BusinessUpdate – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menargetkan akan meluncurkan layanan buy now pay later (BNPL) atau paylater pada tahun ini. Saat ini perseroan tengah melakukan pengembangan paylater secara bertahap dan mencakup berbagai aspek.
Selain membangun sistem teknologi, BTN juga sedang mengurus perizinan, mematangkan model bisnis, memperkuat kepatuhan terhadap regulasi, dan menyiapkan tata kelola untuk memastikan layanan tersebut dapat beroperasi sesuai ketentuan.
“Jadi secara sistem, secara bertahap, kami melakukan parallel untuk pengembangan dari sistem paylater itu sendiri,” ujar Direktur Information Technology BTN Tan Jacky Chen dikutip dari Kompas, Rabu (15/7/2024). Seluruh proses tersebut diharapkan dapat segera rampung sehingga layanan BNPL BTN dapat diluncurkan tahun ini sesuai target perseroan.
Sama dengan layanan paylater pada umumnya, limit pembiayaan paylater BTN akan disesuaikan dengan profil, segmen, dan tingkat kelayakan masing-masing pengguna. Oleh karenanya, dia tidak dapat memastikan berapa besaran plafon pembiayaan yang akan diberikan kepada nasabah.
“Kalau plafonnya nanti coba kita lihat karena setiap profil dan setiap segmen kan berbeda. Dan use case-nya pun nanti kita akan sesuaikan dengan profil dan segmen yang nanti kita anggap sebagai eligible menerima paylater atau yang akan mengajukan,” jelasnya.
Jacky menambahkan, layanan paylater nantinya akan terintegrasi dengan aplikasi Bale by BTN yang menjadi super apps andalan perseroan. Sebagai informasi, rencana BTN akan meluncurkan produk BNPL sudah terdengar sejak 2024. Kala itu BTN tengah memproses perizinan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). (rn/jh. Foto: Dok.BTN)


