BusinessUpdate – PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) mencatat penyaluran pembiayaan multiguna pada semester I/2026 melonjak 44,74% secara tahunan (yoy).
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menyampaikan bahwa pembiayaan multiguna ini berkontribusi sebesar 10,88% terhadap total portofolio perusahaan. Perseroan akan mengoptimalkan sinergi dengan BRI Group, memperluas kanal pemasaran, serta meningkatkan kemudahan dan kecepatan proses pembiayaan.
Aditia mengemukakan bahwa strategi tersebut tetap dijalankan secara selektif, dengan mengedepankan prinsip kehati hatian dan menjaga kualitas pembiayaan.
Di sisi lain, tantangan utama penyaluran pembiayaan multiguna saat ini adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset di tengah dinamika ekonomi serta daya beli masyarakat. Selain itu, persaingan industri yang semakin ketat juga mendorong perusahaan untuk tetap selektif dalam penyaluran pembiayaan.
Karena itu BRI Finance terus memperkuat manajemen risiko, menerapkan prinsip kehati-hatian, dan fokus pada segmen yang memiliki profil risiko yang baik agar pertumbuhan tetap sehat dan berkelanjutan.
Walau menghadapi tantangan BRI Finance tetap memandang prospek pembiayaan multiguna pada semester II/2026 masih positif seiring dengan tetap terjaganya aktivitas ekonomi dan meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat maupun pelaku usaha serta ekspektasi suku bunga yang lebih stabi, sehingga dapat menjaga daya beli dan minat masyarakat terhadap pembiayaan.
Meski demikian, Perseroan tetap mencermati dinamika ekonomi global dan kondisi likuiditas yang berpotensi memengaruhi kepercayaan konsumen dan permintaan pembiayaan.
Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pada Mei 2026 pembiayaan multiguna masih mendominasi dengan nilai Rp256,77 triliun atau tumbuh 5,21% (yoy). Sementara itu, pembiayaan modal kerja tercatat Rp55,36 triliun, tumbuh 7,96% (yoy) dan pembiayaan investasi terkontraksi 5,79% (yoy) menjadi Rp168,06 triliun. (ip/jh. Foto: Dok. BRI Multifinance)


