BusinessUpdate – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membubuhkan kenaikan pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) per Agustus hingga 8 persen. Hal ini didukung oleh kebijakan suku bunga kompetitif yang dihadirkan Bank Mandiri.
Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengakui kenaikan harga BBM berdampak pada kenaikan harga bahan bangunan.
“Juga berujung pada penurunan daya beli masyarakat dan penundaan pembelian properti. Namun, KPR Mandiri mencatat pertumbuhan volume sebesar 8% (secara tahunan) pada Agustus 2022,” ujarnya, (28/9).
Ia menyatakan dengan kenaikan suku bunga acuan BI berturut-turut di Agustus dan September 2022 ini dipastikan akan memberikan efek risiko kenaikan suku bunga KPR. Namun demikian, Bank Mandiri akan tetap memberikan penawaran yang kompetitif agar dapat tetap tumbuh secara prudent.
“Bank Mandiri senantiasa menghadirkan suku bunga yang kompetitif kepada nasabahnya. Saat ini Bank Mandiri memberikan pilihan suku bunga 3,88% fixed 3 tahun atau 4,88% fixed 5 tahun,” paparnya.
Selain itu, dalam rangka memberikan kepastian bagi debitur di tengah risiko kenaikan suku bunga pasar, saat ini Bank Mandiri masih terdapat penawaran spesial suku bunga berjenjang fixed 10 Tahun.
“Mulai dari 3.98% fixed tahun pertama hingga tahun ketiga, lalu 7.68% fixed tahun keempat hingga tahun ke-enam, lalu 9.68% fixed tahun ke tujuh hingga tahun ke sepuluh,” pungkas Rudi. (ed.AS/kontan).


