HomeCORPORATE UPDATEBUMNSemen Indonesia Bukukan Laba Rp720 Miliar Sepanjang 2024

Semen Indonesia Bukukan Laba Rp720 Miliar Sepanjang 2024

BusinessUpdate – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SMGR membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp720 miliar pada 2024. Sedangkan, laba tahun berjalan sebesar Rp772 miliar.

Adapun, Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) tercatat sebesar Rp5,49 triliun. Di samping itu, Semen Indonesia juga mencatat volume penjualan sebanyak 38,27 juta ton dan pendapatan sebesar Rp36,19 triliun sepanjang 2024.

Corporate Secretary Semen Indonesia, Vita Mahreyni, mengatakan bahwa kondisi pasar semen domestik yang terkontraksi dan proyek pembangunan infrastruktur yang melambat pada 2024 telah berdampak pada kinerja perusahaan.

Sepanjang 2024, SIG melakukan efisiensi secara ketat dan peningkatan operational excellence secara terus-menerus, sehingga menekan beban pokok pendapatan sebesar 0,8% menjadi Rp28,26 triliun, dan biaya keuangan bersih sebesar 20,2% menjadi Rp944 miliar.

“Semen Indonesia optimistis industri semen domestik memiliki prospek yang baik, menyusul komitmen pemerintah untuk melanjutkan agenda pembangunan infrastruktur yang akan menjadi penggerak perekonomian, dan proyek strategis lainnya seperti program 3 juta rumah, yang diharapkan dapat mendongkrak permintaan semen yang berkontribusi terhadap pertumbuhan kinerja perusahaan,” kata Vita melalui keterangan resmi, dikutip Senin (14/4/2025).

Salah satu langkah Semen Indonesia menjemput peluang ini adalah dengan mendorong penggunaan semen hijau dan produk turunannya yang ramah lingkungan.

Pada 2024, Semen Indonesia memperkenalkan produk bata interlock presisi, sebuah inovasi yang dapat menjadi pilihan utama bagi pemerintah dan pengembang properti sebagai solusi pembangunan rumah yang efektif, efisien, dan tahan gempa.

Penggunaan bata interlock presisi juga membuat durasi konstruksi lebih cepat, hanya dalam kurun 15–21 hari. Inovasi semen hijau dan produk turunan ramah lingkungan ini tidak lepas dari penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan yang diterapkan di pabrik-pabrik semen SMGR.

Perusahaan meningkatkan efisiensi sumber daya dan optimalisasi produksi melalui implementasi advanced-process control serta pemanfaatan bahan baku alternatif. Selain itu, akselerasi pemanfaatan bahan bakar alternatif menjadi jawaban sebagai upaya transisi menuju energi bersih melalui substitusi penggunaan bahan bakar fosil seperti batu bara.

Beragam inisiatif keberlanjutan yang dilakukan oleh SIG berhasil menurunkan emisi karbon pada produk-produknya hingga 38% dibandingkan semen konvensional.

Selain mencatatkan profitabilitas pada kinerja bisnis, Vita menyebut bahwa pada 2024, Semen Indonesia juga mencatatkan penurunan intensitas emisi Gas Rumah Kaca (GRK) cakupan 1 sebesar 19,5% dibandingkan baseline tahun 2010.

Sementara itu, emisi GRK cakupan 2 (emisi tidak langsung dari energi listrik) turun sebesar 16,4% dibandingkan baseline 2019. Capaian ini diperoleh dari peningkatan pemanfaatan bahan bakar alternatif dari biomassa, refuse-derived fuel (RDF), dan limbah industri.

Semen Indonesia juga terus mengembangkan energi terbarukan melalui penggunaan panel surya pada unit-unit operasionalnya, serta konversi gas panas buang menjadi energi listrik (Waste Heat Recovery Power Generation/WHRPG).

”Kinerja keberlanjutan merupakan hal yang tak terpisahkan dan tak kalah penting dari kinerja bisnis. Keduanya dapat berjalan beriringan bahkan saling mengisi satu dengan lainnya. Semen Indonesia berkomitmen untuk menjaga keselarasan antara aspek ekonomi dan lingkungan untuk mendukung ketahanan dan keberlangsungan bisnis perusahaan di masa mendatang,” tutup Vita. (pa/jh. Foto: Dok. SMGR)

Must Read