BusinessUpdate – Menjelang persiapan libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mendorong masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi Ferizy untuk memesan tiket ferry secara daring. Ferizy memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memastikan perjalanan lebih praktis, aman, dan nyaman, terutama pada masa liburan di mana terjadi peningkatan jumlah penumpang.
“Dengan adanya Ferizy, kami ingin memastikan masyarakat terlayani dengan baik, tanpa harus berdesakan atau menunggu lama di pelabuhan. Pemesanan tiket ferry bisa dilakukan dengan praktis dari mana saja, sehingga perjalanan Anda lebih nyaman dan aman, khususnya di Cabang Utama Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, dan juga Ajibata dan Ambarita yang berpotensi ramai pada Nataru mendatang,” ujar Shelvy Arifin, Corporate Secretary ASDP melalui keterangan resmi, dikutip, Senin (14/10/2024).
Salah satu manfaat utama Ferizy adalah kemudahan memesan tiket hingga 60 hari sebelum jadwal keberangkatan. Ini memungkinkan masyarakat untuk merencanakan perjalanan jauh-jauh hari, terutama saat musim liburan yang sering kali penuh sesak.
Selain menawarkan kemudahan, Ferizy juga membantu penumpang mengantisipasi kebijakan pembatasan radius yang telah diterapkan sejak Desember 2023. Pada radius tertentu dari pelabuhan, pembelian tiket online sudah tidak dapat dilakukan. “Kami menyarankan pengguna jasa untuk membeli tiket sejak jauh hari agar tidak terjebak dengan pembatasan radius pembelian di pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk,” ujar Shelvy.
ASDP juga terus mengedukasi masyarakat untuk menghindari pembelian tiket melalui calo. Praktik percaloan dapat merugikan penumpang dengan harga yang tidak wajar dan risiko tiket tidak valid saat hendak memasuki pelabuhan.
Sebagai bagian dari upaya melindungi kepentingan umum, ASDP melanjutkan kampanye “Say No to Calo” untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya membeli tiket dari sumber resmi sehingga tidak mengalami kerugian jika mengalami kenaikan atau “dipaksa” oknum calo dengan harga tidak wajar yang sering menyebabkan ketidaknyamanan bagi penumpang karena terjebak dengan harha tiket tidak sah.
“Kami terus mendorong masyarakat untuk memesan tiket langsung melalui Ferizy agar terhindar dari risiko penipuan. Pengguna jasa yang memesan tiket dari platform resmi tentu mendapatkan jaminan keamanan dan kenyamanan yang lebih baik,” tambahnya.
Sejak diluncurkan pada 2020, Ferizy telah menjadi bukti konkret transformasi layanan penyeberangan ferry ke arah digitalisasi yang lebih modern. Jumlah pengguna platform ini terus meningkat, dari 438.105 pengguna di tahun pertamanya hingga 2,38 juta pengguna pada Juli 2024. Peningkatan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kemudahan, keamanan, dan kepraktisan yang ditawarkan Ferizy.
Sebagai bukti dari upaya peningkatan layanan, ASDP baru-baru ini telah memperluas penerapan e-ticketing di tiga pelabuhan baru di wilayah Surabaya, yakni Pelabuhan Bawean (sejak 8 Oktober), Pelabuhan Paciran (sejak 9 Oktober), dan Pelabuhan Gresik (sejak 11 Oktober). Ini menandakan bahwa ASDP terus bergerak maju dalam digitalisasi sistem penyeberangan.
“Kami berharap dengan peralihan penuh ke sistem digital ini, pengguna jasa semakin nyaman dan aman dalam melakukan perjalanan. Sistem cashless yang kami terapkan melalui website trip.ferizy.com juga membantu meningkatkan efisiensi proses layanan,” tutup Shelvy. (pa/jh. Foto: Dok. ASDP)


