BusinessUpdate – PT Pertamina (Persero) memberikan kontribusi ke kas negara sebesar Rp401,73 triliun sepanjang 2024. Konstribusi tersebut berasal dari setoran pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan dividen. Perusahaan juga membukukan laba bersih sebesar US$3,13 miliar atau sekitar Rp 49,5 triliun.
“Dengan fokus pada peningkatan layanan publik dan menjaga pertumbuhan perusahaan, Pertamina berhasil mengoptimalkan seluruh proses bisnis sehingga mampu mempertahankan kinerja finansial yang solid,” ujar Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri melalui keterangan pers, Minggu (15/6/2025).
Simon menyebut perusahaan terus beradaptasi di tengah tekanan ekonomi global untuk menjaga operasi tetap efisien. Penyerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Pertamina sepanjang 2024 tercatat mencapai Rp 415 triliun. Berbagai program efisiensi dan optimalisasi turut mendukung kinerja perusahaan.
“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus memperkuat kinerja dan menghadirkan solusi energi yang berkelanjutan. Kami optimistis dengan peluang dan potensi yang dimiliki, Pertamina akan mampu mengakselerasi pencapaian target Perusahaan dan berkontribusi pada ketahanan energi nasional,” katanya.
Sementara itu, Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini menjelaskan, Program Cost Optimization berhasil memberi kontribusi sebesar US$1,38 miliar. Emma menambahkan, meski pasar global bergejolak, Pertamina tetap mendorong pertumbuhan belanja modal atau capital expenditure (capex) secara konsisten.
“Dilihat dari rasio keuangan justru terjadi perbaikan. Kalau kita lihat dari realisasi capex 2024 meningkat 4,3% dibandingkan tahun 2023, karena Pertamina berkomitmen harus tumbuh berkelanjutan,” kata Emma.
Peringkat kredit Pertamina juga tetap berada di level investasi dengan outlook stabil dari lembaga pemeringkat internasional. “Secara keseluruhan, tahun 2024 kami berhasil menutup kinerja Pertamina secara group, baik sisi finansial atau operasional terjaga cukup baik, berkat kinerja yang solid dari Holding dan Subholding, serta dukungan Pemerintah dan seluruh stakeholders,” tegas Emma. (pa/jh)


