Home Blog Page 88

AirAsia Turunkan Tarif Tiket Penerbangan

BusinessUpdate – Maskapai penerbangan AirAsia akan menurunkan tarif tiket penerbangan seiring dengan harga bahan bakar avtur yang juga turun. Perseroan berpendapat penurunan harga avtur memberikan peluang bagi AirAsia untuk terus menghadirkan nilai terbaik bagi pelanggan.

“Kami telah menurunkan tarif sebesar 5% pada 15 Juni dan kami perlahan-lahan meninjau tarif setiap minggu. Seiring penurunan harga bahan bakar, kami juga akan merevisi tarif kami,” kata CEO AirAsia Group Bo Lingam dalam jumpa pers yang digelar secara hybrid, di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Tren penurunan harga avtur memberikan peluang bagi AirAsia untuk terus menghadirkan nilai terbaik bagi pelanggan sekaligus mendorong pertumbuhan perjalanan dan aktivitas ekonomi di kawasan. Perusahaan juga menyambut baik berbagai upaya perdamaian dan stabilitas yang terus berkembang di kawasan serta melihat permintaan perjalanan udara tetap kuat di berbagai pasar utama.

Seiring dengan membaiknya kondisi regional, AirAsia terus memperkuat kinerja operasional, meningkatkan efisiensi jaringan, serta mempercepat strategi pertumbuhan jangka panjang untuk mendukung konektivitas dan pariwisata di Asia Tenggara.

Lingam mengatakan, AirAsia saat ini terus mengembalikan kapasitas penerbangan secara bertahap di seluruh jaringan grup dan menargetkan pemulihan kapasitas secara penuh pada Agustus 2026.

Sejalan dengan itu, AirAsia juga memperluas jaringan melalui pembukaan sejumlah destinasi baru, termasuk Busan, Bahrain, London, Batam, serta berbagai rute domestik lainnya.

“Langkah ini dilakukan untuk menjawab tingginya permintaan perjalanan sekaligus memperkuat konektivitas antar wilayah di ASEAN yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, dan ekonomi,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterjangkauan biaya perjalanan udara merupakan faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan pariwisata dan ekonomi di kawasan. “Seiring meningkatnya permintaan perjalanan, kami ingin memastikan manfaat konektivitas udara tetap dapat diakses oleh semua kalangan,” kata Lingam.

Untuk itu, kolaborasi antara maskapai, pengelola bandara, regulator, dan pelaku industri pariwisata menjadi sangat penting dalam menjaga biaya perjalanan tetap terjangkau bagi masyarakat. (pa/jh. Foto: Dok. AirAsia)

BI Gelar Pelatihan UMKM Targetkan 400 Barista Bersertifikasi Internasional

BusinessUpdate – Bank Indonesia (BI) menargetkan lahirnya 400 barista bersertifikasi internasional setiap tahun sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing industri kopi nasional. Hal ini disebabkan masih rendahnya jumlah barista Indonesia yang memiliki sertifikasi internasional dibandingkan dengan total tenaga kerja di sektor tersebut.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan langkah ini ditempuh untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor kopi sekaligus memanfaatkan besarnya potensi pasar kopi Indonesia yang terus berkembang.

“Sekarang itu ada 923.000 barista di seluruh Indonesia, hanya 100 yang punya sertifikasi internasional,” ujar Perry dalam Kick Off Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu Tahun 2026, di Bank Indonesia, Senin (22/6/2026). Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan kualitas SDM di industri kopi yang memiliki prospek besar di pasar global.

“Oleh karena itu, ini kenapa harus masal sertifikasi internasionalnya melalui program ini. Setiap tahun kita akan targetkan 400 barista yang tersertifikasi internasional. Empat kali lipat dari yang sudah ada,” kata Perry.

Menurutnya, program tersebut akan dijalankan melalui skema pembinaan terpadu yang mencakup pelatihan kewirausahaan, praktik lapangan atau sandboxing, hingga pendampingan usaha. Peserta yang lolos nantinya diharapkan tidak hanya menjadi barista profesional, tetapi juga mampu membuka usaha kedai kopi secara mandiri.

