BusinessUpdate – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) atau Telkom mencatatkan kenaikan pendapatan 2,42% secara tahunan (yoy) menjadi Rp75,29 triliun sepanjang semester I/2024. Namun, laba bersih perseroan justru turun 8,31% yoy menjadi Rp15,42 triliun.
Peningkatan pendapatan Telkom disebabkan oleh pertumbuhan beberapa segmen usaha. TLKM tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp75,29 triliun naik tipis 2,42% yoy dari posisi Rp73,47 triliun.
Pendapatan internet dan turunannya menjadi kontributor utama dengan nilai Rp47,11 triliun naik 8,5% yoy. Sementara itu bisnis lain seperti Indihome mencatatkan penjualan Rp12,9 triliun dan seluler Rp3,3 triliun.
“Manajemen mengharapkan bahwa sebagian besar transaksi yang dialokasikan untuk kontrak yang belum diselesaikan pada tanggal 30 Juni 2024 akan diakui sebagai pendapatan selama periode-periode pelaporan berikutnya. Kewajiban pelaksanaan yang belum terpenuhi pada tanggal 30 Juni 2024, bagian yang diharapkan dapat direalisasi dalam satu tahun adalah sebesar Rp9,95 triliun dan bagian yang lebih dari satu tahun adalah sebesar Rp4,66 triliun,” sebut manajemen dalam laporan keuangannya, Selasa (30/7/2024).
Selain itu, Telkom juga menandatangani beberapa perjanjian sewa menyewa dengan pihak ketiga maupun pihak berelasi yang tidak dapat dibatalkan.
Perjanjian tersebut meliputi sewa jaringan, peralatan telekomunikasi serta tanah dan bangunan dengan jangka waktu bervariasi berkisar 1 sampai dengan 32 tahun yang akan berakhir bervariasi antara tahun 2025 hingga 2052. Periode sewa menyewa dapat diperpanjang berdasarkan perjanjian oleh kedua belah pihak.
Adapun beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi pada semester I/2024 naik tipis menjadi Rp19,46 triliun dari Rp19,17 triliun pada semester I/2023. Setelah dikurangi beban-beban lain, laba usaha TLKM mengalami menjadi Rp21,63 triliun.
Di sisi lain, total aset TLKM tercatat mencapai Rp285 triliun yang terdiri dari aset lancar Rp54 triliun dan aset tidak lancar Rp231 triliun. Sementara itu, total liabilitas TLKM terpantau Rp138,71 triliun yang mencakup liabilitas jangka pendek Rp83 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp55 triliun. (pa/jh)


