Home Blog Page 839

Pemerintah Godok Revisi Aturan BBM Subsidi Tepat Sasaran

PT Pertamina mulai memberlakukan pembatasan untuk pembelian BBM bersubsidi yakni pertalite dan solar. Peraturan lengkap mengenai pembatasan pembelian BBM tengah digodok bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan akan dirilis September dalam waktu dekat. 

Namun demikian, Pertamina telah merilis aturan bahwa pembelian Pertalite oleh kendaraan roda empat dibatasi hanya 120 liter per hari.

Uji coba pembatasan pembelian ini masih bersifat sementara dan belum tertuang dalam aturan resmi. Pemerintah juga akan merevisi kriteria kendaraan yang berhak membeli Pertalite yang sebelumnya tertuang dalam Perpres Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak yang mengatur pembatasan penerima Bahan Bakar Minyak bersubsidi dan penugasan, agar BBM jenis Solar subsidi dan Pertalite lebih tepat sasaran.

“Revisi Perpres 191/2014 akan memuat aturan teknis terbaru terkait ketentuan kelompok masyarakat yang berhak untuk menggunakan Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite. Dimana pada beleid saat ini, Pertalite belum ada aturannya. Sehingga dengan revisi Perpres ini penyalurannya akan lebih tepat sasaran,” ujar Kepala BPH Migas, Erika Retnowati di Jakarta, pada pertengahan September lalu.

Lebih lanjut Erika menjelaskan aturan saat ini untuk solar subsidi berdasarkan volume untuk transportasi darat, kendaraan pribadi plat hitam 60 liter per hari, angkutan umum orang atau barang roda 4 sebanyak 80 liter per hari sedangkan angkutan umum roda 6 sebanyak 200 liter per hari. Sedangkan yang dikecualikan untuk kendaraan pengangkutan hasil kegiatan perkebunan dan pertambangan dengan jumlah roda lebih dari enam.

“Setelah revisi Perpres keluar, BPH Migas akan menerbitkan regulasi pengendalian pembelian Bahan Bakar Minyak Subsidi jenis Solar dan Pertalite yang akan mengatur secara teknis di lapangan. Untuk masyarakat ekonomi kelas atas yang menggunakan mobil mewah dipastikan tidak akan menerima BBM bersubsidi, mobil mewah milik orang mampu pasti tidak layak mendapatkan subsidi,” tegas Erika.

Selain merevisi aturan, BPH Migas juga meningkatkan pengawasan atas penyaluran BBM Subsidi yaitu dengan memperkuat peran Pemerintah Daerah dan Penegak hukum, melakukan sosialisasi dengan penyalur yang belum memahami ketentuan, dan menekankan sanksi yang tegas, termasuk mendorong penggunaan IT dalam pengawasan.

“Kedepannya kita memang memerlukan teknologi informasi untuk mengatur BBM subsidi agar lebih tepat sasaran dan mencegah penyelewengan distribusi di lapangan, sehingga perlu menggunakan pencatatan elektronik yang dapat mengidentifikasi penggunaan dan penyalurannya di titik serah penyalur (ujung nozzle) oleh Badan Usaha,” tutup Erika. Dari berbagai sumber ( Farid S)

Dukung Presidensi G20, PLTS di Jalan Tol Bali-Mandara Resmi Beroperasi

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Jalan Tol Bali-Mandara telah resmi beroperasi. PLTS ini dibangun oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melalui anak perusahaannya, PT Bukit Energi Investama (BEI) untuk mendukung kegiatan dan operasional PT Jasamarga Bali Tol (JBT) yang merupakan anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk (Jasa Marga). Pembangunan PLTS di Jalan Tol Bali-Mandara merupakan wujud kolaborasi dan sinergi BUMN dalam mendukung Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022. 