“Nanti setelah tahap satu, kemudian tahap kedua adalah sandboxing, tahap ketiga nanti kita pilih mana yang sudah mampu mandiri membuka kafe-kafe seluruh Indonesia,” ujarnya. Perry menilai pengembangan profesi barista memiliki dampak ekonomi yang luas karena berkaitan langsung dengan rantai pasok industri kopi dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk memperluas pasar kopi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. “Kalau sudah berhasil cuma kita minta satu, carilah produksi kopi dari petani yang terbagus dan didiklah petani itu. Cara milih buahnya, cara mengeringkannya, cara kemudian memilah-milah kualitasnya sehingga dari hilir ke hulu,” tambahnya.

BI mencatat industri kopi nasional memiliki potensi pendapatan hingga US$12,5 miliar (sekitar Rp 222 triliun) dengan pertumbuhan gerai kopi yang mencapai 23,9% per tahun.

Sebagai informasi, transformasi kewirausahaan UMKM Terpadu merupakan strategi pengembangan UMKM yang dirancang secara menyeluruh untuk mendorong pelaku usaha naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

Program ini bukan hanya berfokus pada peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga mengintegrasikan transformasi digital, perluasan akses pembiayaan, penerapan model bisnis berkelanjutan, serta penguatan akses pasar agar UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan dan menembus pasar global. Melalui pilar transformasi digital, Bank Indonesia mendorong UMKM memanfaatkan berbagai platform digital, mulai dari e-commerce dan social commerce hingga penggunaan sistem pembayaran digital seperti QRIS.

Selain itu, pelaku usaha juga didorong mengadopsi aplikasi pencatatan keuangan digital, seperti SI APIK, guna meningkatkan tata kelola usaha dan transparansi keuangan. Dari sisi pembiayaan, program ini memperkuat akses UMKM terhadap sumber pendanaan melalui skema business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan perbankan maupun investor potensial.

Upaya tersebut dilengkapi dengan peningkatan literasi pembiayaan agar UMKM memiliki rekam jejak usaha yang lebih baik dan semakin layak memperoleh akses kredit dari lembaga keuangan. Transformasi juga diarahkan pada aspek keberlanjutan usaha. Bank Indonesia mendorong penerapan model bisnis yang ramah lingkungan, inklusif, dan berorientasi pada mitigasi perubahan iklim.

Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan usaha sekaligus meningkatkan nilai tambah produk UMKM di tengah tuntutan pasar yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan.

Selain itu, perluasan akses pasar menjadi salah satu fokus utama program melalui pendampingan yang mencakup peningkatan kapasitas produksi, standardisasi produk, hingga fasilitasi partisipasi dalam berbagai pameran dan kegiatan promosi di tingkat nasional maupun internasional. (pa/jh)

Akhir Juni 2026 PAL Luncurkan Kapal Landing Dock Philippines #1

BusinessUpdate – PT PAL Indonesia segera meluncurkan kapal Landing Dock (LD) Philippines #1 sepanjang 124 meter yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni 2026. Kapal tersebut merupakan unit pertama dari kontrak pengadaan dua unit kapal Landing Dock generasi lanjutan untuk Angkatan Laut Filipina (Philippine Navy).

“Proyek ini menjadi bukti keberlanjutan kepercayaan pasar internasional terhadap kapabilitas industri pertahanan maritim Indonesia,” kata Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod di Surabaya, Senin (22/6/2026).

Menurut Kaharuddin, percepatan pembangunan LD Philippines #1 mencerminkan kesiapan fasilitas produksi, optimalisasi manajemen rantai pasok, serta kompetensi sumber daya manusia PT PAL dalam memenuhi target proyek tanpa mengabaikan standar kualitas internasional. Selain itu, akselerasi ini menjadi bukti nyata dari kapabilitas dan integritas tinggi yang melekat pada PAL di tengah target timeline yang ketat.

“Semangat united (bersatu) ditunjukkan oleh seluruh tim engineering, produksi, hingga manajemen, yang bekerja bahu-membahu demi memastikan mahakarya alutsista ini dapat diselesaikan tepat waktu dan tepat mutu,” tambah Kaharuddin.

Pencapaian tersebut tidak terlepas dari transformasi menyeluruh yang dijalankan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir. Penguatan fundamental keuangan, modernisasi fasilitas produksi, percepatan docktime, serta integrasi sistem digital telah mendorong perubahan budaya kerja yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada produktivitas.

