BusinessUpdate – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mengajak 12 nasabah PNM Mekaar dari berbagai daerah untuk melakukan kegiatan studi banding guna meningkatkan edukasi dan ilmu baru kepada nasabah dalam dunia Batik Ecoprint di Galery Batik Puspita Mekar, Laweyan, Solo
Kegiatan yang dilaksanakan pada 20-21 Februari 2024 tersebut untuk membantu pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Batik Ecoprint merupakan salah satu jenis batik yang proses produksinya menggunakan pewarna alami yang berasal dari tanin atau warna daun, akar atau batang yang diaplikasikan pada kain, setelah itu kain tersebut direbus. Singkatnya batik Ecoprint adalah batik di mana cara pembuatannya membatik dengan menjiplak daun yang kemudian direbus.
Kegiatan pelatihan ini sejalan dengan tiga modal yang diberikan PNM kepada nasabahnya, yaitu modal finansial yang diberikan melalui pembiayaan kepada nasabah PNM Mekaar. Sedangkan modal sosial, PNM membangun kepedulian nasabah melalui jejaring usaha dan sinergi bisnis yang mampu membantu percepatan usaha nasabah. Kemudian, modal intelektual melalui pendampingan antara lain pelatihan/studi banding, serta berbagi info dan pengalaman.
“Kami sebagai tuan rumah sangat senang dan bangga sebagai bagian dari kegiatan tersebut. Kegiatan studi banding merupakan wujud komitmen PNM sebagai lembaga pemberdayaan UMKM yang tidak hanya memberikan modal uang tetapi juga modal intelektual dan modal jaringan/sosial,” ujar Ananto Seno, Pemimpin Cabang PNM Solo melalui siaran pers, dikutip Selasa (26/3/2024).
Baik narasumber maupun peserta antusias mengikuti studi banding dan pelatihan tersebut. “Semoga ilmu yang diperoleh bisa dikembangkan di daerah masing-masing peserta dan yang paling penting lagi adalah meningkatkan jejaring antar peserta dan narasumber. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini, semoga semakin banyak nasabah PNM Mekaar yang dapat kami bantu lewat program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU),” tambah Ananto.
PNM melalui program PKU (Pengembangan Kapasitas Usaha) dengan tema #CariTauLangkahBaru telah melakukan program studi banding sejak 2022. Sudah ada sekitar 200 lebih nasabah yang mendapatkan pembekalan khusus untuk sektor usahanya masing-masing.
Iryanti Setiyono salah satu nasabah yang mengikuti pelatihan menuturkan, sebelum pelatihan saya masih belajar tentang bahan pewarnaan untuk batik tulis dan ecoprint.
“Selama pelatihan saya diajarkan ilmu tentang bagaimana perbandingan bahan pewarna yang baik dan bagaimana cara pembuatan ecoprint yang baik dan benar. Setelah pelatihan saya sudah memulai untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat pasca studi banding kemarin dan berniat untuk mengembangkan usaha dengan mengombinasikan ecoprint dan batik tulis agar lebih bervariasi serta menambah daya tarik konsumen,” ujar Iryanti.
PNM akan terus mendorong nasabah untuk bisa mendapatkan ilmu baru untuk pengembangan usaha nasabah pada masing-masing sektor usaha melalui kegiatan studi banding yang disuguhkan PNM. Harapannya, nasabah mampu mengembangkan usahanya dengan cara yang berbeda seperti pemberdayaan yang biasa dilakukan. (pa/jh. Foto: Dok. PNM)