Peresmian dilakukan oleh Gubernur Bali I Wayan Koster, Asisten Deputi Bidang Jasa Infrastruktur Kementerian BUMN Hendrika Nora Osloi Sinaga, Ketua Project Management Office (PMO) G20 Kementerian BUMN Reynaldi Istanto, Direktur Utama PTBA Arsal Ismail, Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur, Direktur Utama PT BEI Zulfarli, dan Direktur Utama PT JBT I Ketut Adiputra Karang pada Rabu (21/9). 

Turut hadir dalam peresmian tersebut, Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Aryawibawa, Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Donny Arsal, Direktur Pengembangan Usaha PTBA Rafli Yandra, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA Farida Thamrin, Direktur Operasi dan Produksi PTBA Suhedi, Direktur SDM PTBA Suherman, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Jasa Marga Ade Wahyu, dan Komisaris Utama PT JBT Bagus Cahya Arinta B.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan bahwa pembangunan PLTS di Jalan Tol Bali-Mandara sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang bertujuan menjaga kelestarian alam Bali. Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemerintah Provinsi Bali telah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih yang salah satunya mencakup penggunaan energi ramah lingkungan yang akan meningkatkan citra pariwisata Bali.  

“Ke depannya, Bali harus semakin berkualitas dan berdaya saing. Untuk mewujudkan pariwisata di Bali ini supaya naik kelas, maka harus dikembangkan pariwisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, yang salah satunya terwujud melalui pembangunan PLTS di Jalan Tol Bali-Mandara ini. Tidak hanya mendukung fungsi transportasi, jalan tol ini juga merupakan salah satu wahana identitas Bali yang menunjukkan budaya dan kearifan lokal,” ujar Wayan Koster.

Asisten Deputi Bidang Jasa Infrastruktur Kementerian BUMN Hendrika Nora Osloi Sinaga menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang dibangun oleh PTBA dan Jasa Marga yang merupakan salah satu langkah konkret untuk mewujudkan pengurangan emisi karbon global, yang menjadi salah satu fokus dalam agenda Presidensi G20 di Indonesia.

“Baru pertama kali saya saksikan proses bisnis jalan tol yang berkolaborasi dengan pembangunan PLTS, ini terobosan yang sangat baik. Kementerian BUMN sangat mendukung kerja sama ini yang selaras dengan target pencapaian bauran energi nasional dari Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada tahun 2025,” ujar Nora.

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail mengatakan bahwa PTBA memiliki visi untuk menjadi perusahaan energi dan kimia kelas dunia yang peduli lingkungan. Transformasi sedang dijalankan PTBA, portofolio pembangkit listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT) terus diperluas. Hal ini sejalan dengan salah satu dari tiga fokus agenda dalam Presidensi G20 Indonesia, yaitu transisi energi yang berkelanjutan.

“Ekspansi bisnis perusahaan ke sektor energi baru dan terbarukan terus bergulir. Salah satu wujud pengembangannya yakni PTBA bersama Jasa Marga bekerja sama dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di jalan tol Jasa Marga Group. Langkah ini merupakan upaya untuk mendukung pengurangan emisi karbon global,” kata Arsal.

Memiliki kapasitas maksimum 400 Kilowatt-peak (kWp), panel surya PLTS ini dipasang di enam titik, masing-masing di akses masuk dan keluar jalur motor di 3 gerbang tol Jalan Tol Bali-Mandara. Panjang panel surya untuk masing-masing titik tersebut adalah 1 kilometer (km). Pasokan listrik yang didapatkan melalui PLTS tersebut akan menjadi sumber listrik yang ramah lingkungan untuk lampu Penerangan Jalan Umum (PJU), kantor operasional dan juga gerbang tol di Jalan Tol Bali-Mandara.

Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur menyampaikan rasa terima kasihnya pada Pemerintah Provinsi Bali dan Kementerian BUMN atas dorongan untuk menerapkan teknologi ramah lingkungan di jalan tol melalui pemanfaatan PLTS, termasuk dukungan program penataan lansekap Jalan Tol Bali Mandara.

Tak lupa Subakti juga turut memberikan apresiasi kepada Bukit Asam Group, melalui PT BEI dan PT JBT yang telah bersama-sama merealisasikan fasilitas PLTS ini dengan baik, sesuai target yang direncanakan.