Dampak transformasi tersebut tercermin pada proses pembangunan LD Philippines #1 yang menunjukkan capaian impresif, yang berhasil memangkas docktime hanya dalam waktu enam bulan. Pencapaian ini lebih efisien dibandingkan pembangunan dua kapal pendahulunya yakni Strategic Sealift Vessel (SSV) BRP Tarlac (LD-601) dan BRP Davao del Sur (LD-602).

Kaharuddin menambahkan, pembangunan LD Philippines #1 memiliki makna strategis bagi penguatan kerja sama pertahanan Indonesia dan Filipina. Terlebih, proyek ini merupakan kontrak lanjutan (repeat order), yang menjadi indikator nyata kepuasan pengguna terhadap kualitas produk, ketepatan pengiriman, dan dukungan layanan yang diberikan PT PAL.

Kepercayaan tersebut tidak terlepas dari rekam jejak keberhasilan PT PAL dalam membangun dan menyerahkan dua unit kapal Landing Platform Dock sebelumnya, BRP Tarlac (LD-601) dan BRP Davao del Sur (LD-602) yang hingga kini menjadi tulang punggung armada angkut strategis Philippine Navy.

Setelah diluncurkan, kapal akan menjalani serangkaian pekerjaan lanjutan, termasuk penyelesaian sistem dan integrasi peralatan, sebelum memasuki fase pengujian performa di laut (sea trial). (ip/jh. Foto: Dok. PAL)

PLTS KDKMP di Pulau Sembur Laut Kepri Ditargetkan Beroperasi Kuartal III/2026

BusinessUpdate – PT Pertamina New and Renewable Energy (NRE) menargetkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Pulau Sembur Laut, Kepulauan Riau beroperasi penuh pada Kuartal III/2026. Saat ini progres pembangunannya telah mencapai 80%.

Corporate Secretary Pertamina NRE Nur Hidayati mengatakan, seluruh panel surya untuk tahap pertama telah terpasang dan sistem baterai juga sudah tiba di lokasi proyek. “Proyek PLTS berbasis energi terbarukan yang disandingkan dengan dengan program KDKMP ini telah mencapai kemajuan sekitar 80 persen,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (21/6/2026).

Proyek yang digarap melalui kolaborasi Kementerian Koperasi dan PT Pertamina (Persero) melalui PT NRE itu menjadi proyek PLTS berbasis koperasi pertama di Indonesia.

Pada tahap pertama, PLTS dibangun dengan kapasitas 400 kilowatt peak (kWp) dan didukung sistem baterai berkapasitas 600 kilowatt hour (kWh). “Nantinya keseluruhan daya PLTS yang terpasang sebesar 1 megawatt-peak (MWp) dengan baterai 1 megawatt-hour (MWh),” kata Nur.

Saat ini, pekerjaan difokuskan pada penyelesaian jaringan distribusi listrik, integrasi sistem baterai, dan pembangunan fasilitas pendukung berupa cold storage berkapasitas 5 ton dan pabrik es dengan kapasitas produksi 2 ton per hari. Menurut Nur, fasilitas tersebut nantinya akan dikelola oleh KDKMP setempat dan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi produktif berbasis energi bersih di Pulau Sembur.

Fasilitas ini ditargetkan beroperasi penuh pada Kuartal III/2026 dan akan menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem ekonomi produktif berbasis energi bersih di Pulau Sembur.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi Panel Barus menambahkan, proyek ini menjadi bukti nyata sinergi berbagai pihak dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat desa.

“Pembangunan PLTS KDKMP di Pulau Sembur merupakan bentuk nyata kolaborasi antar instansi dalam menyalurkan energi kepada masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat desa mendapatkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan melalui pengelolaan usaha produktif berbasis energi melalui koperasi,” kata Panel.

Selama ini, masyarakat Pulau Sembur masih mengandalkan generator berbahan bakar diesel untuk memenuhi kebutuhan listrik. Kondisi tersebut membuat biaya operasional listrik di pulau itu relatif tinggi. Setelah beroperasi, listrik dari PLTS akan diprioritaskan untuk mengoperasikan cold storage dan pabrik es.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu nelayan menyimpan hasil tangkapan lebih lama, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan es dari luar pulau, serta menekan biaya operasional.

