BusinessUpdate – PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) berupaya memperkuat posisinya di Kalimantan pada 2024. Caranya dengan mempertahankan kualitas layanan, mengejar penyaluran dana murah, dan meningkatkan pengalaman pelanggan (customer experience).
Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara menyatakan pihaknya memiliki 15 cabang di Kalimantan, termasuk tiga cabang di Balikpapan dan empat cabang di Samarinda.
“Total ATM dan CRM yang dimiliki CIMB Niaga di Kalimantan mencapai sekitar 74, dengan 18 di antaranya berlokasi di Balikpapan,” ujarnya melalui keterangan resmi, Senin (15/4/2024). Sekedar informasi, CRM adalah Cash Recycle Machine.
Menurut Pandji, CIMB Niaga menerapkan Prinsip Syariah dan Dual Banking Leveraging System di semua unit perbankan, termasuk di Kalimantan, khususnya di Balikpapan dan Samarinda.
Dalam pendekatan ini, setiap pegawai memiliki tanggung jawab yang sama untuk mengembangkan layanan konvensional dan memperkenalkan layanan Syariah.
“Bagi CIMB Niaga, layanan Syariah bukan hanya dilihat dari sudut pandang agama, tetapi juga sebagai produk berdasarkan fatwa. Tujuan utamanya adalah memberikan layanan dan produk yang sama berkualitas, baik dalam layanan konvensional maupun Syariah,” jelas Pandji.
CIMB Niaga juga berkomitmen untuk terus berinovasi dalam layanan perbankan digital. Pada 2024, bank ini akan mengembangkan produk-produk perbankan Syariah yang berbeda dan memberikan nilai tambah dibandingkan dengan produk konvensional.
Salah satu contohnya adalah pengembangan kartu pembiayaan non-kartu yang terhubung langsung dengan handphone, sehingga limitnya dapat diakses melalui ponsel.
Kemudian, untuk pertama kalinya CIMB Niaga akan meluncurkan produk paylater syariah. Fokus utamanya adalah pada pengembangan bisnis kecil menengah (SME) dan konsumen, pendorong komunitas dan komunitas islam dengan penekanan pada layanan digital. “Kami berkomitmen untuk memberikan layanan yang berkualitas dan inovatif kepada nasabah kami,” katanya.
Sementara itu, Presiden Direktur CIMB Niaga Finance (CNAF) Ristiawan Suherman menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan kredit di kuartal I/2024 akan mencapai angka di atas 30% secara tahunan (yoy) dibandingkan dengan kuartal yang sama pada 2023.
Dari sisi pertumbuhan, CIMB Niaga memiliki tiga pilar utama. Ristiawan mengatakan pihaknya fokus pada kredit mobil baru, kredit mobil bekas dan refinancing. Selain itu, kerjasama dengan lini usaha dari sisi referral juga membantu bank ini bertahan dengan baik.
Adapun, Ristiawan berharap bahwa selesainya pemilu akan mendorong perekonomian. Ia melihat prospek bagus dan yakin bahwa CIMB Niaga akan tetap tumbuh dalam angka double digit. (ip/jh)


