HomeECONOMICPupuk Indonesia Jelaskan Skema Distribusi Pupuk Subsidi Melalui Koperasi Merah Putih

Pupuk Indonesia Jelaskan Skema Distribusi Pupuk Subsidi Melalui Koperasi Merah Putih

BusinessUpdate – PT Pupuk Indonesia (Persero) menjelaskan skema pendistribusian alur pupuk bersubsidi yang akan masuk ke dalam salah satu unit usaha di Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan skema pendistribusian pupuk bersubsidi akan dipetakan ke dalam setiap desa mengingat perseroan memiliki sekitar 27.000 kios yang tersebar di Tanah Air.

“Kan kalau Pupuk [Indonesia] itu punya kios-kios, sekarang jumlahnya 27.000 kios. 27.000 kios kalau dibagi dengan jumlah desa, kira-kira 1 kios melayani 3 desa,” kata Rahmad dikutip dari Bisnis, Selasa (27/5/2025).

Pupuk Indonesia akan mendukung keberadaan KopDes Merah Putih yang diharapkan dapat memotong rantai distribusi yang panjang, sehingga dapat diterima baik oleh masyarakat. Adapun untuk skemanya, 1 pengecer pupuk bersubsidi akan ada di setiap KopDes Merah Putih.

“Nah kita men-support ini kalau KopDesnya nanti berdiri, artinya kan 1 desa akan ada 1 pengecer. Artinya, pelayanan publik semakin dekat ke masyarakat,” terangnya. Rahmad juga berharap dengan adanya 80.000 KopDes Merah Putih akan meningkatkan penyaluran pupuk bersubsidi secara luas.

Sampai saat ini, Pupuk Indonesia mencatatkan realisasi penyaluran pupuk bersubsidi telah melampaui tiga tahun terakhir, dengan kontribusi pada produksi pangan mencapai 62%. “Harapannya dan saya meyakini dengan serapan Pupuk yang ada, memang produksi pangan pasti akan meningkat,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut keberadaan KopDes Merah Putih memiliki dua keuntungan, salah satunya desa bisa memiliki akses langsung kepada produsen alias memotong rantai pasok yang panjang. Dengan begitu, harga kebutuhan pokok yang diterima tak lagi mahal.

Zulhas menuturkan desa juga bisa menikmati akses layanan perbankan dengan lebih mudah, termasuk kredit usaha rakyat (KUR) yang direkomendasi oleh KopDes Merah Putih. Ia menjelaskan bahwa KopDes Merah Putih bakal bergerak di beberapa unit usaha inti yang terdiri dari logistik atau kendaraan untuk mengangkut barang dari desa ke kota, begitu pun sebaliknya.

Kemudian, juga ada gudang untuk menampung hasil pertanian seperti gabah yang kemudian bisa disetor ke Perum Bulog. Di samping itu, KopDes Merah Putih juga harus memiliki gudang atau cold storage, apotek desa, dan klinik desa. Adapun, pemerintah akan mengintegrasikan 54.000 unit klinik hingga apotek desa ke KopDes Merah Putih.

Untuk memotong rantai pasok yang panjang, maka KopDes Merah Putih harus memiliki sembilan bahan pokok (sembako) yang terdiri dari minyak goreng, gula, maupun kebutuhan lainnya. Dalam hal ini, Perum Bulog maupun ID Food akan langsung mengirimkan kebutuhan sembako ke KopDes Merah Putih guna mendapatkan harga yang terjangkau.

Sebagai informasi, sebanyak 80.000 KopDes Merah Putih akan diluncurkan pada 12 Juli 2025 dan akan beroperasi pada 28 Oktober 2025. Nantinya, salah satu unit usaha KopDes Merah Putih adalah sebagai agen pupuk. (pa/jh. Foto: Dok. Pupuk Indonesia)

Must Read