Selain itu, proyek tersebut juga mulai memberikan manfaat ekonomi melalui keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proses pembangunan. Pengembangan PLTS KDKMP Pulau Sembur juga sejalan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kedaulatan energi nasional melalui pengembangan program PLTS 100 gigawatt (GW).

Sebagai proyek percontohan, Pulau Sembur menunjukkan bagaimana energi surya, koperasi, dan ekonomi desa dapat terintegrasi dalam satu ekosistem yang memperkuat ketahanan energi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia 2060. (ip/jh. Foto: Dok. Pertamina NRE)

ASDP Kembangkan Pelabuhan Tanjung Uban untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi

BusinessUpdate – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melakukan pengembangan Pelabuhan Tanjung Uban guna meningkatkan konektivitas antarpulau, kapasitas layanan penyeberangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Komitmen ASDP memperkuat konektivitas antarpulau kembali diwujudkan melalui pengembangan infrastruktur Pelabuhan Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau,” kata Direktur Utama ASDP Heru Widodo dalam keterangan di Jakarta, Minggu (21/6/2026).

Melalui groundbreaking pembangunan Dermaga 2 dan peningkatan kapasitas Dermaga 1, ASDP menegaskan perannya sebagai penggerak konektivitas sekaligus katalis pertumbuhan ekonomi kawasan kepulauan. Hal ini juga memperkuat gerbang maritim Kepulauan Riau (Kepri).

Pengembangan Pelabuhan Tanjung Uban merupakan langkah strategis untuk menjawab pertumbuhan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik yang terus meningkat di wilayah kepulauan.

Menurutnya, setiap dermaga yang dibangun perseroan bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan penghubung berbagai peluang ekonomi, pengembangan sektor pariwisata, dan peningkatan daya saing daerah.

“Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen ASDP dalam mewujudkan visi We Bridge the Nation, menghubungkan wilayah sekaligus membuka akses terhadap pertumbuhan yang lebih inklusif,” ujar Heru.

Dalam proyek tersebut, ASDP membangun Dermaga 2 sepanjang 119,48 meter yang dirancang melayani kapal hingga 1.000 Gross Tonnage (GRT). Dermaga itu akan dilengkapi movable bridge berkapasitas 80 ton guna memperlancar proses bongkar muat kendaraan dan penumpang.

Secara bersamaan, kapasitas Dermaga 1 juga ditingkatkan melalui penguatan infrastruktur dan fasilitas sandar sehingga mampu melayani kapal hingga 2.000 GRT dengan panjang sandar mencapai 200,90 meter.

Heru memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan. “Sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Kepulauan Riau,” tambahnya.

General Manager ASDP Cabang Batam Reno Yulianto menjelaskan, selain pengembangan di Tanjung Uban, ASDP juga melaksanakan rehabilitasi Dermaga I Pelabuhan Telaga Punggur untuk meningkatkan aspek keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi layanan transportasi penyeberangan di wilayah Kepulauan Riau. “Seluruh pekerjaan ini kami targetkan dapat selesai dan beroperasi optimal pada akhir tahun 2026,” kata Reno.

Melalui peningkatan kapasitas dermaga dan modernisasi fasilitas pendukung, ASDP berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang semakin prima guna mendukung mobilitas masyarakat, kelancaran rantai pasok, dan aktivitas ekonomi daerah.

Saat ini Pelabuhan Tanjung Uban melayani tiga lintasan penyeberangan, dengan lintasan Tanjung Uban–Telaga Punggur sebagai salah satu rute tersibuk. Pada lintasan tersebut, ASDP mengoperasikan KMP Tanjung Burang dan KMP Baru untuk melayani pergerakan penumpang dan kendaraan antarwilayah.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Pelabuhan Tanjung Uban telah melayani 301.221 penumpang dan 131.684 kendaraan. Tingginya trafik tersebut menjadi dasar penting pengembangan kapasitas pelabuhan agar layanan semakin lancar, aman, nyaman, dan efisien. (rn/jh. Foto: Dok. ASDP)

Festival Depok Heritage Digelar 27-28 Juni 2026, Simak Acaranya!

BusinessUpdate – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok Jawa Barat menggelar wisata Festival Depok Heritage 2026 yang digelar pada 27-28 Juni 2026 yang akan dipusatkan di kawasan bersejarah Depok Lama, mulai dari Jalan Pemuda hingga kawasan Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC).

