BusinessUpdate – PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN melakukan transformasi digital dengan mengintegrasikan teknologi dalam proses bisnisnya untuk mendorong keberlanjutan bisnis perusahaan.
“Pendukung utama dalam mematangkan infrastruktur dan merancang program strategis PGN menuju ekonomi hijau salah satunya ditopang oleh transformasi digital,” ujar Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Rosa Permata Sari melalui keterangan resmi, Selasa (22/10/2024).
Ia menekankan, perkembangan teknologi dan transformasi digital menjadi aspek utama bagi kemajuan industri saat ini, tak terkecuali pada industri minyak dan gas (migas).
PGN pun melakukan digitalisasi dalam seluruh rantai proses bisnis gasnya, mulai dari pengoperasian sampai dengan pengelolaan pelanggan. Adopsi teknologi ini menjadi langkah perusahaan untuk terus berinovasi.
Beberapa penerapan digitalisasi yang dilakukan PGN di antaranya penggunaan aplikasi Digio (Digital Information for Gas Infrastructure Operation) yang mendukung efektivitas dalam mengelola dan merancang infrastruktur gas bumi.
Lalu ada aplikasi SiApp Gas-In yang digunakan untuk melakukan perencanaan awal proyek dengan menyiapkan timeline maupun resource. Serta, aplikasi SipGas (Sistem Informasi Penyaluran Gas) yang digunakan untuk memonitor pergerakan penyaluran gas bumi serta infrastruktur pendukungnya.
“Untuk meter operation, PGN sudah mengaplikasikan teknologi di dalamnya sehingga lebih transparan bagi pelanggan,” kata Rosa.
Contoh lain seperti smart meter untuk pencatatan otomatis pemakaian gas bagi pelanggan sehingga lebih akurat dan mudah di monitor, automatic meter reading, bahkan untuk akuisisi dan manajemen data meteran pun sudah diakses menggunakan teknologi melalui Giore dan SipGas.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) saat ini juga turut mendukung percepatan pertumbuhan industri dan meningkatkan daya saing bisnis.
PGN pun mulai mengaplikasikan AI dalam mengembangkan infrastruktur gas bumi, clustering dan mempercepat distribusi gas ke seluruh Indonesia.
“Dengan pendekatan teknologi AI ini, PGN melihat market yang sesuai dan menggolongkan pemanfaatan gas bumi sehingga LPG impor dapat semakin diminimalisir sehingga kami dapat lebih mudah untuk mewujudkan transisi energi dan ekonomi hijau,” jelasnya.
Menurut Rosa, transformasi digital yang dilakukan PGN selama ini telah memainkan peran penting untuk perusahaan. Pertama, memperkuat legacy business dengan mengamankan pasokan gas nasional dan mengembangkan infrastruktur gas secara menyeluruh melalui teknologi, serta mengintegrasikan gas/LNG portfolio termasuk jaringan gas (jargas) menggunakan Oracle Siebel dan PGN Mobile.
Kedua, memulai bisnis low carbon businesses dengan akselerasi distribusi metanol dan biometana melalui sinergitas dengan Pertamina Group, serta mengembangkan transmisi CCUS/CCS (CO2 pipeline) yang turut dimudahkan dengan adanya teknologi.
“Kita dapat mewujudkan ekosistem energi bertumbuh dengan kuat, dengan terus memastikan di dalamnya terdapat dasar transformasi digitalisasi dan juga iklim inovasi teknologi. Hal ini bertujuan untuk memberikan layanan yang dapat diandalkan dengan efektif, efisien, serta dapat memberikan efek secara komprehensif,” tutup Rosa. (ip/jh)