“Jasa Marga terus berupaya mengoptimalkan potensi-potensi yang ada dengan melakukan berbagai inovasi dan kolaborasi yang dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh stakeholder, serta manfaat yang signifikan bagi masyarakat. Semoga implementasi PLTS ini dapat menjadi langkah awal yang baik dalam menghadirkan program-program produktif lainnya guna menghasilkan manfaat ekonomi, sosial, maupun lingkungan, sesuai dengan komitmen Jasa Marga untuk mewujudkan jalan tol berkelanjutan,” ujar Subakti. Sumber berita ptba.co.id (Farid S)

PEFINDO Pelopor biro kredit swasta di Indonesia

Salah satu sektor penunjang pertumbuhan ekonomi secara nasional adalah sektor penyaluran kredit, baik untuk redit konsumtif maupun kredit produktif. Sektor mikro dan menengah memiliki porsi yang dominan walaupun nominal penyaluran kredit dalam skema kecil dibawah 10 juta per nasabah. Sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) ini termasuk yang paling banyak membutuhkan dukungan penyaluran kredit, sedangkan dari kelas masyarakat yang masuk kategori menengah kebawah juga paling banyak menyerap kredit konsumtif. Hal ini makin mendorong pertumbuhan kredit di sektor ini makin pesat pertumbuhannya.

Bank Indonesia sesuai tujuan utamanya menjaga kestabilan ekonomi makro perlu menciptakan kestabilan sistem untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi melalui penyaluran kredit. Atas dasar itulah, pada tahun 2006 dibentuk suatu badan yang mendukung pelaksanaa intermediasi perbankan yang dinamakan Biro Informasi Kredit.

PEFINDO Biro Kredit merupakan pelopor biro kredit swasta di Indonesia. PEFINDO Biro Kredit adalah Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP) atau dikenal juga sebagai Biro Kredit Swasta sebagaimana peraturan Bank Indonesia no.15/1/PBI/2013 tentang Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan yang selanjutnya dikonversi menjadi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) no. 42/POJK.03/2019 tentang Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan yang kemudian disempurnakan melalui POJK No. 5/POJK.03/2022 tentang Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan. PEFINDO Biro Kredit memperoleh izin operasional dari Otoritas Jasa Keuangan pada 22 Desember 2015 dan mulai beroperasi secara komersial sejak 27 Maret 2017 melalui peluncuran produk credit score & report.

PEFINDO Biro Kredit didirikan atas prakarsa PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), perusahaan pemeringkat efek (credit rating agency) terdepan di Indonesia yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam pemeringkatan serta pengelolaan data sensitif dan rahasia. Susunan pemegang saham PEFINDO Biro Kredit saat ini adalah PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), PT Bursa Efek indonesia, PT Pegadaian (Persero), PT TASPEN (Persero), PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma), PT Consumer Information Consulting, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), PT Cahaya Teknologi Optima Sejahtera (CTOS).

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, PEFINDO Biro Kredit menghimpun data kredit dari lembaga keuangan dan data non-kredit dari beberapa instansi publik beserta lembaga yang telah bekerja sama untuk menjadi sumber data. Data tersebut kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk informasi yang komprehensif dan bernilai tambah. Dar berbagai sumber ( Farid S )

Mulai Tanggal 19 September 2022 Ruas Tol Jagorawi Laksanakan Pengecatan Marka Jalan dan Jembatan

Setelah menyelesaikan total 19.720 meter pekerjaan pemeliharaan jalan tol yang terdiri dari 20.380 meter Scrapping Filling Overlay (SFO), 2.500 meter rekonstruksi perkerasan, dan 880 meter perbaikan jembatan sepanjang tahun 2022, mulai tanggal 19 September 2022 Ruas Tol Jagorawi akan lakukan pengecatan marka.