“Festival Depok Heritage menjadi momentum untuk mengenalkan kembali sejarah Kaum Depok sekaligus memperkuat identitas budaya Kota Depok kepada masyarakat,” ujar Startik Sartika, Kepala Bidang Kebudayaan, Pengembangan Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif (Budparekraf) Disporyata Kota Depok pada Minggu (21/6/2026).

Menurut Startik, berbagai kegiatan telah disiapkan untuk menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menghibur, tetapi juga edukatif. Sebanyak 50 pelaku UMKM akan turut meramaikan festival dengan menghadirkan beragam kuliner, kerajinan tangan, hingga produk fesyen lokal.

Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati pameran foto heritage yang menampilkan perjalanan sejarah Depok dari masa ke masa di Depok Historical Studio. “Kami ingin masyarakat bisa menikmati suasana Depok Lama sekaligus mengenal lebih dekat sejarah yang menjadi bagian dari identitas kota ini,” katanya.

Tidak hanya itu, para seniman akan terlibat dalam Festival Art Depok Lama dengan menghadirkan karya mural yang terinspirasi dari sejarah dan kehidupan masyarakat Depok. Aktivitas tersebut diharapkan mampu menjadi ruang ekspresi kreatif sekaligus media edukasi budaya bagi masyarakat.

Memasuki sore hari, suasana akan semakin semarak dengan parade budaya yang melibatkan ratusan warga Kaum Depok. Mengenakan busana tempo dulu, mereka akan berjalan dari Jalan Pemuda menuju kawasan YLCC, menghadirkan suasana yang membawa pengunjung seolah kembali ke masa lalu. “Parade budaya menjadi salah satu atraksi yang menggambarkan perjalanan sejarah dan kehidupan masyarakat Depok dari masa ke masa,” katanya.

Ketika malam tiba, kawasan Depok Lama akan berubah menjadi ruang nostalgia lintas generasi melalui acara Depok Lama Tembang Kenangan. Lagu-lagu populer era 1970 hingga 1980-an akan mengiringi suasana hangat kebersamaan warga.

Festival hari pertama kemudian ditutup dengan penampilan Koplo Disko yang memadukan musik modern dengan semangat kebersamaan masyarakat.

Perayaan tidak berhenti di situ. Pada 28 Juni 2026, rangkaian kegiatan akan berlanjut dengan agenda internal YLCC berupa Ibadah Perayaan 312 Tahun Jemaat Masehi Depok yang dilaksanakan di GPIB Immanuel Depok.

Masyarakat juga masih dapat menikmati pameran foto sejarah di Depok Historical Studio, bazar UMKM, serta menyaksikan proses penyelesaian akhir mural yang menjadi bagian dari Festival Art Depok Lama.

Lebih dari sekadar festival budaya, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa Kota Depok dibangun di atas fondasi keberagaman. Dari sejarah Kaum Depok hingga kehidupan masyarakat saat ini, nilai toleransi, gotong royong, dan kebersamaan menjadi modal sosial yang terus dijaga.

“Harapannya masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati hiburan, tetapi juga semakin mengenal sejarah kotanya, menghargai warisan budaya yang dimiliki, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap Depok sebagai rumah bersama,” ujarnya.

Melalui Festival Depok Heritage, jejak panjang Kaum Depok tidak hanya dikenang, tetapi juga dirawat dan diwariskan. Sebab di tengah perubahan zaman, sejarah dan keberagaman tetap menjadi identitas yang menyatukan warga Depok dari berbagai latar belakang. (ip/jh. Foto: Dok. Detik)

SIG Perkuat Layanan Beton Siap Pakai Skala Kecil

BusinessUpdate – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menggarap peluang pertumbuhan pembangunan dan renovasi rumah di kawasan permukiman padat perkotaan melalui penguatan layanan beton siap pakai skala kecil. Pengembangan properti di kawasan perkotaan membuka peluang bisnis baru bagi perusahaan di segmen ritel bahan bangunan.

“Sebagai pemain utama di industri bahan bangunan, SIG terus menghadirkan solusi inovatif untuk menjawab kebutuhan pembangunan yang semakin beragam,” kata Vita Mahreyni, Corporate Secretary SIG, dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Minggu (21/6/2026).

