HomeCSRPertamina Group Bersihkan Sampah dan Sumbang Terumbu Karang di Pulau Kelapa Dua

Pertamina Group Bersihkan Sampah dan Sumbang Terumbu Karang di Pulau Kelapa Dua

BusinessUpdate – PT Pertamina Port and Logistics (PPL) bersama PT Pertamina Hulu Energi Offshore South East Sumatra (PHE OSES), serta PT Pertamina International Shipping (PIS) menginisiasi program OASIS (Ocean Awareness for Environmental Sustainability) di Pulau Kelapa Dua, Kepulauan Seribu.

Ketiga perusahaan yang tergabung dalam Pertamina Grup tersebut berhasil mrngumpulkan sampah sebanyak 125 kg dan juga menyumbangkan 600 terumbu karang. Kegiatan OASIS ini juga melibatkan Bank Sampah serta Komunitas Pecinta Lingkungan (Komparasi) untuk membantu dalam pengelolaan sampah dan terumbu karang.

Program OASIS merupakan bentuk dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berkontribusi pada capaian SDGs tujuan 12 dan 14 tentang menjamin pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan serta melestarikan dan memanfaatkan secara berkelanjutan sumber daya kelautan dan samudera untuk pembangunan berkelanjutan.

Program OASIS juga mendapatkan dukungan dari Enterprise Culture & Engagement (ECM) Holding PT Pertamina (Persero). Manager Shorebase Kabil Batam PT Pertamina Port and Logistics Murwoto Hadi Prayitno mengatakan, program OASIS ini merupakan salah satu bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang bertujuan menjaga keharmonisan antara manusia dengan alam.

“Alam tidak hanya sebatas untuk kita manfaatkan, namun terdapat peran kita juga untuk merawat, menjaga, dan melestarikan alam terutama terumbu karang sebagai supply oksigen terbesar kita,” kata Murwoto dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (31/5/2025).

Sementara itu, Kepala Seksi Wilayah 1 Pulau Kelapa Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu Iwan Setiawan menuturkan, pelestarian yang dilakukan nantinya akan banyak menebarkan kebermanfaatan bagi masyarakat dan makhluk hidup yang ada di Pulau Kelapa Dua.

“Wilayah kawasan konservasi kita kelola dengan konsep 3P, yaitu perlindungan, pengamanan, dan pemanfaatan. Jadi tidak hanya dilindungi tapi juga dimanfaatkan untuk keperluan dan kemakmuran masyarakat di kepulauan seribu ini,” jelasnya. (ip/jh)

Must Read