BusinessUpdate – PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) mengungkap strategi perseroan untuk memperkuat pasar ekspornya ke sejumlah negara. Perseroan akan lebih fokus ke negara tujuan ekspor.
Corporate External Communication PT Kalbe Farma Tbk. Hari Nugroho menjelaskan bahwa kontribusi ekspor KLBF sekitar 5-6% dari total penjualan. Saat ini perseroan tengah membangun tim marketing, serta menjalin kerjasama distribusi di negara setempat.
Saat ini Kalbe Farma sedang memperkuat ekspor ke negara-negara di Asia Tenggara. Selain itu, juga merambah ekspor ke Sri Lanka, beberapa negara Timur Tengah dan Afrika Selatan, serta Nigeria. Ia mengatakan bahwa sejauh ini ekspor Kalbe Farma ke negara-negara tersebut berjalan positif.
Sementara itu, Corporate Secretary KLBF, Maria Teresa Fabiola mengatakan bahwa produk-produk Kalbe Farma sudah dapat diakses di kurang lebih 40 negara di kawasan Asean, Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, dan juga Afrika.
“Ini menjadikan Kalbe menjadi perusahaan produk kesehatan nasional yang mampu bersaing di pasar internasional,” jelas Maria. Kemudian, Investor Relation Manager KLBF, Syeren Amanda mengatakan bahwa Kalbe juga mengambil langkah memperkuat penetrasi obat-obatan onkologi di Asia Tenggara.
“Kami juga membentuk kemitraan strategis dengan Alliance Pharma, Thailand. Dan ini adalah untuk memperkuat akses obat-obatan terutama spesialty kategori di Asia Tenggara, terutama di Thailand,” ujarnya.
Sebagai informasi, PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 18,4%, menjadi Rp1,8 triliun pada semester I/2024. Kenaikan ini ditopang oleh kinerja positif di seluruh segmen bisnis, didukung pengelolaan biaya operasional yang baik, dan dampak positif dari biaya non-operasional.
Selain itu, Syeren mengatakan pertumbuhan penjualan bersih sebesar 7,6% menjadi Rp16,3 triliun, serta penurunan harga bahan baku dan pengelolaan biaya operasional, juga turut mendukung kenaikan tersebut. (ip/jh)