Menurut Vita, pertumbuhan kawasan penyangga perkotaan, kebutuhan hunian baru, serta tren renovasi properti eksisting mendorong peningkatan permintaan beton siap pakai skala kecil dan menengah.

SIG melalui unit bisnis PT Solusi Bangun Beton mengembangkan layanan MiniMix, armada truk pengantar beton berukuran kecil untuk menjangkau area permukiman padat dengan akses jalan terbatas yang tidak dapat dilalui truk mixer konvensional. Armada pengantar memiliki dimensi lebar 2,2 meter, tinggi 3,2 meter, dan panjang 6,4 meter.

Vita mengatakan layanan tersebut memungkinkan beton siap pakai menjangkau proyek pembangunan dan renovasi rumah di kawasan perkotaan yang membutuhkan efisiensi dan kepraktisan.

Saat ini, PT Solusi Bangun Beton mengoperasikan 42 armada yang melayani Jakarta, Bandung, Cianjur, Yogyakarta, Surabaya, dan sekitarnya. Operasional layanan tersebut didukung 30 batching plant yang tersebar di Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Perseroan optimistis layanan tersebut dapat menjangkau lebih banyak pelanggan sekaligus mengoptimalkan peluang pertumbuhan bisnis beton siap pakai secara berkelanjutan.

Sebelumnya, SIG mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 380 persen menjadi Rp46 miliar dari Rp10 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara kumulatif hingga Mei 2026 (year-to-date/YTD), perseroan mengantongi laba bersih Rp152 miliar setelah pada periode yang sama tahun lalu masih membukukan kerugian.

Perbaikan kinerja tersebut berkaitan dengan transformasi model bisnis yang dijalankan perusahaan termasuk efisiensi operasional, optimalisasi proses bisnis, penguatan fundamental perusahaan, serta peningkatan profitabilitas dan daya saing. (pa/jh. Foto: Dok. SIG)

PalmCo Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim dan Perbaiki Rumah Ibadah

BusinessUpdate – Hingga Juni 2026 PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo menyalurkan bantuan kepada lebih dari 1.000 anak yatim dan duafa serta mendukung perbaikan 16 rumah ibadah dan mushalla yang tersebar di berbagai daerah operasional perusahaan.

“Perusahaan berupaya menyelaraskan antara aktivitas operasional, penguatan spiritual karyawan, dan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar,” kata Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa dalam keterangan di Jakarta, dikutip Minggu (21/6/2026).

Penyaluran bantuan dilakukan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Alokasi program TJSL keagamaan dan sosial difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat prasejahtera serta perbaikan fasilitas rumah ibadah yang sifatnya mendesak.

Berdasarkan hasil evaluasi tim di lapangan, banyak fasilitas ibadah di sekitar areal perkebunan yang membutuhkan intervensi fisik, seperti perbaikan sanitasi dan ruang wudhu. “Begitu juga dengan panti asuhan yang memerlukan sokongan operasional bulanan. Oleh karena itu, sebagian arah kebijakan TJSL kami dorong untuk langsung menyelesaikan persoalan pokok tersebut,” jelas Jatmiko.

Tercatat, inisiatif kepedulian di sektor sosial dan pemenuhan kebutuhan pokok ini menjadi salah satu fokus utama yang telah menjangkau lebih dari 1.000 jiwa.

Rangkaian aksi solidaritas tersebut diwujudkan melalui pemberian santunan tunai bagi ratusan anak yatim dan kaum duafa di wilayah Sumatera Selatan hingga Jambi, penyaluran berkala Paket Beras SPHP, serta distribusi ratusan paket sembako dalam berbagai rangkaian bakti sosial.

Sementara infrastruktur keagamaan, bantuan didistribusikan kepada 16 masjid dan mushalla yang tersebar di wilayah operasional perusahaan, termasuk di Rokan Hulu, Labuhan Batu, Aceh, hingga Lampung.

Bentuk bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rumah ibadah, meliputi pembangunan menara masjid, perbaikan atap, pengadaan fasilitas pendingin ruangan (AC), serta pembangunan fasilitas MCK.

Jatmiko menegaskan pendekatan program dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan pengurus rumah ibadah dan perangkat desa setempat. Pihaknya tidak hanya menyerahkan bantuan dalam bentuk anggaran, tetapi memastikan peruntukannya sesuai dengan urgensi di lapangan.