Jasa Marga melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) selaku pengelola Ruas Jalan Tol Jagorawi akan melakukan pekerjaan pengecatan marka di titik lokasi dan jadwal pekerjaan sebagai berikut:                                                                                                

A. Pekerjaan Marka Jalan

1. Arah Ciawi

– KM 04+563 s.d KM 05+110 lajur 3 sepanjang 453 m;

– KM 05+004 s.d KM 05+169 lajur 4 sepanjang 165 m;

– KM 10+511 s.d KM 10+611 lajur 1 sepanjang 100 m.

2. Arah Jakarta

– KM 05+170 s.d KM 04+955 lajur 4 sepanjang 785 m;

– KM 05+004 s.d KM 05+169 lajur 4 sepanjang 165 m;

– KM 34+656 s.d KM 34+446 lajur 1 sepanjang 210 m;

– GT Ciawi lajur 1 dan lajur 2 .

B. Pekerjaan Marka Jembatan

1. Arah Jakarta

– KM 39+868 lajur 1, 2, 3, dan 4; 

2. Arah Jakarta/Ciawi

– KM 33+200 lajur 1 dan 2;

– KM 28+750 lajur 1 dan 2;

– Overpass Gn.Putri lajur 1 dan 2.

C. Pekerjaan Beautifikasi

– KM 03+800 s.d KM 04+000 median jalan, pekerjaan perbaikan dan pemeliharaan taman di median jalan tol;

– KM 05+000 arah Ciawi pekerjaan perbaikan taman;

– KM 06+800 arah Ciawi pekerjaan taman bendera;

Selain itu, Ruas Tol Jagorawi juga secara rutin dan berkala melakukan pekerjaan dan pemeliharaan lingkungan, pemotongan rumput, pembersihan lajur, drainase, pembersihan sampah, pemeliharaan Penerangan Jalan Umum (PJU) dan pemeliharaan sarana pelengkap jalan seperti pengecatan Guardrail, Moveble Concrete Barrier (MCB) serta pengecatan jembatan dan overpass.

Jasa Marga telah menyiapkan rambu-rambu pengamanan pekerjaan sesuai standar, menyiagakan petugas pengaturan lalulintas serta memastikan petugas tetap menjaga protokol kesehatan di lokasi pekerjaan.

Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat pekerjaan tersebut. Diimbau kepada pengguna jalan agar tetap berhati-hati, mengikuti arahan petugas dan menaati rambu-rambu terutama di sekitar lokasi pekerjaan serta mengatur waktu perjalanan. ( Farid S )

Komisi VI Dorong Pelindo Percepat Pengembangan Boom Banyuwangi

Anggota Komisi VI DPR RI Nasim Khan meminta PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mematangkan pembangunan Boom Marina Banyuwangi untuk dipersiapkan menjadi prototipe pengembangan marina nasional di Indonesia. Ia meminta PT Pelindo Properti Indonesia sebagai pengelola aset PT Pelindo III menggandeng Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, serta pelaku ekonomi di sekitar wilayah.

“Boom Marina memiliki potensi luar biasa. Untuk itu perlu dipikirkan pengembangan Boom Marina ini sebagai salah satu destinasi dalam memulihkan ekonomi nasional,” kata Nasim saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (15/9/2022).

“Sinergi Pelindo dengan pemerintah kabupaten bisa berjalan beriringan. Pengembangan Boom Marina juga harus menyerap peradaban lokal. Kami akan terus mengawasi dan mendorong pengembangan Boom Marina menjadi tempat wisata,” tegas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut. 

Senada, Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus meminta Pelindo mengoptimalkan aset yang dimiliki. “Kawasan pelabuhan itu biasanya besar, tetapi banyak yang terbengkalai. Untuk itu, saya mendukung yang dilakukan Pelindo dalam mengoptimalkan Boom Marina yang berdampak pada peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat sekitar,” jelas politisi PDI-Perjuangan itu. 

