BusinessUpdate – PT Rainbow Tubulars Manufacture (RTM), produsen pipa seamless atau Oil Coutry Tobular Goods (OCTG), menargetkan pabrik kedua yang saat ini tengah dibangun dapat beroperasi secara komersial pada Kuartal III/ 2025.
“Harapan kami pada kuartal III/2025 akan beroperasi secara komersial plant dua ini,” kata Direktur Komersial dan Bisnis RTM Barkeilona dikutip dari Antara, Kamis (21/11/2024). Rainbow Tubulars Manufacture adalah anak usaha dari PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI).
Barkeilona menjelaskan, pabrik kedua tersebut bakal berkapasitas mencapai 40.000 ton per tahun dengan nilai investasi mencapai Rp300-Rp400 miliar. Biaya pembangunan pabrik kedua tersebut membengkak lantaran adanya peningkatan harga mesin yang sebelumnya belum dikalkulasikan.
Saat ini, produksi RTM berkisar mencapai 25.000 ton hingga 30.000 ton per tahun. Dengan demikian, apabila pabrik kedua mulai beroperasi secara komersial, maka total kapasitas produksi RTM bisa mencapai hingga 70.000 per tahun.
RTM merupakan salah satu industri penunjang industri minyak dan gas (migas) di Indonesia dan menjadi satu-satunya produsen pipa seamless atau Oil Coutry Tobular Goods (OCTG). RTM memproduksi pipa seamless yang tersertifikasi API 5CT (Casing and Tubing) dan API 5L (Line Pipe).
“Saat ini RTM sedang dalam pembangunan plant-2 sehingga kapasitas total dapat meningkat menjadi 60.000 sampai 70.000 ton per tahun,” ujarnya. Ia berharap dengan adanya pabrik kedua tersebut ini, RTM dapat memenuhi kebutuhan domestik yang diperkirakan meningkat sejalan dengan rencana pemerintah untuk meningkatkan lifting minyak di Indonesia.
“Dan akan dapat memiliki kapasitas lebih untuk memenuhi kebutuhan ekspor yang sejak 2023 dihentikan karena RTM mengutamakan untuk memenuhi kebutuhan domestik,” ucapnya.
Barkeilona mengaku bahwa RTM berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan keselamatan kerja dan menjalankan operasi perusahaan dengan mengedepankan prinsip sustainability sebagai bentuk tanggung jawab kepada lingkungan dan sosial. “Mari kita bersama tunjukkan cinta kita kepada produk dalam negeri dengan meningkatkan penggunaan produk dalam negeri,” tuturnya.
RTM memasok kebutuhan pipa khususnya Tubing untuk kebutuhan domestik pada 2018 sebesar 8.000 ton, 2019 sebesar 7.500 ton, 2020 sebesar 5.000 ton, 2021 sebesar 14.000 ton, 2023 sebesar 15.500 ton, dan sampai Oktober 2024 sebesar 17.500 ton.
Sebelum fokus ke pasar domestik, RTM pernah memasok produknya ke Rusia, Kanada, dan Houston Amerika Serikat. Produk buatan RTM telah mencapai Tingkat Komponen dalam Negeri (TKDN) sudah mencapai lebih dari 40%.
Sepanjang 2023, distribusi produk RTM mencapai 73% untuk Subholding Upstream Pertamina, 15% untuk Pertamina Hulu Rokan, 10% untuk pasar luar negeri, dan 2% untuk KKKS lainnya.
Barkei menjelaskan, pipa seamless buatan RTM dipasok untuk memenuhi kebutuhan operasional beberapa Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), antara lain Pertamina EP, Pertamina Hulu Rokan (PHR), Medco E&P Indonesia, Petrochina serta Energi Mega Persada (EMP) yang memiliki banyak kegiatan produksi. Sementara itu, untuk 2024, RTM berkomitmen untuk sepenuhnya memenuhi kebutuhan pasar domestik dan menghentikan produksi untuk ekspor. (ip/jh. Foto: Dok.Dunia Energi)


