Cegah Pencurian Meterai, Pos Indonesia Terapkan Keamanan Baru Ini

Cegah Pencurian Meterai, Pos Indonesia Terapkan Keamanan Baru Ini
Cegah Pencurian Meterai, Pos Indonesia Terapkan Keamanan Baru Ini

BusinessUpdate – Guna meningkatkan keamanan yang lebih baik lagi pada ekspedisi, kini Pos Indonesia menerapkan standar ganda dengan menggandeng perusahaan internasional. Hal itu ditegaskan oleh Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal R. Djoemadi memberikan Piagam Karya Jasa kepada Kapolresta Bandar Lampung Kombespol Ino Harianto, S.IK., MM di Bandung, Selasa (4/10/2022).

Penghargaan itu diberikan atas kerja keras jajaran Polresta Bandarlampung mengungkap dan menangkap pelaku pencurian meterai di Kantor Pos Bandar Lampung senilai Rp 1,5 Miliar pada bulan Juni 2022 yang lalu. Saat ini berkas sudah dilimpahkan kepada kejaksaan.

Agar kejadian serupa tak terjadi lagi, kini Pos Indonesia mengambil langkah-langkah baru (preventive action). Salah satunya bekerjasama dengan ekspedisi ternama di Indonesia yang berbasis di Amerika Serikat.

“Mitra khusus pengiriman barang-barang berharga ini  sudah beroperasi di Indonesia selama tiga belas tahun. Sudah memiliki 14 cabang dan punya kerjasama dengan POLRI.  Selain itu, untuk mengembangkan jaringan,  mitra kerja ini akan memanfaatkan kluis (lemari besi semacam safe deposit box) yang terdapat di kantor pos di seluruh Indonesia,” ujar Faizal.

Sementara itu Komisaris PT Pos Indonesia (Persero) Komjenpol (Purnawirawan) Condro Kirono berharap untuk seterunya Pos Indonesia dan kepolisian semakin mempererat jalinan kerjasama.

“Banyak pelayanan Pos Indonesia yang bisa dimanfaatkan oleh kepolisian. Baik pengiriman barang maupun jasa keuangan. Tarifnya juga lebih murah sehingga lebih efisien,” kata Condro

Adapun Kapolresta Bandar Lampung menyampaikan bahwa penghargaan yang diterima ini merupakan kehormatan yang luar biasa.

“Semua yang saya lakukan untuk memberikan kepastian hukum kepada siapa pun, masyarakat atau lembaga negara yang mempunyai permasalahan hukum. Ada pelajaran yang dapat kita ambil hikmahnya  bahwa dalam mengirimkan barang-barang berharga milik negara seperti meterai perlu dilakukan lebih hati-hati khususnya  memilih mitra jasa ekspedisi,” kata Ino Harianto. (Ed.AS/PR1).