BusinessUpdate – Stasiun Kereta Cepat Whoosh Karawang bakal beroperasi pada awal 2025. Pengoperasian Stasiun Karawang tersebut tidak akan mengurangi kecepatan Whoosh
Dengan beroperasinya Stasiun Karawang, nantinya Kereta Cepat Whoosh akan memiliki rute Stasiun Halim-Karawang-Padalarang-Tegalluar. Penambahan stasiun beroperasi membuat jarak tempuh antar stasiun menjadi lebih dekat.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Risal Wasal memastikan pengoperasian Stasiun Karawang tidak akan mengurangi kecepatan Kereta Cepat Whoosh. Pasalnya, jarak antar stasiun telah diperhitungkan sebelumnya sehingga tidak akan mengurangi kecepatan kereta cepat.
“Enggak (berkurang), kan memang rencananya Halim-Karawang-Padalarang-Tegalluar, memang empat stasiunnya,” ujarnya seperti dikutip dari Kompas, Minggu (28/7/2024).
Adapun selama melayani naik dan turun penumpang di Stasiun Halim, Padalarang, dan Tegalluar, Kereta Cepat Whoosh dapat melaju dengan kecepatan operasional mencapai 350 kilometer per jam.
Sementara untuk waktu tempuhnya, perjalanan dari Halim ke Padalarang membutuhkan waktu sekitar 30 menit dan Halim ke Tegalluar sekitar 45 menit. Risal mengungkapkan, perjalanan Kereta Cepat Whoosh dari Halim ke Karawang hanya membutuhkan waktu kurang dari 15 menit. Itu artinya, jarak tempuh antar stasiun sekitar 10-15 menit.
Diharapkan dengan kecepatan waktu perjalanan Whoosh ini dapat menjadi salah satu pertimbangan masyarakat memilih Kereta Cepat Whoosh sebagai moda transportasi Jakarta-Bandung atau sebaliknya.
“Kita berharap kan dari Karawang ke Jakarta itu naik Whoosh cuma 11 menit. Suatu pilihan yang menarik ya daripada dengan kendaraan pribadi, mendingan naik Kereta Cepat Whoosh mungkin bisa lanjut sampai di Halim. Di Halim disediakan LRT untuk lanjut ke mana-mana,” tuturnya.
Sebagai informasi, Stasiun Karawang mulanya ditargetkan dapat beroperasi bersamaan dengan tiga stasiun Kereta Cepat Whoosh lainnya pada Oktober 2023. Pembangunan stasiunnya memang sudah selesai, namun pengoperasian stasiun ini terkendala pada pembangunan jalan akses.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, saat ini Stasiun Karawang baru dioperasikan untuk melayani pengaturan perjalanan kereta dan on call emergency.
“Sebagai bagian dari strategi peningkatan jumlah penumpang, KCIC juga akan mengoperasikan Stasiun Karawang di awal tahun 2025 untuk layanan naik turun penumpang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (26/7/2024).
Eva bilang, Stasiun Karawang baru dapat melayani naik dan turun penumpang jika jalan akses menuju stasiun sudah tersedia. Untuk itu, KCIC tengah menyiapkan akses dari kawasan trans heksa Karawang (THK) dan Deltamas untuk menuju stasiun Karawang.
“Nantinya, akan ada akses sepanjang sekitar 1,5 kilometer dari THK dan Deltamas menuju Stasiun Karawang yang saat ini sedang dalam tahap akhir pembebasan lahan untuk selanjutnya memasuki tahapan persiapan konstruksi,” ucapnya.
Saat ini pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga sedang menyiapkan pembangunan exit KM 42 jalan tol Jakarta Cikampek yang langsung menuju kawasan Stasiun Karawang.
Selain itu, akses dari Tol Japek kini juga sudah dalam tahap pembebasan lahan dan pembangunan. Rencananya pembangunan dilakukan tahun ini sebagai bagian dari Proyek Strategi Nasional (PSN) dari pemerintah pusat. Dengan adanya beragam akses tersebut, Stasiun Kereta Cepat Whoosh Karawang akan terkoneksi dengan berbagai kawasan industrial, perkotaan, dan pusat perbelanjaan. (rn/jh)