Ia menambahkan sejumlah unit kerja PTPN IV PalmCo telah menggelar kegiatan zikir dan shalawat bersama dalam rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah. “Rangkaian doa bersama penyambutan tahun baru Hijriah ini tidak hanya berhenti pada ritual keagamaan, tetapi juga diterjemahkan dalam bentuk kepedulian sosial,” ujar Jatmiko.

Salah satu tempat pelaksanaan kegiatan zikir dan shalawat bersama ini berlangsung di Masjid Munthada Solihin, Jambi, yang dihadiri oleh seluruh karyawan, serta masyarakat sekitar. Menurutnya, zikir bersama yang diadakan di beberapa unit, termasuk di Jambi, merupakan refleksi internal untuk meningkatkan kinerja sekaligus kepedulian sosial.

Kepala Dusun Talang Merindu, Desa Markanding, Kecamatan Bahar Utara, Kabupaten Muaro Jambi Hendi menyampaikan dukungannya terhadap sinergi antara perusahaan perkebunan milik pemerintah itu dengan masyarakat. “Diharapkan kolaborasi seperti ini dapat terus terjalin dalam mendukung pembangunan di wilayah. Saya senang Kebun Bunut dan masyarakat saling bantu dalam beribadah,” katanya.

Di sisi lain, bantuan operasional juga disalurkan ke sejumlah lembaga sosial anak yatim. Pada Mei 2026, bantuan untuk operasional panti asuhan yang menaungi 25 anak yatim piatu langsung diserahkan oleh perwakilan staf PTPN IV, Hasan Samik, kepada H. Een Zainudin selaku pengurus Panti Asuhan Darul Aitam di hadapan anak-anak panti. Bantuan langsung digunakan untuk membayar biaya listrik dan air ledeng yang memang sudah waktunya untuk dibayarkan.

”Uang ini akan kami gunakan untuk membayar tagihan listrik PLN dan tagihan Air PDAM. Selain itu, kami juga akan belikan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng dan telur,” kata Zainudin. Irn/jh. Foto: Dok. PTPN IV)

Ia menambahkan dukungan tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan harian anak-anak panti sekaligus memastikan kegiatan pembinaan tetap berjalan dengan baik di wilayah Kalimantan Barat.

Tiga Strategi Phapros Hadapi Kenaikan Harga Bahan Baku Obat

BusinessUpdate – PT Phapros Tbk telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengatasi kenaikan harga bahan baku obat akibat penguatan nilai dolar AS terhadap Rupiah. Perseroan mengakui bahan baku impor sudah mengalami kenaikan harga.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan SDM PT Phapros Ferdinand Troedu mengatakan, secara umum tidak hanya industri farmasi yang terdampak, tetapi hampir semua industri. “Untuk Phapros, kami melihat dampaknya sudah ada dan memang terjadi, di mana sebagian bahan baku kami mayoritas masih impor,” katanya, saat media gathering Phapros bertema “Merajut Harmoni, Menguatkan Kolaborasi” pada Sabtu (20/6/2026)

Menurutnya, bahan baku impor terbagi dua kategori, yakni langsung maupun tidak langsung, dan keduanya sama-sama mengalami kenaikan harga. Untuk mengatasi itu, perseroan menempuh berbagai cara, salah satunya yang langsung adalah renegosiasi atau reprofiling supplier bahan baku.

Nenegosiasi harga bisa ditempuh dengan skema kontrak “long term” atau jangka panjang maupun dengan meningkatkan volume kontrak. “Yang kedua adalah kami juga mencari alternatif sumber pemasok yang lain. Jadi, jangan kami mencari pilihan alternatif supaya ada tawar menawar. Ketiga, kami melakukan efisiensi dalam hal produksi,” jelasnya.

Namun, efisiensi bukan berarti pengurangan produksi, tapi lebih kepada bagaimana bisa menekan biaya-biaya dengan proses produksi yang lebih efisien.

Sementara itu, Direktur Produksi PT Phapros Ida Rahmi Kurniasih menambahkan bahwa kebijakan Kementerian Kesehatan juga turut memberi ruang bagi industri farmasi menghadapi dampak situasi global belakangan ini.

