HomeNEWS UPDATENationalKementerian ESDM Tambah Kuota Produksi Batu Bara untuk PLTU Milik PLN

Kementerian ESDM Tambah Kuota Produksi Batu Bara untuk PLTU Milik PLN

BusinessUpdate – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menambah kuota produksi batu bara untuk memenuhi kebutuhan operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PT PLN (Persero). Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan batu bara untuk pembangkit listrik.

Menurut Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno, pemerintah tidak ingin menahan produksi batu bara yang menyebabkan permasalahan pasokan untuk pembangkit. Namun, di sisi lain, pemerintah juga berupaya agar pasokan batu bara di pasar internasional tidak berlebih atau oversupply.

“Untuk mengejar yang itu [kebutuhan dalam negeri], tapi jangan sampai ada oversupply,” kata Tri dikutip dari Antara, Sabtu (11/7/2026). Meskipun demikian, Tri mempersilakan kepada para pengusaha tambang yang ingin mengajukan revisi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) hingga 31 Juli.

Sebelumnya, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan terjadinya pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa dipicu keterbatasan pasokan batu bara dengan spesifikasi kalori menengah hingga tinggi untuk PLTU. Persoalan itu kini mulai teratasi setelah pemerintah menambah alokasi pasokan batu bara berkalori 4.500 kcal/kg ke atas.

“Adanya tambahan batu bara dengan spesifikasi 4.500 ke atas. Juli ini ada tambahan 1,8 juta ton, kemudian Agustus sampai Desember ada tambahan sekitar 3 juta ton dari existing,” ujar Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (2/7/2026).

Menurut Darmawan, tambahan pasokan tersebut langsung meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Jawa yang sebelumnya sempat mengalami pemadaman bergilir. “Ini tentu saja membuat sistem di Jawa ini yang tadinya kami akui ada pemadaman bergilir, ini sistemnya langsung meningkat menjadi jauh lebih andal,” katanya.

Akar persoalan berasal dari perubahan komposisi produksi batu bara nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, produksi batu bara berkalori rendah terus meningkat, sementara produksi batu bara berkalori menengah dan tinggi justru mengalami penurunan. Padahal, sebagian pembangkit listrik, khususnya di sistem Jawa, membutuhkan batu bara dengan spesifikasi kalori tertentu agar dapat beroperasi secara optimal. (rn/jh. Foto: Dok. PLN)

Must Read