HomeCORPORATE UPDATEBUMNKandungan Lokal Pesawat N219 PTDI Capai 44 Persen

Kandungan Lokal Pesawat N219 PTDI Capai 44 Persen

PT Dirgantara Indonesia terus mengembangkan industri kedirgantaraan di Indonesia. Salah satu prestasi terbarunya adalah keberhasilan menciptakan pesawat N219. N219 Nurtanio adalah pesawat multiguna generasi baru, yang dirancang untuk mengangkut 19 penumpang dengan luas kabin terbesar di kelasnya, mesinnya terbukti dan efisien, sistem avionik yang canggih, fixed tricycle landing gear, serta pintu kargo yang lebar untuk memudahkan mengubah konfigurasi pesawat. Dengan demikian, N219 Nurtanio dirancang untuk memberikan keuntungan kepada operator dari aspek teknis dan ekonomi.Selain konfigurasi angkutan penumpang, N219 Nurtanio juga dapat dilengkapi dengan peralatan yang sesuai untuk memenuhi berbagai persyaratan misi seperti Transportasi Pasukan, konfigurasi Evakuasi Medis, Transportasi Kargo, Pengawasan dan Search and Rescue (SAR).Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Gita Amperiawan mengisahkan keberhasilan pengembangan pesawat N219. Ini disebut sebagai pesawat pertama yang diproduksi 100 persen di dalam negeri.Kemudian, tingkat komponen dalam negerinya sudah mencapai lebih dari 44 persen. Menggaet sekitar 13 industri dalam negeri dan 3 perguruan tinggi nasional.”Sejak kemarin sudah di-display N219, pesawat (Indonesia) pertama yang mendapat sertifikat (internasional), itu safe dan bisa diproduksi memenuhi kaidah-kaidah sesuai sertifikat,” kata dia, Selasa (6/9/2022).Untuk memperkuat pengembangan industri kedirgantaraan Indonesia, PTDI akan menandatangani MoU dengan produsen pesawat terbang, Airbus. Nota kesepahaman ini akan mencakup soal pengembangan industri pesawat terbang, khususnya yang diproduksi di dalam negeri. Ada dua MoU yang akan ditandatangani. Pertama, terkait kesepakatan peningkatan bisnis Maintenance, Repair, dan Overhaul (MRO), dan kedua, pengembangan bisnis aerostructure.Gita Amperiawan mengatakan Perjanjian nota kesepahan ini sebagai tindak lanjut dari kesepakatan bersama soal pengembangan industri kedirgantaraan yang dilakukan pada 2 September 2022 lalu.”Ini akan kita lihat, MoU ini bermakna untuk peningkatan kapabilitas industri dalam negeri. PTDI sebagai integrator dari industri dalam negeri yang nanti spill over-nya luar biasa. Itu kenapa kita bicara MRO dan Aerostructure,” kata dia. Source : Humas PTDI (Farid S).

Must Read