“Kementerian Kesehatan menyampaikan kenaikan harga obat 10-20% masih di bisa diterima. Artinya, itu level ‘acceptance‘ pemerintah menyikapi situasi konflik geopolitik maupun kenaikan dolar. Jadi, kami sangat mendukung itu,” katanya.

Kemudian, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) juga dimaksimalkan agar mengurangi ketergantungan bahan baku impor, misalnya garam atau NaCl. “Kalau mau bikin Oralit, garam NaCl-nya dulu impor. Sekarang pemerintah menguatkan TKDN dan mendukung produsen bahan baku dalam negeri. Untuk Phapros, semua produk yang menggunakan NaCl sudah ganti ke lokal,” katanya.

Saat ini, posisi Phapros merupakan bagian dari ekosistem industri farmasi nasional dengan sebanyak 56,7% saham Phapros dimiliki secara langsung oleh Kimia Farma sebagai pemegang saham mayoritas. Sebagai anggota Kimia Farma Group, Phapros juga menjadi bagian dari holding BUMN farmasi yang dipimpin oleh Bio Farma. (ip/jh)

Indofarma Ekspor Lima Kontainer Produk Farmasi ke Afghanistan

BusinessUpdate – PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) kembali mengekspor produk farmasi ke Afghanistan dengan total lima kontainer. Pengiriman dilakukan dari fasilitas produksi perseroan di Cibitung, Jawa Barat.

Ekspor tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas pasar internasional sekaligus memperkuat kinerja melalui optimalisasi pasar global. Prosesi pelepasan ekspor dilakukan oleh Direktur Utama Indofarma Sahat Sihombing dan disaksikan Komisaris Indofarma Didi Agus Mintadi, Direktur Operasional Andi Prazos, serta Kepala Departemen Komersial Nasional Institusi PT Bio Farma (Persero) Arif Rahmawan Afandi.

Direktur Utama Indofarma Sahat Sihombing mengatakan, perusahaan akan terus memperluas jangkauan pasar internasional dengan memperkuat kualitas produk dan meningkatkan nilai tambah bagi pemangku kepentingan.

“Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di pasar ekspor, Indofarma akan terus memperluas jangkauan pasar internasional, memperkuat kualitas produk, serta menghadirkan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat, pemegang saham, dan bangsa Indonesia,” ujar Sahat dalam keterangan resmi, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, produk farmasi nasional memiliki kemampuan untuk bersaing dan memperoleh kepercayaan di pasar internasional. “Kami meyakini bahwa produk farmasi nasional memiliki kemampuan untuk bersaing dan memperoleh kepercayaan di pasar global,” katanya.

Sebagai bagian dari Bio Farma Group, Indofarma memperoleh dukungan melalui penguatan sinergi, kolaborasi, dan pengembangan kapabilitas bisnis untuk meningkatkan daya saing industri kesehatan nasional maupun global.

Kepala Departemen Komersial Nasional Institusi PT Bio Farma (Persero) Arif Rahmawan Afandi mengatakan, realisasi ekspor tersebut mencerminkan kepercayaan pasar internasional terhadap industri farmasi Indonesia.

Sementara itu, Komisaris Indofarma Didi Agus Mintadi menilai keberhasilan perusahaan mempertahankan aktivitas ekspor di tengah proses transformasi dan restrukturisasi menjadi indikator positif atas daya saing dan keberlangsungan bisnis perusahaan.

Menurutnya, ekspor tidak hanya memiliki nilai komersial, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan devisa negara dan penguatan posisi produk farmasi Indonesia di pasar internasional.

“Ekspor memiliki nilai strategis yang melampaui aspek komersial semata. Selain memberikan kontribusi terhadap peningkatan devisa negara dan memperkuat posisi produk farmasi Indonesia di pasar internasional, keberlanjutan pasar ekspor juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses restrukturisasi dan penguatan fundamental Indofarma,” kata Didi.

Ke depan, Indofarma menyatakan akan melanjutkan transformasi bisnis melalui penguatan pasar ekspor, optimalisasi kapabilitas operasional, dan sinergi bersama Bio Farma Group. Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong peningkatan kinerja berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi perseroan sebagai bagian dari industri farmasi nasional yang berdaya saing global. (pa/jh. Foto: Dok. Indofarma)