HomeUncategorizedPramono Beberkan Alasan Tarif Transjabodetabek Harus Disesuaikan

Pramono Beberkan Alasan Tarif Transjabodetabek Harus Disesuaikan

BusinessUpdate – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap sejumlah alasan mengapa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ingin melakukan penyesuaian tarif Transjabodetabek. Salah satunya, beban subsidi layanan Transjabodetabek terus membengkak.

Besarnya subsidi itu tidak hanya disebabkan oleh tarif yang murah, tetapi juga karena Pemprov DKI turut menanggung biaya perawatan halte-halte yang berada di luar wilayah Jakarta.

“Dan memang sekarang ini kenapa subsidinya juga menjadi besar? Hampir semua halte yang bukan di wilayah Jakarta pun kita harus yang merawat. Itulah yang menjadi penyebab kemudian kenapa akan ada penyesuaian,” ujar Pramono di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan Pemprov DKI untuk melakukan penyesuaian tarif pada sejumlah rute Transjabodetabek. Namun, ia memastikan subsidi untuk layanan yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga itu tidak akan dihapus. “Enggak mungkin tidak disubsidi, pasti tetap akan disubsidi. Tetapi yang jelas bahwa akan ada beberapa penyesuaian yang diperlukan,” ujarnya.

Ia mencontohkan rute Transjabodetabek Blok M–Bandara Soekarno-Hatta yang saat ini masih bertarif Rp3.500. Menurutnya, tarif tersebut sangat murah jika dibandingkan dengan moda transportasi lain menuju bandara.

“Blok M ke Soekarno-Hatta kan sekarang Rp3.500. Koper juga bisa naik ke bus. Bahkan dibandingkan dengan Damri yang paling murah kan Rp80.000, taksi rata-rata Rp200.000. Kalau kemudian (tetap) Rp3.500, untuk parkir di Soekarno-Hatta saja tidak cukup, maka yang begitulah akan ada penyesuaian,” kata Pramono.

Meski akan ada penyesuaian tarif, Pramono menegaskan kebijakan tersebut akan dihitung secara matang agar tidak membuat masyarakat kembali beralih menggunakan kendaraan pribadi. Menurutnya, transportasi umum memiliki peran penting dalam mengurangi kemacetan Jakarta, mengingat jutaan warga dari daerah penyangga setiap hari beraktivitas ke Ibu Kota.

“Prinsipnya, pasti saya mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh tidak membuat orang kemudian beralih kepada kendaraan pribadi kembali,” ujarnya. Ia mengatakan, Pemprov DKI justru berencana menambah layanan transportasi umum agar semakin banyak masyarakat yang terbiasa menggunakan angkutan publik. (ip/jh. Foto: Dok. Transjakarta)

Must Read