Untuk itu, ia meminta Pelindo dalam pengembangan kawasan Boom Marina bersinergi dengan Pemkab Banyuwangi, BUMN lainnya serta pihak swasta. “Upaya pengoptimalan aset ini sangat kami dukung, untuk itu sinergitas dengan pihak lain sangat penting untuk mendatangkan wisatawan ke Banyuwangi,” tutupnya. (rnm/sf)  Berita diambil dari www.dpr.go.id/berita ( Farid S)

Optimisme ICON+ Hadapi Tren Pertumbuhan ICT di 2022

Sektor telekomunikasi dan informasi (Information and Communication Technology – ICT) bersinar cemerlang di tengah pandemi. Alih-alih terdampak, industri ICT justru tumbuh pesat, bahkan diprediksi akan tumbuh semakin positif tahun ini sehingga menumbuhkan optimisme para pelaku bisnis ICT. ektor telekomunikasi dan informasi (Information and Communication Technology – ICT) bersinar cemerlang di tengah pandemi. Alih-alih terdampak, industri ICT justru tumbuh pesat, bahkan diprediksi akan tumbuh semakin positif tahun ini sehingga menumbuhkan optimisme para pelaku bisnis ICT.

Pandemi Covid-19 telah mendorong adopsi teknologi di berbagai lini, mulai dari pemerintahan, industri, pendidikan, hingga masyarakat. Pandemi pun menjadi akselerator bagi percepatan digitalisasi di Indonesia.

Di sisi lain, pandemi juga telah mendorong terjadinya perubahan gaya hidup masyarakat. Masyarakat mulai beralih dari ruang fisik ke ruang digital dalam aktivitasnya, mulai dari bekerja, belajar, bertransaksi, hingga bersosialisasi. Hal ini turut berkontribusi terhadap tumbuhnya sektor ICT.

Pada 2022, adopsi teknologi diperkirakan semakin pesat. Salah satunya dipacu transformasi industri ke arah Society 5.0 atau Society of Intellegence. Society 5.0 semakin menguatkan integrasi ruang fisik dan digital.

Teknologi Blockhain, IoT (Internet of Things), Big Data, dan AI (Artificial Intelegence) akan menjadi tren yang semakin booming di tengah masyarakat. Seperti halnya, Metaverse dan NFT yang kian bertumbuh popularitasnya sebagai dunia digital.

Di sisi lain, dengan jumlah pengguna internet terbesar ke-7 di Asia Tenggara (204,7 juta orang), Indonesia memiliki tingkat penetrasi internet 73,3% yang masih memberi ruang untuk digarap. Begitu pun dengan penetrasi fixed internet broadband di Indonesia, yang baru mencapai 4% (Bank Dunia, 2021).

Fakta tersebut menjadi cambuk bagi ICON+ untuk memberikan solusi layanan ICT terbaik yang menjangkau dan mudah dijangkau masyarakat di seluruh negeri sehingga turut mendorong percepatan transformasi digital di Tanah Air, sebagaimana tertuang dalam Roadmap Indonesia Digital 2021—2024.

Tren pertumbuhan positif sektor ICT menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif hingga berdampak positif terhadap pertumbuhan bisnis dan pendapatan ICON+, terutama dari segmen retail. ICON+ membukukan capaian signifikan di segmen retail melalui ICONNET.

ICONNET yang diperkenalkan pada 31 Mei 2021 mencatatkan pertumbuhan 10 kali lipat atau telah melayani lebih dari 100 ribu pelanggan (Desember 2021). Sementara itu, pendapatan usaha ICON+ mengalami pertumbuhan sekitar 12% pada Desember 2021 (unadited) dibandingkan tahun 2020. Sumber ICON+ ( Farid S )

BNI Dukung UMKM Go Global

BNI Dukung UMKM Go Global (foto:dok BNI)

BusinessUpdate – Bank pelat merah, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI (kode saham: BBNI) mendukung pelaku usaha UMKM go global dengan terus berupaya menyediakan solusi perbankan dan pendampingan yang cocok. Dengan demikian BNI berharap segmen tulang punggung ekonomi nasional ini mampu naik kelas serta memiliki kemampuan untuk menjadi pelaku usaha yang berkapasitas global. 

Sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo dalam memfasilitasi UMKM agar naik kelas melalui kemudahan berusaha, pemerintah mendorong kemudahan pendaftaran izin berusaha melalui Online Single Submission (OSS).

BNI pun bersinergi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengadakan sosialisasi dan bimbingan melalui webinar dalam upaya mempercepat pendaftaran izin berusaha. 

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Kementerian Investasi Achmad Idrus dan Direktur Institutional Banking BNI Sis Apik Wijayanto, Selasa (20/9/2022). 

Achmad Idrus menyampaikan penghargaannya pada BNI karena mau turut menginisiasi kegiatan webinar dan sosialisasi pemberian penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada pelaku usaha. 

“Institusi perbankan adalah variabel penting atau salah satu stakeholder dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Saya mengucapkan terima kasih pada BNI dan diharapkan bisa terus berpartisipasi sebagai salah satu stakeholder pertumbuhan ekonomi,” tutur Idrus, sebagaimana dikutip investor.id

Idrus menyampaikan, sebanyak 98% NIB yang diterbitkan lewat OSS diperoleh kelompok usaha kecil menengah. Hal ini mematahkan anggapan pengurusan izin usaha adalah sebuah hal yang rumit dan memakan waktu. 

“Tentunya kerja sama ini akan semakin membantu pelaku UMKM. Selama ini, proses mendapatkan legalitas itu memang rumit sehingga banyak yang pada ujungnya tidak memiliki registrasi untuk menjadi usaha yang formal,” imbuhnya. 

Sis Apik menjelaskan NIB adalah persyaratan awal bagi pelaku usaha untuk mendapatkan surat-surat penting lainnya seperti Tanda Daftar Perusahaan (TDP), tanda Angka Pengenal Impor (API), dan bahkan akses kepabeanan bagi pelaku usaha akan melakukan kegiatan ekspor/impor. 

“Dengan lebih banyak pelaku UMKM yang ber-NIB, kami berharap usaha mikro dapat lebih cepat naik kelas karena legalitas itu kini menjadi dasar untuk pengajuan kredit usaha ke perbankan,” imbuhnya. 

Sis Apik melanjutkan NIB juga menjadi basis bagi pelaku UMKM untuk bergabung ke dalam ekosistem BUMN ataupun perusahaan swasta yang lebih besar. Kemudian, pelaku usaha mikro juga bisa terintegrasi dengan program-program pemberdayaan hingga program Kredit Usaha Rakyat (KUR). 

“Usaha mikro ini susah naik kelas karena tidak ada perizinan, tidak ada legalitas, sehingga mereka sulit mencari pinjaman dari lembaga keuangan, sulit masuk dalam ekosistem BUMN atau swasta yang lebih besar. Saya minta pada seluruh Hi-Movers yang berhubungan dengan pelaku usaha tolong disiapkan di seluruh Indonesia minimal 50% agar sudah memiliki NIB,” paparnya. 

Lebih lanjut, Sis Apik menuturkan perseroan memilik program BNI Xpora bagi UMKM mendapatkan dukungan berupa peningkatan kapasitas dan kualitas produksi, edukasi penyusunan laporan keuangan, serta dukungan akses pemasaran produk ke luar negeri melalui business matchmaking dengan buyer di pasar global. 

Selain itu, BNI Xpora juga didukung dengan fitur-fitur digital untuk mempermudah UMKM dalam memanfaatkan layanan terintegrasi BNI. 

“Kami akan terus mendorong UMKM binaannya dapat memanfaatkan pasar global melalui pemanfaatan jaringan kantor cabang BNI di dalam dan luar negeri. Dengan begitu, UMKM diharapkan mampu menjadi penyangga pertumbuhan ekonomi nasional bangsa,” pungkasnya. (ed/spm)

Laba Bersih Elnusa Semester I/2022 Melesat 976%

Laba Bersih Elnusa Melesat (foto:pertamina.com)

BusinessUpdate – Laba bersih PT Elnusa Tbk (ELNUSA, IDX: ELSA) anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina senilai Rp226 miliar pada semester I/2022, atau tumbuh 976% dari periode yang sama di tahun 2021. Realisasi laba bersih tersebut telah melampaui target yang telah ditetapkan sekaligus menjadi momen perbaikan atas tekanan yang terjadi di awal pandemi covid-19 2020 lalu.

