan berlaku otomatis di aplikasi setelah transaksi memenuhi ketentuan.

Setiap konsumen hanya dapat memanfaatkan promo ini satu kali transaksi per hari, dengan kuota terbatas untuk 5.000 konsumen per hari. Promo ini tidak dapat digabungkan dengan program atau penawaran sejenis lainnya. “Promo berlaku di seluruh SPBU Pertamina yang menyediakan Pertamax Green 95. Informasi lokasi SPBU dapat diakses melalui website resmi MyPertamina,” katanya.

Sementara untuk promo bonus produk Bright Store, dapat dinikmati konsumen kendaraan listrik dengan pengisian daya minimal Rp50.000, dan tidak berlaku kelipatan dengan metode pembayaran MyPertamina LinkAja. Bonus produk Bright Store senilai Rp10.000 diberikan pada hari yang sama dengan menunjukkan riwayat transaksi di aplikasi MyPertamina kepada kasir Bright Store di SPBU lokasi pengisian daya.

Setiap konsumen hanya berhak mendapatkan promo satu kali per hari, dan berlaku untuk 10 konsumen pertama per hari di masing-masing lokasi. Promo ini tidak dapat digabungkan dengan penawaran sejenis lainnya.

Promo juga hanya berlaku di tiga lokasi SPBU Pertamina, yaitu SPBU Jakarta MT Haryono (3112802) di Jl. MT Haryono, Tebet Barat, Jakarta Selatan; SPBU Jakarta Fatmawati 01 (3112401) di Jl. RS. Fatmawati Raya No.6, Jakarta Selatan; dan SPBU Dago Bandung (3140101) di Jl. Ir. H. Juanda No.139, Bandung.

“Dengan Green Wednesday, Pertamina mengajak masyarakat untuk mengisi energi kendaraan dengan energi hijau dari Pertamax Green 95 maupun charging listrik di SPKLU Pertamina, sekaligus menikmati berbagai keuntungan menarik setiap hari Rabu,” tutupnya. (pa/jh. Foto: Dok Pertamina)

Pembangun Tol Serbaraja Fase Dua Dimulai Semester II/2026

BusinessUpdate – PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) akan memulai pembangunan fase 2 Jalan Tol Serpong-Balaraja atau Serbaraja pada semester II/2026. Saat ini Tol Serpong-Balaraja telah dibuka dan beroperasi sampai dengan Legok.

“Kemungkinan besar semester dua,” ujar Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) Hermawan Wijaya di Jakarta, Rabu (25/2/2026) malam. Pembangunan tersebut untuk melanjutkan ke fase 2 dan fase 3 sampai ke Balaraja.

PT Bumi Serpong Damai Tbk akan melanjutkan pembangunan jalan tol tersebut secara bertahap dan diharapkan dapat selesai secara keseluruhan hingga ke Balaraja pada 2030.

Jalan Tol Serbaraja merupakan salah satu Proyek Strategi Nasional (PSN) dengan skema kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) diprakarsai oleh PT Trans Bumi Serbaraja selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang merupakan anak perusahaan Sinar Mas Land yakni PT Bumi Serpong Damai Tbk.

Tol Serbaraja telah diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia ketujuh Joko Widodo pada 20 September 2022. Pembangunan Tol Serbaraja Seksi 1A memiliki panjang 3,97 kilometer dan Seksi 1B memiliki panjang 5,37 kilometer.

Tol Serbaraja akan memiliki total keseluruhan panjang kurang lebih 40 kilometer yang terbagi dalam tiga seksi yakni seksi 1 Serpong-Legok sepanjang 9,8 kilometer, seksi 2 Legok-Pasir Barat sepanjang 11,5 kilometer dan seksi 3 Pasir Barat-Balaraja sepanjang 18,6 km).

Tol Serpong-Balaraja akan mendukung mobilitas masyarakat dan meningkatkan konektivitas wilayah Jakarta dengan kawasan penyangga, khususnya Tangerang Raya, Banten. Tol Serbaraja akan menjadi ruas awal dari jaringan jalan Jakarta Outer Ring Road 3 (JORR-3) dan akan terkoneksi dengan Tol Jakarta-Serpong, Tol Jakarta-Merak, dan berbagai ruas tol di Pulau Jawa. (rn/jh)