HomeFINANCEBankBank Permata Bagikan Dividen Sebesar Rp1,085 Triliun untuk Tahun Buku 2024

Bank Permata Bagikan Dividen Sebesar Rp1,085 Triliun untuk Tahun Buku 2024

BusinessUpdate – PT Bank Permata Tbk (BNLI) bakal membagikan dividen sebesar Rp1,085 triliun setara dengan Rp30 per saham untuk tahun buku 2024. Pembagian dividen ini telah disetujui para pemegang saham dalam Rapat Pemegang Saham Tahunan alias RUPST pada Rabu (9/4/2025).

“Bank Permata tetap berkomitmen untuk tumbuh bersama menjalin hubungan jangka panjang dan menciptakan nilai berkelanjutan dengan Bangkok Bank dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli melalui keterangan tertulisnya, Rabu (9/4/2025).

Pembagian dividen tersebut juga telah mempertimbangkan permodalan BNLI yang kuat. Sepanjang 2024, Permata Bank memiliki salah satu rasio permodalan terkuat di antara bank komersial terbesar di Indonesia, dengan capital adequacy ratio (CAR) mencapai 35% dan CET-1 26% pada akhir 2024, memberikan fondasi kokoh untuk strategi prioritas bank ke depan.

Menurut catatan laporan keuangan Bank Permata, perusahaan mengantongi laba Rp3,6 triliun pada 2024. pertumbuhan bisnis Bank Permata 2024 tercermin dari rasio Loan-to-Deposit (LDR) yang meningkat ke level 83% dibandingkan 75% pada 2023.

Total aset bank itu juga tumbuh 0,6% menjadi Rp259 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Dari sisi pendanaan, total simpanan nasabah tercatat Rp185 triliun pada 2024, dengan rasio CASA di level 55%. Permata juga membukukan rasio Cost-to-Income (CIR) yang semakin efisien menjadi 50% dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 52%.

Penyaluran kredit kepada masyarakat naik 9% (yoy) menjadi Rp155 triliun, terutama dikontribusikan oleh segmen Korporasi yang tumbuh sebesar 12% (yoy) menjadi Rp 89 triliun, diikuti pertumbuhan segmen komersial dan konsumer, yang masing-masing tumbuh sebesar 6% dan 4% (yoy).

Sebelumnya, Meliza M. Rusli buka-bukaan terkait peluang perusahaannya naik kelas ke Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) IV alias bank jumbo. Dia mengatakan saat ini BNLI merupakan bank dengan permodalan tertinggi di antara kelompok KBMI III lainnya.

Mengingat posisi perusahaan tersebut, Meliza menuturkan pihaknya akan terus fokus untuk mengimplementasikan target jangka panjang. Permodalan yang saat ini dimiliki Bank Permata akan digunakan untuk mengembangkan bisnis secara lebih berkelanjutan.

“Jadi, mungkin bukan hanya target jangka pendek atau ini meraih ke KBMI IV saja. Yang kami pentingkan di sini adalah untuk meraih sustainability dalam jangka panjang,” kata Meliza dalam Paparan Publik Bank Permata 2025 di Jakarta pada Jumat (7/3/2025).

Adapun, pengelompokan bank berdasarkan KBMI mengacu kepada POJK No.12/POJK.03/2021 tentang Konsolidasi Bank Umum. Perincian aturan KBMI yaitu KBMI 1 untuk bank dengan modal inti kurang dari Rp6 triliun, KBMI 2 untuk bank dengan modal inti Rp6 hingga Rp14 triliun. Kemudian, kelompok KBMI 3 adalah untuk bank dengan modal inti Rp14 triliun sampai Rp70 triliun, dan KBMI 4 untuk bank dengan modal inti lebih dari Rp70 triliun. (rn/jh. Foto: Dok. Bank Permata)

Must Read