HomeFINANCEAdira Finance Raih Laba Bersih Rp1,1 Triliun Sepanjang Semester I/2026

Adira Finance Raih Laba Bersih Rp1,1 Triliun Sepanjang Semester I/2026

BusinessUpdate – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (IDX: ADMF) atau Adira Finance membukukan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun pada semester I/2026, meningkat 37% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut ditopang pertumbuhan pembiayaan baru, peningkatan pendapatan, serta penurunan beban pendanaan dan beban penyisihan kerugian penurunan nilai.

Direktur Utama Adira Finance Dewa Made Susila mengatakan, perseroan akan tetap menjaga momentum pertumbuhan melalui penyaluran pembiayaan yang selektif dan disiplin. “Perusahaan akan tetap mengutamakan kualitas pembiayaan, menerapkan pengelolaan risiko yang prudent, serta mencermati perkembangan kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat,” ujar Dewa Made Susila, melalui keterangan pers, Sabtu (1/8/2026).

Ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi telah mengganggu pasokan energi dan aktivitas perdagangan global telah mendorong kenaikan harga komoditas, meningkatkan tekanan inflasi, serta menahan prospek pertumbuhan ekonomi global. Dampaknya turut dirasakan Indonesia melalui meningkatnya volatilitas pasar keuangan, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, serta kenaikan biaya impor.

Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, Bank Indonesia secara bertahap menaikkan BI-Rate sebesar total 100 basis poin hingga mencapai 5,75% pada Juni 2026. Di tengah tantangan ekonomi tersebut, industri otomotif nasional masih mencatatkan pertumbuhan penjualan pada semester I/2026.

Penjualan ritel sepeda motor baru naik 10% menjadi 3,3 juta unit, sedangkan penjualan ritel mobil baru meningkat 11% menjadi 434.000 unit. Sejalan dengan pertumbuhan industri otomotif, Adira Finance membukukan pembiayaan baru sebesar Rp23,1 triliun pada semester I/2026 atau tumbuh 18% secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut terjadi di seluruh segmen pembiayaan, baik otomotif maupun non-otomotif. Pada periode yang sama, piutang pembiayaan yang dikelola meningkat 7% menjadi Rp 64,9 triliun.

Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, Adira Finance mengoperasikan 844 jaringan usaha yang terdiri atas kantor cabang dan kantor satelit. Jaringan tersebut melayani sekitar 2,6 juta konsumen di seluruh Indonesia.

Dari sisi keuangan, total pendapatan Adira Finance meningkat 9% menjadi Rp 6,5 triliun. Peningkatan tersebut didukung oleh bertambahnya rata-rata aset yang dikelola. Di sisi lain, beban pendanaan turun 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, beban penyisihan kerugian penurunan nilai juga menurun 13% menjadi Rp 1,16 triliun.

Direktur Keuangan Adira Finance Sylvanus Gani Mendrofa mengatakan, pertumbuhan laba bersih didukung oleh kinerja bisnis yang tetap terjaga serta pengelolaan biaya yang disiplin.

“Pertumbuhan laba bersih Perusahaan didukung oleh kinerja bisnis yang solid serta pengelolaan biaya yang disiplin, sehingga kenaikan biaya tetap terjaga di bawah pertumbuhan pendapatan,” kata Sylvanus Gani Mendrofa.

Ke depan, Perusahaan akan terus menjaga kualitas aset dan mengoptimalkan komposisi sumber pendanaan di tengah tren kenaikan suku bunga, dengan tetap memperhatikan kecukupan likuiditas dan efisiensi biaya guna mempertahankan profitabilitas. (pa/jh. Foto: Dok. Adira Finance)

Must Read