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk itu mencerminkan lonjakan 976 persen dari capaian Rp21 miliar pada semester I/2021. Capaian cemerlang laba bersih perseroan sejalan dengan pendapatan usaha yang meningkat 46% year on year (yoy) dari Rp3.71 triliun menjadi Rp5.42 triliun pada semester I/2022. Secara konsolidasi, komposisi kontribusi pada jasa distribusi & logistik energi 58%, segmen jasa hulu migas 33%, serta jasa penunjang 9%.

Pada segmen jasa distribusi & logistik energi, peningkatan kinerja disebabkan oleh naiknya volume thruput. Kenaikan terjadi pada unit jasa transportasi BBM, manajemen depo maupun bisnis perdagangan BBM industri marine. Sementara itu pada segmen jasa hulu migas, meningkatnya aktivitas seismic cukup mendongkrak pendapatan usaha perseroan. Elnusa tengah mengerjakan Survei Seismik 2D Vibroseis Jawa sepanjang 1.000km. Selain itu, masih di segmen yang sama Elnusa juga mengerjakan pekerjaan workover, yaitu HWU di Pertamina Group dan mendukung pekerjaan drilling pada sumur eksplorasi di area Sangasanga menggunakan RIG-EMR01 dengan catatan baik, proyek tersebut berjalan sesuai dengan rencana.

Direktur Keuangan Elnusa, Bachtiar Soeria Atmadja mengatakan, “enam bulan berjalan tahun 2022 ini Elnusa secara konsolidasi mencatatkan kinerja keuangan yang cukup gemilang pada semua segmen usaha, hal ini tentunya didukung oleh mulai membaiknya kondisi perekonomian di Indonesia serta aktivitas yang mulai kembali berjalan normal secara signifikan.”

“Kami memproyeksikan di sisa enam bulan hingga akhir tahun 2022 ini kinerja Elnusa akan semakin kokoh, hal ini didukung oleh peningkatan aktivitas jasa hulu migas khususnya dalam kegiatan seismic dan well services serta adanya peningkatan kebutuhan BBM yang sudah kembali normal yang cukup memberikan dampak positif pada segmen jasa distribusi & logistik energy,” kata Bachtiar, seperti ditulis di laman pertamina.com.

Bachtiar menambahkan, “sinyal positif kinerja Elnusa juga gayung bersambut oleh meningkatnya kinerja saham Elnusa pada 30 Juni 2022 sebesar Rp304 meningkat 9 persen dibandingkan pada 31 Desember 2021.”

Belanja Modal

Realisasi belanja modal perseroan per juni 2022 yang sudah digunakan adalah 34% dari alokasi atau sebesar Rp242 miliar dan sebagian besar digunakan untuk pemeliharaan kapasitas alat. Adapun untuk rencana alokasi digunakan berdasarkan kepastian market ke depan dan Elnusa tetap berkomitmen untuk siap berinvestasi dalam mendukung kegiatan Jasa Hulu Migas dan Jasa Distribusi dan Logistik Energi demi keberlanjutan bisnis ke depan.

Strategi 2022

Elnusa terus menjalankan pekerjaan dengan menerapkan operation excellence untuk memenuhi kepuasan pelanggan juga mengoptimalkan kinerja HSSE yang menjadi keunggulan kompetitif bagi Elnusa. Elnusa juga melakukan upaya penghematan dengan menerapkan program cost leadership serta Kolaborasi untuk meningkatkan kapasitas juga kapabilitas melalui strategic partner yang kredibel.

