BusinessUpdate – Hingga April 2025 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) telah menyalurkan kredit kepada debitur UKM ekspor sebesar Rp33,6 triliun, mencakup 39.845 debitur di berbagai sektor strategis.
Dukungan pembiayaan tersebut tersebar di sejumlah sektor unggulan seperti manufaktur (produksi perikanan, produk kayu, tekstil), perdagangan (perikanan, seni kayu, kerajinan tangan), pertanian, sumber daya alam, serta sektor lainnya.
Sekretaris Perusahaan BNI Okki Rushartomo menyampaikan BNI memang punya perhatian serius pada sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) khusunya yang berorientasi ekspor melalui program Xpora Powered by BNI untuk menggerakkan UMKM global.
“Fokus utama program ini pada 2025 adalah advisory dan penyelenggaraan business event yang membuka peluang peningkatan daya saing dan dampak bisnis UMKM secara langsung,” kata Okki melalui keterangan resminya, Selasa (10/6/2025).
BNI ingin menjadi bagian dari solusi dalam membangun UMKM yang mandiri secara operasional, inovatif dalam mengembangkan produk dan layanan, serta berkelanjutan melalui dukungan pembiayaan, pendampingan, dan digitalisasi. “Agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global,” ungkapnya.
Okki menyebut BNI bakal terus memacu kewirausahaan lintas generasi, sehingga memberi kontribusi nyata mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang maju dan sejahtera. Untuk itu BNI turut ambil bagian dalam peringatan Hari Kewirausahaan Nasional yang digelar di Gedung SMESCO Jakarta, pada Selasa 10 Juni 2025.
Sebagai informasi, BNI mencatat pertumbuhan kredit tahunan yang cukup solid, yakni 7,89% yoy, naik dari Rp702,16 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun kinerja keuangan BNI juga stabil hingga April 2025 dengan pertumbuhan laba tahun berjalan sebesar 0,11% secara tahunan (yoy).
Dalam laporan kinerjanya, BNI membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp6,87 triliun per April 2025, naik tipis dari Rp6,86 triliun juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. (pa/jh. Foto: Dok. BNI)