Dengan sikap gigih yang konsisten juga berkelanjutan, menjadikan Elnusa terus mampu mendukung ketahanan energi di bumi pertiwi melalui capaian yang gemilang. Moment ini juga memberikan warna serta semangat motivasi di usia 53 tahun Elnusa untuk tiada henti berupaya menorehkan catatan kinerja terbaik atas pencapaian dan prestasi perusahaan.

“Perseroan juga senantiasa berkomitmen untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis yang konsisten, kompetitif, menguntungkan serta bertanggung jawab terhadap lingkungan terutama untuk mendukung pemerintah dalam mewujudkan bersama clean energy untuk masa depan lebih baik. Melalui komitmen tersebut, kami yakin mampu untuk berperan aktif mendukung amanah dan tugas mulia Subholding Upstream, Pertamina Group dan KKKS lainnya dalam mewujudkan target peningkatan produksi nasional minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas bumi 12 miliar standar kaki kubik per hari (MMscfd) pada 2030 mendatang,” pungkas Bachtiar. (ed/spm)

10 BUMN Terbesar di Indonesia Versi Fortune Indonesia 100

Ada total 20 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang masuk dalam Fortune Indonesia 100. Fortune Indonesia 100 mengurutkan 100 perusahaan terbesar Indonesia berdasarkan pendapatannya dalam satu tahun fiskal.

Daftar 10 BUMN terbesar dipimpin oleh Pertamina yang mencatatkan pendapatan sebesar Rp820,65 triliun pada 2021. Tidak hanya menjadi BUMN terbesar, Pertamina juga perusahaan terbesar di Indonesia.

Selanjutnya, Perusahaan Listrik Negara (PLN) berada di peringkat kedua dengan pendapatan Rp368,17 triliun. Peringkat ketiga ditempati BRI dengan pendapatan sebesar Rp191,73 triliun.

Selanjutnya, Telkom mencatatkan pendapatan Rp143,21 triliun, Bank Mandiri sebesar Rp141,64 triliun, dan MIND.ID sebesar Rp93,75 triliun. Enam BUMN terbesar ini termasuk dalam 10 perusahaan terbesar di Indonesia.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan hal ini adalah pencapaian luar biasa dan bukti nyata keberhasilan transformasi di BUMN.

“BUMN sebagai sepertiga kekuatan ekonomi Indonesia harus mampu tampil dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, keseimbangan pasar, dan yang terpenting memastikan pembukaan lapangan kerja dapat terus terjadi,” ujarnya dalam pernyataan resmi. Berita telah dimuat di www.databoks.katadata.co.id/datapublish

Bank Mandiri Telah Salurkan 69,31% dari Plafon KUR Rp40 T

Bank Mandiri Telah Salurkan KUR Rp27,72 Triliun (foto: dok Mandiri)

BusinessUpdate – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Agustus 2022 sebesar Rp27,72 triliun atau 69,31% dari total plafon KUR Bank Mandiri Tahun 2022 sebesar Rp40 triliun.

Hal ini diungkapkan oleh SEVP Micro & Consumer Finance Bank Mandiri Josephus K. Triprakoso. “Atas pencapaian tersebut dan masih besarnya potensi penyaluran KUR, sehingga Bank Mandiri telah mengusulkan kepada Pemerintah untuk penambahan Plafon KUR Bank Mandiri Tahun 2022,” ungkapnya kepada Kontan.co.id pada pekan lalu. 

Kredit bersubsidi ini telah disalurkan kepada 261.214 debitur. Angka tersebut meningkat sebesar 8,55% jika dibandingkan Agustus 2021 yang hanya sebesar Rp 25,53 triliun 

Penyaluran KUR Bank Mandiri masih didominasi oleh sektor produksi seperti pertanian, jasa produksi dan industri pengolahan yang mencapai 59,53% atau sebesar Rp 16,50 triliun. 

Sedangkan sektor non produksi atau perdagangan mencapai 40,47% yaitu sebesar Rp 11,21 triliun. (ed/spm)